Barometer Bali | Denpasar – Gubernur Bali Wayan Koster meminta seluruh kepala daerah hingga perangkat desa adat aktif memperkuat pelaksanaan Sistem Pengamanan Lingkungan Terpadu Berbasis Desa Adat (Sipandu Beradat).
Hal tersebut disampaikan Koster saat penandatanganan perpanjangan Nota Kesepakatan Sipandu Beradat di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Jumat (6/2).
Koster menegaskan bahwa keberhasilan sistem keamanan berbasis desa adat sangat bergantung pada sinergi semua komponen di tingkat daerah.
“Saya meminta kepada walikota dan nupati, Kapolresta/Kapolres, Dandim, dan Bandesa Madya MDA kabupaten/kota untuk membina dan memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Forum Sipandu Beradat dan BANKAMDA,” tegasnya.
Ia juga meminta agar koordinasi terus diperkuat hingga tingkat kecamatan dan desa adat dengan melibatkan camat, kapolsek, danramil, serta bandesa adat.
Forum Sipandu Beradat sendiri menjadi wadah koordinasi antara unsur keamanan negara dan masyarakat adat, yang melibatkan Bhabinkamtibmas, Babinsa, Linmas, Satpam, serta Pecalang.
Menurut Koster, melalui sinergi yang kuat dan komunikasi yang intensif, Sipandu Beradat diharapkan mampu mengantisipasi potensi gangguan keamanan, konflik sosial, sekaligus menjaga kenyamanan masyarakat dan wisatawan di Bali. (red)











