Barometer Bali | Denpasar – Gubernur Bali Wayan Koster menginstruksikan seluruh kepala perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali agar menjadikan data Badan Pusat Statistik (BPS) sebagai rujukan utama dalam merancang program pembangunan daerah.
Instruksi tersebut disampaikan saat menerima audiensi Kepala BPS Provinsi Bali Agus Gede Hendrayana Hermawan di Gedung Kertha Sabha, Rumah Jabatan Gubernur Bali, Denpasar, Jumat (6/2).
Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Koster menegaskan bahwa data statistik yang akurat menjadi fondasi penting dalam menjalankan visi pembangunan Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru.
“Data dari BPS ini sangat penting. Ini menjadi rujukan utama kita dalam merancang program pembangunan Bali agar tepat sasaran dan berdampak nyata bagi kesejahteraan krama Bali,” tegas Gubernur Koster.
Kepala BPS Bali memaparkan sejumlah indikator sosial ekonomi Bali tahun 2025. Perekonomian Bali tercatat tumbuh 5,82 persen secara tahunan (c-to-c), menjadi pertumbuhan tertinggi dalam tujuh tahun terakhir dan lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,11 persen.
Struktur ekonomi Bali masih didominasi sektor akomodasi dan makan minum, perdagangan, transportasi, konstruksi, serta industri pengolahan.
Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara sepanjang 2025 mencapai 6,94 juta kunjungan, melampaui kondisi sebelum pandemi, sementara perjalanan wisatawan nusantara tercatat lebih dari 26,6 juta perjalanan.
Menanggapi capaian tersebut, Gubernur Koster menegaskan bahwa seluruh perangkat daerah harus menggunakan data statistik tersebut sebagai dasar perencanaan kebijakan pembangunan yang lebih terarah.
Audiensi ini juga membahas sinergi antara Pemerintah Provinsi Bali dan BPS dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 sebagai basis penguatan perencanaan pembangunan Bali ke depan. (red)











