Barometer Bali | Denpasar – Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan pentingnya kewaspadaan kolektif terhadap masuknya pengaruh sampradaya asing berideologi transnasional yang berpotensi menggerus kekuatan budaya lokal Bali. Namun, langkah penguatan budaya harus dilakukan secara terukur, sistematis, dan tetap menjaga stabilitas sosial serta ekonomi daerah.
Penegasan tersebut disampaikan saat membuka Seminar Nasional Mawali Ring Uluning Kertha bertema strategi penguatan Dresta Bali dalam mencegah intervensi ideologi transnasional yang digelar oleh Forum Gerakan Adat Se-Nusantara Provinsi Bali di Gedung Ksirarnawa, Jumat (3/4).
Menurut Koster, Bali tidak memiliki sumber daya tambang seperti daerah lain. Kekuatan utama Pulau Dewata justru terletak pada budaya sebagai fondasi sektor pariwisata dan penggerak ekonomi masyarakat. Karena itu, menjaga budaya sama artinya menjaga masa depan Bali. 🌺
“Kalau budaya Bali rusak, maka pariwisata ikut terdampak dan ekonomi masyarakat juga akan terganggu,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa desa adat merupakan pilar utama penjaga identitas budaya Bali yang diwariskan secara historis dan sosiologis oleh para leluhur. Penguatan desa adat telah diperkuat melalui regulasi daerah, termasuk perlindungan bahasa, aksara, dan busana adat Bali sebagai bagian dari strategi menjaga keberlanjutan budaya.
Koster juga mengingatkan bahwa Bali sebagai destinasi dunia menghadapi berbagai kepentingan eksternal yang terus masuk seiring arus globalisasi dan digitalisasi. Karena itu, penguatan Dresta Bali tidak boleh dilakukan secara konfrontatif, melainkan melalui pendekatan bijak, edukatif, dan berkelanjutan.
“Pendekatannya harus arif dan terukur. Kita harus tegas menjaga budaya, tetapi jangan sampai menimbulkan konflik horizontal yang justru merugikan Bali,” ujarnya.
Ia berharap seminar yang digelar FORGAS Bali dapat memperkuat pemahaman masyarakat—terutama generasi muda—agar tetap kokoh menjalankan ajaran Hindu Bali berlandaskan tattwa, susila, dan acara sesuai Dresta Bali yang hidup dan berkembang dalam sistem desa adat.
Menurutnya, penguatan peran tokoh adat dan kelembagaan desa adat menjadi kunci penting dalam menjaga ketahanan budaya Bali menghadapi tekanan ideologi luar di tengah dinamika global saat ini. (red)











