Barometer Bali | Singasana – Pemerintah Kabupaten Tabanan terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sektor pertanian sebagai pilar ketahanan pangan daerah. Komitmen tersebut tercermin melalui kehadiran Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga, Sos yang mewakili Bupati Tabanan dalam kegiatan panen raya yang digelar oleh Komandan Kodim 1619/Tabanan di Subak Lanyah Delod Jalan, Desa Tangguntiti, Kecamatan Selemadeg Timur, Jumat (3/4).
Kegiatan panen raya tersebut turut dihadiri oleh Komandan Korem beserta jajaran, unsur Forkopimda atau perwakilannya, serta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di lingkungan Pemkab Tabanan. Sinergi lintas sektor ini menunjukkan komitmen bersama antara pemerintah, TNI, dan masyarakat dalam menjaga stabilitas serta ketahanan pangan daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Wabup Dirga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Tabanan akan terus hadir untuk mendukung para petani, terutama dalam menjaga keberlanjutan sistem irigasi serta ketersediaan sumber air yang menjadi faktor utama keberhasilan sektor pertanian.
“Panen raya ini bukan hanya hasil kerja keras para petani, tetapi juga wujud nyata kolaborasi yang solid antara petani, TNI, dan pemerintah. Kami berkomitmen untuk terus memperkuat sektor pertanian sebagai fondasi utama pembangunan daerah,” ujar Dirga.
Lebih lanjut, pihaknya mengaitkan capaian ini dengan implementasi Visi Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani. Pada tahun 2025, khususnya di bidang pangan, sandang, dan papan, Kabupaten Tabanan mencatat capaian signifikan dengan indeks ketahanan pangan mencapai 77,79 dan masuk dalam kategori sangat tahan.
“Capaian indeks ketahanan pangan pada Tahun 2025 ini adalah bukti bahwa arah pembangunan kita sudah berada di jalur yang tepat. Namun demikian, ini bukan akhir, melainkan motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kesejahteraan petani dan menjaga stabilitas pangan di Tabanan,” tambahnya.
Dirga juga menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam bidang pertanian ke depan, termasuk peningkatan kualitas infrastruktur pertanian, optimalisasi irigasi, serta penguatan peran petani melalui pendampingan dan inovasi teknologi pertanian.
Sementara itu, Danrem Brigjen TNI Ida I Dewa Agung Hadisaputra, S.E., menyampaikan bahwa kehadiran jajaran TNI dalam kegiatan tersebut tidak hanya sebagai bentuk dukungan terhadap ketahanan pangan, tetapi juga untuk menyerap langsung aspirasi masyarakat, khususnya terkait kondisi sawah, pengairan, dan ketersediaan sumber air.
Dengan kolaborasi yang terus terjalin antara pemerintah daerah, TNI, dan masyarakat, diharapkan sektor pertanian di Tabanan semakin kuat dan mampu menjadi penopang utama dalam mewujudkan kemandirian pangan yang berkelanjutan. (tmc/rah)










