PLN UP2D Bali Dorong Pengelolaan Sampah dari Sumber, Ajak Masyarakat Kurangi Beban TPA

InCollage_20260408_215850950_0bCofiVQ1V
Foto: teba modern dan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) di area Gudang UP2D Bali. (barometerbali/pln/rah)

Barometer Bali | Denpasar – Penanganan sampah tidak cukup dilakukan di hilir. Upaya nyata harus dimulai dari sumbernya. Berangkat dari hal tersebut, PLN Unit Pelaksana Pengatur Distribusi (UP2D) Bali mengambil langkah konkret dengan mengelola sampah secara mandiri dari lingkungan internal, sekaligus mendorong masyarakat untuk melakukan hal yang sama guna menekan volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA).

Komitmen ini diwujudkan melalui pembangunan teba modern dan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) di area Gudang UP2D Bali yang secara khusus digunakan untuk mengelola sampah internal PLN. Fasilitas ini tidak diperuntukkan sebagai tempat pembuangan umum, melainkan sebagai bentuk tanggung jawab PLN dalam memastikan sampah dari aktivitas operasional dikelola sejak dari sumbernya.

Berita Terkait:  TP PKK Denpasar Sosialisasikan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber di Kantor Desa Dauh Puri Kauh

Langkah ini menjadi bagian dari dukungan PLN terhadap upaya pemerintah dalam pengendalian sampah berbasis sumber, sekaligus menghadirkan contoh nyata bahwa pengelolaan sampah dapat dimulai dari institusi dan direplikasi oleh masyarakat luas.

Provinsi Bali saat ini menghadapi tantangan serius dalam pengelolaan sampah akibat peningkatan volume sampah yang terus terjadi. Oleh karena itu, pendekatan 3R (Reduce, Reuse, Recycle) menjadi strategi utama yang didorong untuk mengurangi timbulan sampah dari hulu sebelum berakhir di TPA.

Berita Terkait:  Pemkot Denpasar Percepat Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber di Denbar dan Densel

Melalui implementasi ini, PLN UP2D Bali mengoptimalkan pemilahan dan pengolahan sampah internal. Teba modern dimanfaatkan untuk mengolah sampah organik menjadi kompos, sementara TPS3R digunakan untuk mengelola sampah anorganik agar dapat didaur ulang atau dimanfaatkan kembali secara ekonomis.

Program ini juga merupakan bagian dari penerapan ISO 14001:2015 Sistem Manajemen Lingkungan sebagai komitmen PLN dalam menjalankan pengelolaan lingkungan yang terukur dan berkelanjutan.

Manajer PLN UP2D Bali, Petrus Irwan Ichwansaputra, menegaskan bahwa perubahan harus dimulai dari sumbernya agar berdampak luas.

Berita Terkait:  Resmi Operasikan Posko Angkutan Lebaran, Bandara I Gusti Ngurah Rai Proyeksikan Layani 1,1 Juta Penumpang

“Pengelolaan sampah tidak bisa hanya mengandalkan pengolahan di akhir. Harus dimulai dari sumbernya. Melalui langkah ini, kami memastikan sampah internal PLN tidak menambah beban lingkungan, sekaligus mengajak masyarakat untuk turut mengelola sampah secara mandiri agar volume sampah ke TPA dapat ditekan bersama,” ujar Petrus.

Dengan pendekatan ini, PLN UP2D Bali tidak hanya mengelola sampah internal, tetapi juga memperkuat peran sebagai penggerak perubahan dalam membangun budaya pengelolaan sampah dari sumber demi lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan. (pln/rah)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI