Wawali Denpasar Arya Wibawa Pimpin Apel Peringatan Serangan Umum Kota Denpasar ke-80 Tahun 2026

IMG-20260413-WA0033_xykj9O630d
Foto: Pelaksanaan apel di Lapangan Puputan Badung, I Gusti Ngurah Made Agung dan tabur bunga di area Monumen Puputan Badung, Senin (13/4) pagi. (barometerbali/rah)

Barometer Bali | Denpasar – Peringatan peristiwa heroik Serangan Umum Kota Denpasar Ke-80 Tahun 2026 dilaksanakan Pemkot Denpasar melalui pelaksanaan apel di Lapangan Puputan Badung, I Gusti Ngurah Made Agung dan tabur bunga di area Monumen Puputan Badung, Senin (13/4) pagi.

Pelaksanaan apel dipimpin langsung Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, dan dihadiri Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar, Ida Bagus Yoga Adi Putra, Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, jajaran Forkopimda Kota Denpasar, segenap Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Kota Denpasar dan juga pimpinan OPD Pemkot Denpasar.

Seluruh rangkaian pelaksanaan apel ini dimulai dengan rentetan upacara, dan diakhiri dengan tabur bunga oleh Wakil Wali Kota Arya Wibawa dan hadirin lainnya di sekitar area Monumen Puputan Badung.

Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa dalam sambutannya menyampaikan Peringatan Serangan Umum Kota Denpasar ini berakar pada salah satu peristiwa paling heroik dalam sejarah perjuangan mempertahankan Denpasar dari upaya Kolonial/NICA untuk merebut kembali kemerdekaan yang telah diproklamasikan pada 17 Agustus 1945.

Berita Terkait:  Gubernur Koster dan Densus 88 Anti Teror Bahas Rencana Aksi Pencegahan Radikalisme dan Intoleransi di Bali

Seperti diketahui, peristiwa Serangan Umum Kota Denpasar terjadi 80 tahun lalu, tepatnya pada tanggal 11 April 1946, serta telah menjadi tonggak peringatan peristiwa heroik para pejuang kemerdekaan oleh jajaran Pemkot Denpasar bersama masyarakat Kota Denpasar.

Selain itu, tanggal 11 April 1946 menjadi simbol keteguhan dan keberanian masyarakat Denpasar, yang dipimpin para pejuang berjiwa patriotik, bersatu padu dengan dedikasi dan idealisme tinggi, berjuang sepenuh jiwa raga melawan penjajah demi tegaknya kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Lebih dari itu, Wawali Arya Wibawa juga menyampaikan, Bung Karno pernah menegaskan bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa para pahlawannya, karena tanpa perjuangan dan pengorbanan para perintis kemerdekaan, tidak akan lahir Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Melalui Peristiwa Serangan Umum Kota Denpasar, kita dapat memetik nilai luhur semangat perjuangan yang menumbuhkan persatuan dan kesatuan bangsa. Melalui kesempatan yang baik ini, saya mengajak seluruh warga Kota Denpasar untuk senantiasa memperkokoh persatuan dan kesatuan demi tegaknya nasionalisme bangsa, serta bersama -sama mewujudkan Denpasar Sebagai Kota Kreatif Berbasis Budaya Menuju Denpasar Maju,” kata Arya Wibawa.

Berita Terkait:  Bupati Adi Arnawa Hadiri Dresta Lango dan Dharma Shanti XX, Perkuat Tradisi Jadi Kekuatan Ekonomi Badung

Selanjutnya, Arya Wibawa juga mengatakan, Semangat Vasudhaiva Kutumbakam bahwa kita semua bersaudara hendaknya bisa diimplementasikan melalui nilai kebersamaan sehingga setiap persoalan dapat diselesaikan secara gotong royong.

“Peringatan Serangan Umum Kota Denpasar ini tidak semata bersifat seremonial, tetapi menjadi momentum untuk memaknai dan mengamalkan nilai-nilai kepahlawanan dalam kehidupan sehari-hari, sekaligus menginspirasi generasi muda untuk berperan aktif dalam pembangunan,” ujarnya.

Sejalan dengan hal tersebut, Arya Wibawa juga mengajak seluruh pihak untuk mewujudkan Kota Denpasar Sebagai Kota Kreatif Berbasis Budaya Menuju Denpasar Maju. Ajakan Ini Selaras Dengan Tema Peringatan Tahun Ini, yakni “Melalui Peringatan Serangan Umum Kota Denpasar Ke-80 Tahun 2026, Lanjutkan Perjuangan Bersama Rakyat Membangun Negeri Menuju Indonesia Emas”

Di momen yang baik ini pula, Arya Wibawa juga menyampaikan, Pemerintah Kota Denpasar juga berkomitmen ingin menjaga semangat seluruh warga Kota Denpasar dalam membangun Kota Denpasar. Pihaknya meyakini kalau semangat kebersamaan melalui Spirit Vasudhaiva Kutunbakam ini terus dijalankan, maka semua kendala akan dapat tertangani, terutama yang kita hadapi saat ini yakni terkait tata kelola persampahan di Kota Denpasar.

Berita Terkait:  Rakor Penanganan Konflik Sosial, Koster Ajak Kemenag dan Forkopimda Mitigasi Jelang Nyepi dan Idulfitri

Arya Wibawa juga mengemukakan ucapan terima kasih kepada masyarakat Kota Denpasar, karena per 1 April 2026, masyarakat sudah mulai menjalankan arahan pemerintah dalam melakukan pemilahan sampah berbasis sumber mulai dari skala rumah tangga. Ini tentunya akan menjadi kunci, dimana jika masyarakat sudah bahu membahu memilah sampah maka otomatis semua persoalan dalam tata kelola persampahan di Kota Denpasar dapat kita pelan – pelan tangani dengan baik.

“Kedepan juga kita akan petakan kendala yang ada untuk kita urai, kemudian kita lakukan pendekatan untuk menekan persoalan-persoalan yang muncul seperti penumpukan sampah di jalan protokol dan pembakaran sampah di ruang publik serta kendala terkait tata kelola persampahan lainnya, “ ujar Arya Wibawa. (esa/rah)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI