Barometer Bali | Denpasar – World Congress on Probation and Parole (WCPP) merupakan forum global bergengsi yang mempertemukan para praktisi dan akademisi dunia untuk mendiskusikan sistem pengawasan serta pembinaan luar lembaga.
Sejak pertama kali diinisiasi sebagai wadah pertukaran inovasi sistem peradilan pidana, kongres ini telah menjadi kompas internasional dalam merumuskan kebijakan rehabilitasi yang efektif bagi warga binaan.
Semangat kolaborasi ini sejalan dengan Program Kerja Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) Tahun 2026 poin ketujuh, yakni mengatasi permasalahan overcapacity melalui penguatan alternatif pemidanaan dan integrasi sosial yang lebih komprehensif. Rangkaian kegiatan internasional ini resmi berakhir dalam seremoni penutupan yang digelar Kamis (16/4/2026) di Bali.
Acara ditutup secara resmi oleh Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas) Kemenimipas, Drs. Mashudi bersama jajaran pejabat pimpinan tinggi kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, serta dihadiri oleh jajaran Kepala Unit Pelaksana Teknis (Ka. UPT) se-Bali, perwakilan beberapa Balai Pemasyarakatan (Bapas) seluruh Indonesia, dan para delegasi mancanegara.
Momentum penutupan di Nusantara Ballroom – Nusa Dua, Bali ini diwarnai dengan penyerahan estafet tuan rumah kepada Latvia, yang menandai keberlanjutan visi global dalam mewujudkan sistem pemasyarakatan yang lebih humanis dan berkelanjutan.
Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kerobokan, Hudi Ismono, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi setinggi-tingginya.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah bersinergi hingga kegiatan besar ini berjalan lancar dan khidmat,” ungkap Hudi Ismono.
Di balik jeruji maupun di luar dinding pembatas, harapan akan masa depan yang lebih baik bagi setiap individu tetap menjadi nafas utama perjuangan Pemasyarakatan. (Red)










