Dorong Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Bali, Bank Indonesia Gelar Baligivation 2026

IMG-20260429-WA0035_MhSLVgPl3c
Foto: Kick-Off Bali Digital Innovation Festival (Baligivation) 2026 oleh Kantor  Perwakilan  Bank Indonesia  Provinsi Bali pada 28 April 2026 di  Griya  Agung Ballroom Prime Plaza Sanur. (barometerbali/rah)

Barometer Bali | Denpasar – Digitalisasi  memegang peranan penting  untuk mengakselerasi  pertumbuhan ekonomi  Bali lebih kuat.  Hal ini mengemuka dalam acara Kick-Off Bali Digital Innovation Festival (Baligivation) 2026 oleh Kantor  Perwakilan  Bank Indonesia  Provinsi Bali pada 28 April 2026 di  Griya  Agung Ballroom Prime Plaza Sanur.  Baligivation kembali digelar tahun 2026  dengan mengusung tema  “Akselerasi Pertumbuhan  Ekonomi  Bali  melalui  Penguatan  Digitalisasi  dan   Sinergi”,  sebagai  wujud  nyata dukungan Bank Indonesia Provinsi Bali mendorong pertumbuhan ekonomi berkualitas dan berkelanjutan di Pulau Dewata.

Rangkaian kegiatan dihadiri oleh Gubernur Bali, Dr. Ir. Wayan Koster; Deputi  Bidang  Pelaporan  dan   Pengawasan  Kepatuhan  Pusat   Pelaporan  dan   Analisis  Transaksi Keuangan (PPATK), Dr. Fithriadi; Kapolda Bali, Irjen Polisi Daniel Adityajaya; Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Erwin Soeriadimadja;   jajaran pimpinan daerah; dinas dan  lembaga terkait; perbankan; penyelenggara jasa pembayaran dan Kegiatan Usaha Penukaran Valuta Asing Bukan Bank (KUPVA BB); akademisi; serta mahasiswa. Kegiatan Kick-OffBaligivation ini juga dirangkaikan dengan seremoni Komitmen Sinergi Penertiban MoneyChangerIlegal di Bali sebagai wujud penguatan tata kelola   dan   pelindungan   konsumen,  Seminar   Digitalisasi   yang   membahas  arah   dan   strategi transformasi digital Bali,  serta  Sarasehan KUPVA BB sebagai forum dialog dan  penguatan sinergi antara regulator dan  penyelenggara KUPVA BB.

Gubernur Bali, Wayan  Koster,  dalam  keynote speech mendukung penuh acara  Baligivation 2026 ini karena sejalan dengan visi  keenam untuk menjadikan Bali sebagai Pulau Digital. Koster menyampaikan bahwa Bali memiliki peran strategis dalam perekonomian nasional dengan menyumbangkan 55% dari devisa pariwisata nasional. Meski demikian, penguatan sektor  ekonomi kreatif dan  digital perlu terus  didorong untuk pengembangan ekonomi ke depan, agar  ekonomi Bali tidak terlalu bergantung pada  sektor  pariwisata. Dengan anugerah kekayaan dan  keunikan budaya yang menyatu dengan kehidupan spiritual masyarakat, Bali telah menjadi daya tarik dunia yang perlu dikelola secara  berkelanjutan melalui diversifikasi ekonomi.

Berita Terkait:  3 Kawasan Wisata yang Wajib Dikunjungi Wisatawan Pertama Kali ke Bali, Mana Saja?

Pada  kesempatan tersebut, Koster  juga menyampaikan berbagai rencana dan  upaya  untuk mengatasi berbagai  tantangan struktural seperti permasalahan sampah dan  kemacetan yang  dapat menurunkan kualitas pariwisata Bali. Salah satu upayanya dilakukan melalui digitalisasi dan penanganan KUPVA BB tidak berizin. “Jangan sampai Bali yang  sudah memiliki  modal  budaya yang  kuat  menjadi  rusak  karena praktik  usaha yang  ilegal, sehingga mencoreng pariwisata Bali di mata  dunia” ujar Koster.  Penguatan industri KUPVA BB dan dukungan membaiknya ekosistem digital, diharapkan mampu mendorong terwujudnya pariwisata Bali yang sehat, berkualitas, dan  berdaya saing secara  berkelanjutan.

Sejalan dengan hal tersebut, Deputi Bidang Pelaporan dan Pengawasan Kepatuhan PPATK, Dr. Fithriadi, menyampaikan bahwa industri KUPVA BB di Bali memiliki peran penting dalam mendukung transaksi wisatawan mancanegara. Namun  disisi lain, industri KUPVA BB juga berisiko tinggi terhadap penyalahgunaan  keuangan akibat  transaksi  pencucian  uang, dan  maraknya moneychanger ilegal. “Oleh karena itu, diperlukan penguatan penerapan kebijakan Anti Pencucian Uang dan  Pencegahan Pendanaan Terorisme (APU PPT) yang bersinergi dengan Bank Indonesia, aparat penegak hukum, dan pelaku industri, guna  memperkuat pengawasan dan  mewujudkan industri KUPVA BB yang  sehat, berintegritas, dan mendukung pariwisata Bali yang berkualitas”, pungkas Fithriadi.

Berita Terkait:  Destinasi Wisata Bali yang Viral di 2026, Spot Baru dengan Tampilan Estetik dan Instagramable

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Bali, Irjen Pol. Daniel Adityajaya, dalam openingspeechnya menyampaikan dukungan penuh terhadap kegiatan Baligivation 2026, sebagai langkah visioner Bank Indonesia dalam mendorong akselerasi digitalisasi dan sinergi ekonomi Bali. Menurutnya, inisiatif tersebut tidak hanya  mencerminkan komitmen kuat  dan  kolaborasi erat  antara Bank Indonesia dan Pemerintah Provinsi Bali, tetapi juga menjadi katalisator penting dalam memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi Bali yang  berkelanjutan dan  berbasis teknologi. Dalam kaitan ini, Polda Bali juga sudah bertransformasi digital untuk berbagai layanan kepada masyarakat, yang terbukti menjadikan  layanan  lebih  cepat   dan   efisien.  “Di  tengah  dinamika  dan   tantangan  ke  depan, transformasi  digital  bukan lagi  sebuah pilihan,  melainkan  keniscayaan  yang  harus   dihadapi dan dijalani bersama demi masa  depan Bali yang  lebih maju”, tegasnya. Daniel juga mendukung upaya penanganan KUPVA BB tidak berizin untuk mendukung sektor  pariwisata Bali yang lebih baik.

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Kantor Perwakilan BI Bali, Erwin Soeriadimadja, menyampaikan  bahwa  Baligivation  merupakan wadah  strategis  untuk  mendorong  edukasi  dan mengakselerasi digitalisasi masyarakat Bali melalui penguatan sinergi antar  pemangku kepentingan, sehingga digitalisasi mampu menjadi katalis pertumbuhan ekonomi Bali yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing. “Banyak kebaruan dalam Baligivation 2026, antara lain Program  Pasar Rakyat Bali Go Digital yang mendorong inovasi perbankan untuk percepatan digitalisasi pasar  rakyat dan peningkatan akses  pembiayaan; Program  Banjar Pintar yang  memperluas literasi serta  implementasi digitalisasi  di  tingkat  komunitas  banjar;  serta  Program  edukasi  dan  business matching bagi  digital inovator Bali sebagai ruang lahirnya gagasan dan  solusi berbasis digital yang  dapat dihubungkan langsung dengan pelaku usaha”, jelas Erwin. Kegiatan ini juga menekankan pentingnya penguatan dan penataan industri KUPVA BB untuk mendukung pariwisata Bali melalui layanan penukaran valuta asing yang  mudah diakses, berkualitas, dan  bebas dari kegiatan moneychangerilegal. Oleh karena itu, Bank  Indonesia mendorong sinergi dengan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan PPATK untuk memperkuat pengawasan dan penataan industri KUPVA BB guna  menjaga kepercayaan wisatawan.

Berita Terkait:  Dorong Pendalaman Pasar dan Inklusi Keuangan Masyarakat, OJK Luncurkan Program Pintar Reksa Dana

Kick-offBaligivation akan dilanjutkan dengan rangkaian kegiatan Baligivation 2026  yang akan berlangsung sampai dengan bulan November 2026  terdiri dari Roadshow, Edukasi Literasi Digital dan Pelindungan Konsumen, TalkshowInspiratif, InteractiveExperience, serta  berbagai perlombaan yang mencakup e-sport,  konten QRIS-PK,  dan  BI  SMART. Peak event Baligivation  di  bulan  November direncanakan akan berkolaborasi dengan pemerintah provinsi Bali melalui kegiatan Bali Digital Festival 2026.

Bank Indonesia mengajak semua masyarakat, pemerintah daerah dan komunitas di Bali untuk berpartisipasi dan   terlibat  dalam  setiap  event Baligivation,  sebagai  bagian  dari  upaya   untuk mempercepat akselerasi digitalisasi dan mendukung pertumbuhan ekonomi Bali yang berkualitas dan berkelanjutan. (rah/bi)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI