AHY Janji Kawal Isu Sampah dan Tata Ruang Bali, Koster Dorong Solusi Ramah Lingkungan dan Infrastruktur Berkelanjutan

Screenshot_20251013_235846_Gallery
Menko AHY (kanan) bersama Gubernur Koster (kiri) dalam kegiatan Green Infrastructure Initiative Waste Clean Up di kawasan Mangrove Batu Lumbang, kawasan mangrove, Suwung, Senin (13/10/2025). (barometerbali/red)

Barometer Bali |Denpasar – Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan komitmen daerahnya dalam menangani persoalan lingkungan, terutama masalah sampah dan tata ruang yang kian kompleks seiring perkembangan pariwisata.

Hal itu disampaikan saat mendampingi Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), dalam kegiatan Green Infrastructure Initiative Waste Clean Up di kawasan Mangrove Batu Lumbang, Senin (13/10/2025).

“Selama ini sampah hanya ditumpuk dan dibuang tanpa pengelolaan yang memadai, sehingga menimbulkan gunungan seperti di Suwung,” ungkap Koster.

Berita Terkait:  Koster Pastikan PSEL Bali Dibangun 2026, Target Operasi Desember 2027 Olah 1.200 Ton Sampah per Hari

Gubernur dua periode asal Sembiran, Buleleng itu menekankan pentingnya Program Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber (PSBS) yang kini mulai diterapkan hingga ke tingkat desa adat. Namun, untuk kawasan padat penduduk dan zona industri pariwisata, Bali akan memanfaatkan teknologi pengolahan sampah menjadi energi sesuai arahan pemerintah pusat.

Koster juga menyebut telah menyiapkan sejumlah persyaratan untuk mendukung proyek tersebut, termasuk lahan seluas minimal lima hektare dan kapasitas produksi sampah mencapai 1.000 ton per hari. “Kami ingin Bali menjadi contoh dalam penanganan sampah yang modern dan ramah lingkungan,” imbuhnya.

Berita Terkait:  Berbagi Praktik Baik, Dekranasda Denpasar Terima Kunjungan Aceh Utara

Selain masalah sampah, Koster juga meminta dukungan AHY untuk mengatasi kemacetan dan mendorong pengembangan infrastruktur yang menunjang pariwisata berkelanjutan di Bali.

Menanggapi hal itu, AHY menyatakan dukungannya terhadap langkah-langkah Pemprov Bali. Ia mengapresiasi inisiatif Koster yang telah lebih dulu menyampaikan tiga persoalan utama Bali: sampah, kemacetan, dan tata ruang.

“Bali adalah wajah Indonesia di dunia. Maka pelestarian lingkungan dan tata ruang yang tertib menjadi tanggung jawab bersama. Kita ingin solusi yang permanen dan berkelanjutan,” papar AHY.

Berita Terkait:  Pemkab Tabanan Gelar FGD Reviu Kajian Risiko Bencana 2022–2026 untuk Perencanaan Lebih Akurat

Ia menambahkan, lonjakan wisatawan membawa manfaat ekonomi, namun berisiko menimbulkan tekanan terhadap alam. Karena itu, penanganan sampah dan tata ruang perlu dilakukan dari hulu ke hilir dengan kolaborasi antara pusat dan daerah.

“Kami akan terus mengawal agar Bali menjadi model pembangunan berkelanjutan tanpa mengorbankan keseimbangan alam dan budaya,” tegas AHY. (red)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI