Antrean BBM di Bali Makin Panjang, Warga Kesal Menunggu Berjam-jam

Screenshot_20261014_141618_InCollage - Collage Maker
ANTRE - Lambatnya kedatangan truk pengangkut BBM pada Rabu (14/10/2026) membuat masyarakat harus mengantre berjam-jam, bahkan ada yang bertahan sejak sehari sebelumnya. (Barometer Bali/Yad)

Barometer Bali | Denpasar – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Bali masih memicu keresahan warga. Lambatnya kedatangan truk pengangkut BBM pada Rabu (14/10/2026) membuat masyarakat harus mengantre berjam-jam, bahkan ada yang bertahan sejak sehari sebelumnya.

Kondisi ini memicu kekecewaan warga karena pasokan BBM yang diharapkan segera tiba belum juga tersedia di sejumlah SPBU. Akibatnya, aktivitas masyarakat, terutama pengendara yang menggantungkan penghasilan dari kendaraan, ikut terganggu.

Nyoman Ar, seorang pengemudi ojek online, mengaku sudah mengantre sejak pukul 05.00 WITA di SPBU Jalan Gatot Subroto (Gatsu) Barat, kawasan Padangsambian Kaja, Kabupaten Badung.

Ia mengaku kecewa karena hingga pagi menjelang siang, pasokan BBM yang ditunggu belum juga datang. Menurutnya, kondisi tersebut membuat warga semakin khawatir dan kehilangan kesabaran.
“Warga sudah khawatir dan emosi menunggu BBM berjam-jam hingga tidak dapat beraktivitas,” tegasnya.

Berita Terkait:  BI: Kelangkaan BBM Bisa Picu Inflasi Bali, Dampaknya Diperkirakan Terbatas

Ia juga mengaku mulai meragukan janji penyelesaian persoalan pasokan BBM yang disampaikan pemerintah. Sebab, kondisi di lapangan belum menunjukkan perbaikan seperti yang diharapkan.

Warga Soroti Pembelian BBM untuk Dijual Kembali

Keluhan serupa disampaikan Wayan Sujana, warga Kerobokan, Kuta Utara, Badung. Ia meminta pengelola SPBU bersama aparat terkait memperketat pengawasan terhadap pembelian BBM yang diduga untuk dijual kembali secara eceran.

Menurut Sujana, pembelian menggunakan mobil diduga memudahkan sebagian pedagang BBM eceran memperoleh pasokan dalam jumlah banyak dan berulang kali. Kondisi ini dinilai merugikan warga yang mengantre untuk memenuhi kebutuhan kendaraannya sendiri.

“Kasihan warga yang mengantre di depan SPBU berjam-jam, bahkan ada yang sampai menginap sejak kemarin (Selasa, 13 Oktober 2026). Janji sampai pagi mobil truk pengangkut BBM datang, namun sampai pukul 11.00 belum juga datang,” ungkapnya.

Berita Terkait:  Kasasi Ditolak MA, Togar Situmorang Dieksekusi ke Lapas Kerobokan

Sujana mengaku sempat terlibat adu argumen di SPBU Gatot Subroto Barat karena tidak diizinkan membeli BBM untuk kedua kalinya guna mengisi sepeda motor lainnya. Ia menegaskan pembelian tersebut bukan untuk dijual kembali.

Ia mempertanyakan perbedaan perlakuan terhadap pembeli yang ingin memenuhi kebutuhan sendiri dengan pihak yang diduga membeli BBM berulang kali untuk kepentingan usaha.

“Saya punya rekaman mengenai siapa saja penjual BBM tersebut. Saya sudah sampaikan ke polisi,” tegas Sujana.

Sejumlah SPBU Kehabisan Stok

Berdasarkan pantauan di lapangan, SPBU di perempatan Jalan Gatot Subroto–Jalan Kebo Iwa, Padangsambian, Denpasar Barat, belum memperoleh pasokan BBM sejak pagi. Papan bertuliskan “Pertalite Habis” terlihat terpasang di depan SPBU tersebut.

Kekosongan stok membuat antrean kendaraan semakin panjang dan mengular. Situasi serupa terjadi di SPBU Jalan Gatot Subroto Barat, dekat Tukad Mati, yang memasang tali pengaman sebagai penanda stok BBM habis.

Berita Terkait:  Hari Kesaktian Pancasila, Polda Bali Teguhkan Komitmen Jaga Persatuan

Di tengah kondisi tersebut, SPBU di kawasan Perumahan Dalung Permai, Dalung, Kuta Utara, Badung, masih memiliki stok BBM. Antrean di lokasi ini relatif lebih pendek dan didominasi sepeda motor.

Seorang pria yang mengaku berasal dari Bajera, Kabupaten Tabanan, mengatakan sengaja menggunakan mobil untuk membeli BBM karena merasa proses antreannya lebih cepat.

“Saya hanya antre tiga puluh menit sudah dapat BBM,” ujarnya.

Perbedaan kondisi antar-SPBU tersebut menunjukkan bahwa ketersediaan BBM belum merata. Di sejumlah lokasi, warga masih harus menghadapi antrean panjang dan ketidakpastian waktu pengisian.

Masyarakat pun berharap distribusi BBM segera dipulihkan dan pengawasan pembelian diperketat agar pasokan yang tersedia dapat dimanfaatkan secara adil, sehingga aktivitas ekonomi warga Bali tidak terus terganggu. (yad)

 

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI