Barometer Bali | Tabanan – Kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak antrean panjang bahan bakar minyak (BBM) ditunjukkan kader PDI Perjuangan di Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan. Setelah antrean kendaraan berlangsung selama tiga hari terakhir di SPBU Marga, para kader bersama Srikandi PDI Perjuangan turun langsung membagikan air minum dan masker kepada warga yang menunggu giliran mengisi BBM.
Aksi sosial pada Kamis (15/10/2026) tersebut dikoordinasikan oleh Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Tabanan, Putu Eka Putra Nurcahyadi. Kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang harus menghabiskan waktu berjam-jam demi mendapatkan bahan bakar untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
Di tengah cuaca panas, antrean panjang tidak hanya menguras waktu dan tenaga, tetapi juga berpotensi mengganggu produktivitas masyarakat. Kondisi tersebut mendorong kader PDI Perjuangan Marga untuk memberikan bantuan langsung kepada warga yang sedang menghadapi kesulitan.
“Pagi hari ini, kader PAC PDI Perjuangan Marga bersama Srikandi melaksanakan aksi peduli terhadap kondisi antrean BBM, khususnya di SPBU Marga. Kami melihat antrean panjang sudah terjadi selama tiga hari terakhir. Karena itu, kader berinisiatif membagikan air kepada masyarakat,” ujar Putu Eka, Kamis (15/10/2026).
Air Minum dan Masker untuk Warga yang Mengantre
Dalam kegiatan tersebut, air minum dibagikan kepada pengendara yang masih bertahan di antrean. Bantuan ini diharapkan dapat membantu warga menjaga kondisi tubuh selama menunggu, terutama bagi mereka yang sudah berada di lokasi sejak pagi.
Para kader juga membagikan masker untuk membantu mengurangi paparan debu di sekitar area antrean. Kondisi lingkungan yang panas dan berdebu menjadi perhatian karena sejumlah warga dilaporkan mengalami batuk dan pilek.
Anggota DPRD Kabupaten Tabanan, Ni Putu Yuni Widyadnyani, turut hadir dan ikut membagikan air minum kepada masyarakat.
Kegiatan ini melibatkan kader PAC PDI Perjuangan Kecamatan Marga yang dipimpin Ketua I Made Dwi Agung Sastrawan, bersama Sekretaris Ni Putu Yuni Widyadnyani.
Lokasi aksi yang berada di SPBU Marga, tepat di sebelah kantor Sekretariat PAC PDI Perjuangan Kecamatan Marga, membuat para kader dapat melihat langsung kondisi masyarakat sekaligus merespons kebutuhan warga di lapangan.
Polisi dan Petugas SPBU Juga Diberi Bantuan
Tidak hanya masyarakat yang mengantre, petugas kepolisian yang melakukan pengamanan serta pegawai SPBU juga mendapat perhatian.
Putu Eka Nurcahyadi mengatakan, pihaknya menyiapkan tambahan konsumsi berupa makanan ringan dan buah-buahan untuk dibagikan kepada petugas yang berjaga dan pegawai SPBU pada siang hari.
Menurutnya, seluruh petugas tersebut juga menghadapi situasi yang tidak mudah. Polisi harus menjaga keamanan dan ketertiban di tengah padatnya antrean kendaraan, sedangkan pegawai SPBU tetap menjalankan pelayanan kepada masyarakat.
“Kami juga sedang mempersiapkan air minum dan konsumsi, seperti jajanan serta buah-buahan, untuk dibagikan kepada polisi dan pegawai SPBU pada siang hari,” ungkapnya.
Ia menegaskan, aksi sosial tersebut berpeluang dilanjutkan apabila kondisi antrean belum membaik. Para kader siap kembali turun ke lapangan untuk membantu masyarakat jika situasi masih berlangsung seperti saat ini.
“Kegiatan ini tidak harus dilaksanakan hari ini saja. Kalau kondisi masih seperti ini, mungkin besok kami kembali melakukan aksi serupa. Harapan kami, situasi segera pulih,” katanya.
Kader PDIP Tabanan Ikut Menaruh Perhatian
Persoalan antrean BBM juga menjadi perhatian PAC PDI Perjuangan Kecamatan Tabanan yang dipimpin Wayan Widnyana, anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Tabanan, bersama sekretaris Putu Desta Kumara, yang juga merupakan anggota fraksi di DPRD Kabupaten Tabanan.
Perhatian kader di tingkat kecamatan ini menunjukkan bahwa dampak persoalan BBM dirasakan secara langsung oleh masyarakat. Antrean panjang tidak sekadar menyangkut proses pengisian bahan bakar, tetapi juga berpengaruh terhadap mobilitas, waktu produktif, pekerjaan, dan kelangsungan usaha.
Pengemudi, pekerja lapangan, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta masyarakat yang mengandalkan kendaraan untuk bekerja menjadi kelompok yang rentan terdampak. Waktu yang tersita untuk mengantre berpotensi mengurangi kesempatan mereka memperoleh penghasilan, terutama bagi pekerja dengan pendapatan harian.
Di Bali, kelancaran pasokan BBM juga penting untuk menunjang aktivitas ekonomi dan sektor pariwisata yang sangat bergantung pada transportasi.
Distribusi BBM Normal Jadi Harapan Masyarakat
Pembagian air minum, masker, dan makanan menjadi bentuk kepedulian yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat di tengah situasi sulit. Meski demikian, bantuan sosial tersebut bukan pengganti penyelesaian mendasar atas persoalan pasokan dan distribusi BBM.
Masyarakat membutuhkan kepastian ketersediaan bahan bakar agar dapat kembali menjalankan aktivitas secara normal tanpa harus menghabiskan waktu berjam-jam di SPBU.
Jika antrean terus berlangsung, dampaknya berpotensi meluas ke berbagai sektor, mulai dari pekerjaan sehari-hari, kegiatan UMKM, hingga operasional usaha yang bergantung pada kelancaran transportasi.
Karena itu, pemulihan distribusi BBM menjadi kebutuhan mendesak agar aktivitas masyarakat dan perekonomian dapat kembali berjalan sebagaimana mestinya.
Bagi Putu Eka Nurcahyadi dan kader PDI Perjuangan Marga, aksi tersebut merupakan wujud kehadiran langsung di tengah masyarakat yang membutuhkan bantuan.
Ketika warga menghadapi kesulitan mendapatkan BBM, mereka berupaya memberikan dukungan melalui langkah sederhana yang bisa dilakukan di lapangan.
Air minum dan masker memang tidak serta-merta menyelesaikan persoalan antrean. Namun, bantuan tersebut setidaknya dapat meringankan beban warga selama menunggu.
Di sisi lain, masyarakat tetap menantikan langkah konkret untuk memulihkan pasokan dan distribusi BBM sehingga antrean panjang segera berakhir dan aktivitas sehari-hari kembali normal. (red)










