Bali Tanam 35 Ribu Pohon, Gubernur Koster: Jaga Alam, Cegah Banjir!

Screenshot_20251026_144147_WhatsAppBusiness
Pemprob Bali menggelar Gotong Royong Semesta Berencana serentak di seluruh kabupaten/kota, dipusatkan di bantaran daerah aliran sungai (DA) Tukad Ayung, Karang Dalem, Desa Bongkasa Pertiwi, di tenpat, Minggu (26/10/2025)

Barometer Bali | Badung — Pemerintah Provinsi Bali menggelar Gotong Royong Semesta Berencana serentak di seluruh kabupaten/kota, Minggu (26/10/2025), dengan menanam 35.750 pohon dan membersihkan sejumlah daerah aliran sungai (DAS). Gerakan besar ini menjadi aksi nyata menjaga kelestarian alam sekaligus mengantisipasi potensi banjir menjelang musim hujan.

Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan, kegiatan ini bukan sekadar rutinitas lingkungan, tetapi langkah strategis menghadapi puncak musim hujan yang diprediksi terjadi antara November 2025 hingga Februari 2026.

Berita Terkait:  Koster Tegaskan Seni sebagai Jiwa Peradaban dalam Singgasana Seni Bung Karno

>“Titiang sudah rapat dengan Kepala BMKG. Diprediksi akan terjadi hujan lebat dalam beberapa bulan ke depan, maka kita harus siaga sejak dini agar tidak terulang bencana banjir seperti sebelumnya,” kata Koster.

Selain bersifat antisipatif, kegiatan ini juga bertepatan dengan Rahina Tumpek Wariga, hari suci untuk menghormati tumbuh-tumbuhan. Dalam momen ini, Koster mengajak masyarakat Bali meneladani kearifan lokal Wana Kerthi dengan menanam pohon sebagai bentuk rasa syukur dan pengabdian kepada alam.

Berita Terkait:  Koster Resmi Berlakukan Perda Lahan Produktif, Tegas Larang Praktik Nominee di Bali

“Tumbuh-tumbuhan selalu memberi kehidupan bagi manusia. Maka sudah sepatutnya kita tidak hanya memetik hasilnya, tetapi juga menanam kembali untuk menjaga keseimbangan alam,” ujar Koster.

Sebanyak 29.282 orang dari berbagai unsur terlibat, mulai dari ASN Pemprov dan kabupaten/kota, TNI, Polri, masyarakat adat, pelajar, mahasiswa hingga komunitas lingkungan. Total lahan yang ditanami mencapai 591,39 hektar dengan beragam jenis tanaman, antara lain goa, kayu, kelapa, tanaman upacara, dan tanaman konservasi.

Sementara itu, kegiatan pembersihan sungai difokuskan pada tiga DAS utama, yakni Tukad Ayung, Tukad Badung, dan Tukad Mati, yang mengalir melintasi beberapa kabupaten/kota di Bali. Untuk daerah lain seperti Jembrana, Buleleng, Karangasem, dan Klungkung, pembersihan dilakukan di sungai-sungai prioritas berdasarkan tingkat kerawanan bencana.

Berita Terkait:  Gubernur Koster Serahkan Bantuan Korban Banjir Banjar Rp1,26 Miliar

Koster berharap gerakan gotong royong ini menjadi budaya berkelanjutan, bukan hanya kegiatan seremonial.

“Menjaga alam bukan tugas pemerintah semata, tapi kewajiban kita semua. Kalau alam terjaga, kehidupan pun akan lestari,” tegasnya. (red)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI