Barometer Bali | Tabanan – Semangat nasionalisme membentang nyata di Taman Perjuangan Singasana, Selasa (4/8), ketika Bendera Merah Putih sepanjang 100 meter dibentangkan dalam Parade Singasana Merah Putih sebagai bagian dari rangkaian HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Kabupaten Tabanan Tahun 2026. Di tengah lautan masyarakat yang memadati kawasan tersebut dengan penuh antusias, Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., hadir membuka secara resmi parade yang menjadi simbol persatuan dan kebanggaan terhadap Tanah Air.
Sebelum parade dimulai, Bupati Sanjaya bersama jajaran Forkopimda Kabupaten Tabanan mengawali rangkaian dengan penancapan Bendera Merah Putih. Selanjutnya, pembukaan acara ditandai dengan pelepasan balon, yang mengiringi dimulainya Parade Singasana Merah Putih dalam suasana penuh semangat kemerdekaan.
Antusiasme masyarakat Tabanan dalam menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI tampak dari ramainya Taman Perjuangan Singasana oleh warga yang hadir menyaksikan jalannya parade. Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Sekretaris I TP PKK Kabupaten Tabanan yang mewakili Ketua TP PKK, Wakil I Ketua DPRD Kabupaten Tabanan mewakili Ketua DPRD, perwakilan Danrindam IX/Udayana, jajaran Forkopimda, Sekda Tabanan beserta Ketua DWP, para Asisten Setda, perangkat daerah dan kepala bagian di lingkungan Setda Tabanan, para direktur instansi vertikal, serta para peserta parade.
Parade diawali dengan penampilan 70 orang Paskibraka yang membawa semangat Merah Putih, dilanjutkan Drumband Poltrada dan momen utama berupa pembentangan Bendera Merah Putih sepanjang 100 meter. Bentangan Sang Saka yang melintasi kawasan parade menjadi simbol penghormatan terhadap perjuangan para pahlawan sekaligus pengingat bahwa kemerdekaan Indonesia lahir melalui pengorbanan yang besar.
Bupati Sanjaya menegaskan, pembentangan bendera tersebut bukan sekadar atraksi dalam rangkaian perayaan kemerdekaan, melainkan memiliki makna mendalam sebagai bentuk penghormatan kepada para pejuang yang telah mengantarkan Indonesia menuju kemerdekaan. “Pembentangan bendera 100 meter, sebagai pengingat bahwa negara kita di hari kemerdekaan RI ke-81 dimerdekakan oleh para pejuang kita,” ujar Sanjaya.
Menurutnya, semangat kemerdekaan di Tabanan tidak berhenti pada satu kegiatan, tetapi diwujudkan melalui berbagai rangkaian acara yang melibatkan masyarakat dan mengangkat keberagaman budaya. “Dengan ucapan syukur kami dan terima kasih, dengan berbagai macam acara. Bukan hanya bentangan bendera 100 meter tetapi semua budaya kita tampilkan,” lanjutnya.
Semangat tersebut kemudian diterjemahkan dalam rangkaian parade yang menampilkan keberagaman Nusantara. Parade pakaian Nusantara diiringi Baleganjur SMP Negeri 1 Tabanan, disusul parade pakaian profesi oleh TK Bhayangkari Tabanan. Kemeriahan juga hadir melalui penampilan Drumband TK Saraswati Tabanan, TK Santa Maria Immaculata Tabanan, SD Saraswati Tabanan, SD Negeri 8 Banjar Anyar, hingga Drumband SMP Negeri 2 Tabanan.
Tidak berhenti di sana, Parade Harmoni Nusantara Jayaning Singasana turut mempertemukan berbagai simbol budaya, mulai dari naga, barongsai, barong bangkung, hingga Tari Woleka dan Gandrung. Kehadiran komunitas sepeda ontel melengkapi parade, memperlihatkan bagaimana perayaan kemerdekaan dapat menjadi ruang bersama untuk merayakan budaya, kreativitas, sekaligus kebersamaan masyarakat Tabanan.
Bagi Bupati Sanjaya, keberagaman yang ditampilkan dalam parade menjadi pesan penting bahwa Indonesia merupakan bangsa besar yang dibangun dari berbagai latar budaya dan suku. “Kita sebagai negara besar harus saling menghormati budaya suku dan persatuan,” tegasnya, seraya menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan di tengah keberagaman.
Sanjaya juga menyampaikan apresiasi kepada panitia penyelenggara serta seluruh pihak yang telah terlibat dalam menyemarakkan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Tabanan. Ia menilai rangkaian kegiatan yang dimulai sejak 4 Agustus tersebut menunjukkan besarnya semangat gotong royong masyarakat Tabanan. “Di Tabanan selalu diawali dengan kemeriahan dan semangat serta gotong royong, apalagi dalam menyambut HUT Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81,” ungkapnya.
Pihaknya menambahkan, semangat tersebut sekaligus menjadi bentuk rasa syukur dan penghormatan kepada para pejuang bangsa. “Kita patut bersyukur dan berterima kasih khususnya kepada para pejuang Republik Indonesia yang telah memerdekakan Republik ini. Bukan hanya dengan tetesan air mata, jiwa ragapun dipertaruhkan untuk memerdekakan bangsa Indonesia, patutlah kita bersyukur dan berbangga,” kata Sanjaya.
Mengusung tema HUT ke-81 Kemerdekaan RI, “Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”, Sanjaya berharap momentum kemerdekaan menjadi penguat komitmen bersama untuk menjaga kedaulatan, memperkuat persatuan, menghadirkan keadilan serta mewujudkan kesejahteraan. “Tujuan kami di Pemerintah Kabupaten Tabanan bagaimana kami dengan Forkopimda dan seluruh elemen masyarakat semuanya, menjaga persatuan dan kesatuan di Tabanan,” jelasnya. Semangat tersebut, menurutnya, sejalan dengan visi pembangunan Kabupaten Tabanan menuju Tabanan yang Aman, Unggul dan Madani (AUM). (rah)










