Barometerbali.com | Denpasar – Berikut adalah 4 minuman tradisional penurun darah tinggi yang mudah dibuat sendiri di rumah menggunakan bahan-bahan herbal alami:
1. Air Rebusan Seledri
Seledri mengandung senyawa phthalides yang dapat membantu mengendurkan jaringan pada dinding pembuluh darah arteri.
Selain itu, seledri kaya akan kalium dan magnesium yang berperan penting dalam menjaga stabilitas tekanan darah.
Bahan: 1 ikat daun seledri segar dan 2 gelas air.
Cara Membuat: Cuci bersih seledri, potong-potong, lalu rebus dengan 2 gelas air hingga mendidih dan airnya menyusut menjadi 1 gelas. Saring dan minum selagi hangat.
2. Wedang Jahe
Jahe bekerja secara alami dengan cara menghambat saluran kalsium (calcium-channel blocker) dan bertindak sebagai ACE inhibitor, mirip dengan cara kerja beberapa obat darah tinggi.
Konsumsi 2–4 gram jahe per hari diketahui dapat membantu mengurangi risiko hipertensi.
Bahan: 1-2 ruas jahe (dimemarkan atau diiris), 1 batang serai (opsional, untuk aroma), dan 2 gelas air.
Cara Membuat: Rebus semua bahan hingga air mendidih dan aromanya keluar harum. Tuang ke dalam gelas, Anda bisa menambahkan sedikit madu murni sebagai pemanis alami jika suka.
3. Teh Rosella (Teh Hibiscus)
Bunga rosella kaya akan kandungan antosianin, fenolik, dan antioksidan tinggi.
Teh herbal dari bunga ini terbukti efektif membantu menurunkan tekanan darah sistolik maupun diastolik secara alami.
Bahan: 3-5 kelopak bunga rosella kering dan 1 gelas air panas.
Cara Membuat: Seduh kelopak rosella kering dengan air panas. Biarkan selama 5-10 menit hingga air berubah warna menjadi merah pekat dan terasa agak asam. Saring dan minum secara teratur.
4. Air Rebusan Daun Salam
Selain sering digunakan sebagai bumbu dapur, daun salam memiliki efisiensi yang baik dalam menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik.
Bahan: 10 lembar daun salam segar atau kering dan 2 gelas air.
Cara Membuat: Rebus daun salam dengan 2 gelas air hingga tersisa 1 gelas saja. Saring airnya, lalu minum selagi hangat secara rutin (disarankan 30 menit sebelum sarapan).
Minuman tradisional ini bersifat sebagai pendukung.
Jika Anda sudah mengonsumsi obat penurun darah tinggi dari dokter, selalu konsultasikan terlebih dahulu sebelum rutin meminum ramuan herbal ini agar tidak terjadi penurunan tekanan darah secara drastis (hipotensi). (ari)











