BFHF 2026 Ditutup, Hockey Bali Dorong Sport Tourism dan Bidik Lebih Banyak Peserta Mancanegara

IMG-20260914-WA0066
FRIENDSHIP HOCKEY FESTIVAL - Penutupan Bali Friendship Hockey Festival yang dilaksanakan di Lapangan Banteng Seminyak, pada Minggu (13/9/2026) (Barometerbali/Rian)

Barometer Bali | Denpasar – Bali Friendship Hockey Festival (BFHF) 2026 resmi berakhir. Ajang yang mempertemukan atlet Hockey dari dalam dan luar negeri tersebut berlangsung selama dua hari yakni 12- 13 September 2026. BFHF ini juga tidak hanya menjadi wadah kompetisi, tetapi juga diharapkan mampu memperkuat perkembangan olahraga Hockey sekaligus mendorong potensi sport tourism di Bali.

Ketua Panitia BFHF 2026, Dave Helmy Willem, mengatakan penyelenggaraan tahun ini mendapat respons positif dari para peserta. Sejumlah negara turut ambil bagian dalam festival tersebut, di antaranya Indonesia, Singapura, dan Australia.

“Kali ini diikuti oleh enam negara. Ada Indonesia, Singapura, terus ada dari Australia. Kita berharap tahun depan lebih banyak lagi,” kata Dave disela-sela acara penutupan BFHF, pada Minggu (13/9/2026).

Menurut Dave, Bali memiliki daya tarik yang kuat untuk dikembangkan sebagai destinasi sport tourism. Peserta dari luar negeri yang datang untuk mengikuti pertandingan juga memiliki kesempatan menikmati berbagai destinasi wisata di Bali.

“Karena Bali itu kalau kita jual punya nilai wisata yang baik. Jadi cukup menarik. Karena kalau ke sini mereka enggak hanya bermain, mereka bisa berwisata Bali,” ujarnya.

Ia bahkan menyebut terdapat peserta yang menyampaikan rencana membawa tim dari Amerika Serikat untuk mengikuti BFHF pada tahun berikutnya.

Berita Terkait:  Presiden Prabowo Groundbreaking PLTS Gilimanuk, Jembrana Sambut Meriah

“Ada yang bilang, karena dia kerja di Amerika, dia bilang tahun depan saya akan bawa tim dari Amerika. Mudah-mudahan,” ungkapnya.

Dave menjelaskan, kegiatan festival hoki tersebut telah berlangsung berulang kali dan jika ditotal telah mencapai sekitar penyelenggaraan ke-15. Karena itu, pihaknya berkomitmen melakukan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan pada tahun mendatang.

“Ini sebenarnya sudah berlangsung cukup lama. Kalau ditotal mungkin sudah ke-15 kalinya. Jadi cukup lama, kita berharap bahwa tahun depan kita bisa mempersiapkan lebih baik,” katanya.

Dalam pelaksanaan BFHF 2026, kondisi cuaca Bali yang cukup panas menjadi salah satu tantangan bagi sebagian peserta, terutama atlet yang datang dari Australia.

“Mungkin karena ada sebagian mereka yang kepanasan. Karena di Bali ini cuacanya, apalagi yang dari Australia, mereka sangat kepanasan,” kata Dave.

Meski demikian, kondisi tersebut tidak menjadi persoalan besar bagi para peserta. Pertandingan tetap berlangsung dengan menjunjung tinggi sportivitas.

“Itulah hoki lapangan. Tapi mereka enggak komplain soal itu. Kalau ada kadang-kadang ada kesalahan sedikit, ya itu namanya olahraga. Tapi kita tetap junjung sportivitas,” tegasnya.

Dave berharap pengalaman dari penyelenggaraan tahun ini dapat menjadi bahan evaluasi untuk pelaksanaan BFHF berikutnya.

Berita Terkait:  Bupati Satria Launching TC Fisik 285 Atlet Klungkung Menuju Porprov Bali 2027

“Kita akan evaluasi, kita berharap kita akan perbaiki di tahun depan,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Federasi Hoki Indonesia (FHI) Bali sekaligus FHI Badung, Jro Gede Widiarta, atau akrab di sapa Jro Widi menilai pelaksanaan BFHF 2026 berjalan dengan baik dan lancar.

Ia menilai kehadiran tim-tim dari luar negeri memberikan dampak positif terhadap perkembangan atlet hoki di Bali. Para atlet lokal mendapatkan pengalaman bertanding menghadapi tim dengan kualitas nasional maupun internasional.

“Kita sangat berharap juga di tingkat Bali. Semua peserta di Bali yang hari ini juga hadir untuk bertanding, mereka sudah menunjukkan peningkatan kualitas bertanding,” ujarnya.

Menurutnya, peningkatan tersebut terlihat dari kemampuan atlet Bali memberikan perlawanan terhadap tim-tim nasional dan internasional. Bahkan, beberapa di antaranya mampu memenangkan pertandingan.

“Bahkan melawan tim-tim nasional dan bahkan internasional, mereka mampu untuk menahan dan bahkan ada yang sampai memenangkan pertandingan. Sangat luar biasa hari ini,” ungkapnya.

Di balik suksesnya penyelenggaraan BFHF 2026, Jro Widi mengakui masih terdapat kendala yang perlu mendapat perhatian, khususnya terkait ketersediaan sarana dan prasarana olahraga hoki di Bali.

Berita Terkait:  PWI Bali Bidik Medali Porwanas XV Lampung, Siapkan 25 Wartawan

Menurutnya, Lapangan Banteng Seminyak selama ini menjadi salah satu fasilitas utama yang digunakan untuk menggelar kegiatan hoki.

“Ini yang menjadi kendala kami, terutama di hoki di Provinsi Bali dan juga Badung tentunya. Karena satu-satunya event yang kita gunakan ada di Lapangan Banteng ini yang sudah berjalan sampai 12 kali sampai saat ini,” jelasnya.

Karena itu, pihaknya berharap pengembangan fasilitas hoki di Bali ke depan mendapat perhatian lebih serius dari pemangku kepentingan, termasuk KONI dan pemerintah daerah.

Sebelumnya, pembukaan BFHF 2026 juga mendapat dukungan dari KONI Bali. Jro Widi mengatakan pihaknya berharap dukungan tersebut dapat berlanjut sehingga olahraga hoki memiliki fasilitas yang lebih memadai.

“Kemarin dibuka oleh Ketua KONI yang diwakili oleh Pak Maryoto, sudah berjalan dan beliau juga sudah memberikan harapan bahwa ke depan hoki akan menjadi perhatian dari KONI dan provinsi tentunya,” katanya.

Ia berharap BFHF dapat kembali digelar dengan jumlah peserta yang lebih besar, terutama dari mancanegara.

“Harapan kami untuk selanjutnya, semoga BHF ini bisa berjalan baik dan lancar tahun depan. Kita bertemu kembali dan banyak lagi peserta-peserta mancanegara yang bisa mengikuti event BFHF ini,” pungkasnya. (rian)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI