Barometer Bali | Denpasar – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Denpasar memperkuat penanganan penyalahgunaan narkotika melalui pembentukan dan konsolidasi Tim Asesmen Terpadu (TAT) tingkat Kota Denpasar.
Langkah tersebut diwujudkan melalui Rapat Konsolidasi Stakeholder Tim Asesmen Terpadu yang dipimpin langsung Kepala BNN Kota Denpasar, Kombes Pol Dr. Leo Dedy Defretes, di Ruang Rapat Kantor BNN Kota Denpasar, Senin (28/9/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi lintas instansi agar pelaksanaan asesmen terpadu berjalan optimal, profesional, akuntabel, dan sesuai ketentuan yang berlaku.
Dalam kapasitasnya sebagai Penanggung Jawab sekaligus Ketua Tim Asesmen Terpadu Tingkat Kota Denpasar, Leo Dedy Defretes memaparkan latar belakang pembentukan TAT, alur layanan asesmen terpadu, hingga pembagian tugas masing-masing unsur yang terlibat.
“Kita harus memastikan proses asesmen berjalan sesuai pedoman, tepat waktu, dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegas Leo.
Konsolidasi tersebut melibatkan anggota Tim Asesmen Terpadu BNN Kota Denpasar serta sejumlah stakeholder terkait, di antaranya BNN Provinsi Bali, Satnarkoba Polresta Denpasar, RSUD Wangaya, RS Bhayangkara, dan Universitas Udayana.
Dalam arahannya, Leo menekankan pentingnya keseimbangan antara penegakan hukum dan pendekatan rehabilitasi dalam menangani permasalahan narkotika.
“Penindakan harus tegas terhadap pelaku peredaran gelap narkotika. Namun, bagi pecandu yang membutuhkan pertolongan, penanganannya harus dilakukan secara humanis dan berbasis bukti melalui rehabilitasi,” ujarnya.
Menurutnya, pendekatan tersebut diperlukan agar penanganan perkara narkotika tidak hanya berorientasi pada aspek penegakan hukum, tetapi juga memberikan ruang bagi proses pemulihan bagi mereka yang membutuhkan rehabilitasi.
Ia juga meminta seluruh anggota TAT memahami dan mematuhi pedoman teknis, termasuk batas waktu penerbitan rekomendasi hasil asesmen.
“Setiap proses harus berjalan sesuai prosedur, tepat waktu, dan akuntabel,” katanya.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi berbagi pengalaman (sharing session) dan tanya jawab antarpemangku kepentingan. Forum tersebut menjadi ruang untuk mengidentifikasi berbagai kendala sekaligus merumuskan langkah mitigasi dalam pelaksanaan program Tim Asesmen Terpadu.
Melalui penguatan koordinasi tersebut, BNN Kota Denpasar berkomitmen meningkatkan sinergi lintas sektor dalam menangani permasalahan narkotika dengan mengedepankan kepastian hukum, pemulihan, dan nilai-nilai kemanusiaan. (rian)










