Buang Limbah Sembarangan, Warga Desa Gandekan Keluhkan Bau Tidak Sedap Imbas Peternakan Ayam Petelur

InCollage_20250529_200350157_9K8dxQXM65
Foto: Bau yang tidak sedap diduga akibat pembuangan limbah dari peternakan ayam petelur milik saudara 'Didik', Rabu (28/05/2025). (Barometerbali/redho)

Barometer Bali | Blitar – Beberapa warga Desa Gandekan, Kecamatan Wonodadi, Kabupaten Blitar, mengeluhkan adanya bau yang tidak sedap diduga akibat pembuangan limbah dari peternakan ayam petelur milik saudara ‘Didik’, Rabu (28/05/2025).

Dari aduan masyarakat warga Desa Gandekan yang meminta namanya disamarkan kepada awak media menjelaskan, bau tidak sedap itu sering tercium ketika peternakan ayam petelur milik saudara Didik membuang limbahnya ke aliran sungai Kali Brantas yang ada di belakang kadang ayam tersebut.

Terlihat di bak kontrol penampung limbah dari pertenakan tersebut, tampak banyak belatung yang mengelilingi bak kontrol, dan dari bak kontrol tersebut air limbahnya dibuang atau dialirkan langsung melalui pipa ke sungai Kali Brantas.

Berita Terkait:  Insentif Digital untuk Lingkungan: Bluebird, Rekosistem, dan BCA Digital Hadirkan Waste Station Terintegrasi di Bali

“Kandangnya sudah ada sekitar 5 tahunan mas, kejadian seperti ini sebenarnya sudah berlangsung cukup lama, kurang lebih sekitar 1 tahun,” terang warga, Rabu (21/05/2025).

“Kita sudah pernah mengadukan ke pihak Desa Gandekan, lalu dimediasi oleh pihak desa dan ada beberapa orang dari dinas mana saya juga tidak tau. Disana kita tidak bisa apa-apa karna memang kita tidak tau aturan dan peraturan daerahnya(PERDA) bagaimana,” imbuhnya.

Berita Terkait:  Alami Hipotermia, Tim SAR Evakuasi Pendaki Gunung Agung

Sementara itu, Didik selaku pemilik peternakan ayam petelur tersebut saat di konfirmasi awak media, kemarin, Selasa (27/05/2025), terkesan menolak dan membentak awak media untuk mencari kebenaran dilokasi tersebut.

Saat awak media memperkenalkan diri dengan sopan, tindakan didik seolah menyepelekan dengan nada yang tidak sopan.

“Sudah ndak perlu memperkenalkan, urusanya Njenengan apa?,” tanya Didik kepada awak media dengan nada yang merendahkan awak media.

Padahal disana, awak media hanya mencoba mengklarifikasi terkait aduan masyarakat perihal pembuangan limbah peternakan ayam miliknya ke Sungai Kali Brantas, justru ia membuang jawabanya ke pihak desa dan dinas terkait.

Berita Terkait:  Libur Akhir Tahun, Bandara Ngurah Rai Layani 581 Ribu Penumpang dalam Sepekan

“Kalau mengadukan ke kantor desa, nanti dinas peternakan, dinas lingkungan hidup, nanti selesai, hasilnya seperti apa silahkan,” jawab Didik sambil menggebrak meja yang ada disana.

Lebih lanjut, Didik juga menambahkan, bahwa usaha peternakan ayam petelur miliknya susah mempunyai ijin Analisis Mengenai Dampak Lingkung (AMDAL) dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Blitar,dan juga sudah ada ijin dari Dinas Provinsi Jawa Timur. (redho)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI