Bupati Kembang Dorong Dialog Lintas Agama Jaga Kondusivitas Daerah

IMG-20251219-WA0020_5MaEaIV89I
Foto: Dialog Kerukunan Lintas Agama bertema “Melalui Kegiatan Dialog Kerukunan Umat Beragama Kita Eratkan Rasa Persaudaraan di Tengah Keberagaman” yang digelar di Ballroom Gedung Kesenian, Ir. Soeakarni, Kamis (18/12). (barometerbali/hum/rah)

Barometer Bali | Jembrana – Bupati Kembang Hartawan mendorong penguatan dialog lintas agama sebagai upaya menjaga kondusivitas daerah.

Hal tersebut disampaikannya saat membuka kegiatan Dialog Kerukunan Lintas Agama bertema “Melalui Kegiatan Dialog Kerukunan Umat Beragama Kita Eratkan Rasa Persaudaraan di Tengah Keberagaman” yang digelar di Ballroom Gedung Kesenian, Ir. Soeakarni, Kamis (18/12).

Bupati Kembang menegaskan bahwa Jembeana merupakan daerah dengan kehidupan masyarakat yang majemuk. Perbedaan agama, budaya, dan latar belakang sosial harus dikelola dengan baik melalui komunikasi yang terbuka dan berkelanjutan agar tercipta suasana aman dan harmonis.

Berita Terkait:  Perkuat Sinergi Pengelolaan Pangan dan Ketahanan Daerah, Bupati Badung Terima Kunjungan Pemkab Tapin

“Dialog lintas agama menjadi ruang penting untuk membangun saling pengertian dan memperkuat persaudaraan. Dengan komunikasi yang baik, potensi gesekan sosial dapat dicegah sejak dini sehingga kondusivitas daerah tetap terjaga,” ujarnya.

Bupati Kembang menyebut dalam waktu dekat ini umat kristiani akan menyambut dan merayakan Hari Raya Natal pada bulan Desember ini. Selanjutnya pada tahun yang akan datang, tepatnya di bulan Maret, umat Hindu akan melaksanakan Hari Raya Nyepi dan umat Muslim akan merayakan Hari Raya Idul Fitri.

Berita Terkait:  5 Perusahaan Jepang Gelar Seleksi Mengemudi Calon Pekerja Migran Jembrana

Dua hari raya ini, kata Kembang berlangsung dalam waktu yang berhimpitan, sehingga membutuhkan kesiapan, pengertian, dan kerja sama seluruh elemen masyarakat.

“Kondisi ini tentu menjadi ujian sekaligus peluang bagi kita semua untuk kembali meneguhkan komitmen dalam menjaga kerukunan, toleransi, dan harmoni kehidupan beragama ditengah keberagaman yang kita miliki,” ungkapnya.

Ia juga mengapresiasi peran tokoh agama, tokoh masyarakat, serta Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jembrana yang selama ini aktif menjaga toleransi dan menjadi perekat persatuan di tengah masyarakat.

Berita Terkait:  Tinjau MPLS, Bupati Kembang Minta Ciptakan Suasana Sekolah yang Ramah dan Bebas Perploncoan

Kegiatan dialog berlangsung interaktif dengan sesi diskusi dan penyampaian pandangan dari masing-masing perwakilan agama. Melalui dialog ini, seluruh pihak berkomitmen untuk terus menjaga kerukunan dan kondusivitas daerah di tengah keberagaman masyarakat Jembrana. (hum/rah)

BERITA TERKINI

IMG-20260808-WA0205

Lepas Kontingen Jamnas XII, Gubernur Koster Tekankan Pentingnya Karakter Unggul ‘Nak Bali’ Pramuka Dianggap Wahana Tepat Membentuk SDM Bali Unggul yang Berkarakter, Jujur, dan Berkelakuan Baik Denpasar, KabarBaliSatu Gubernur Bali Wayan Koster menggarisbawahi bahwa pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) Bali unggul tidak cukup hanya mengandalkan kecerdasan kognitif, melainkan harus mendahulukan pembentukan karakter, moral, dan jati diri sebagai Nak Bali. Hal tersebut disampaikan Gubernur Koster saat melepas Kontingen Kwarda Gerakan Pramuka Bali menuju Jamnas XII 2026 di Gedung Wiswa Sabha Utama, Denpasar, Jumat (7/8/2026). Menurut Koster, Gerakan Pramuka merupakan wahana pendidikan disiplin yang sangat sejalan dengan visi pembangunan Bali Nangun Sat Kerthi Loka Bali, khususnya dalam menyiapkan calon-calon pemimpin masa depan. “SDM Bali unggul itu yang utama dibangun adalah karakternya, jati dirinya, identitasnya sebagai Nak Bali. Karena nature-nya, original-nya orang Bali itu baik-baik,” ujar Koster di hadapan ratusan Pramuka Penggalang dan jajaran pengurus Kwarda Bali. Koster menjelaskan, rekam jejak peradaban dan sejarah membuktikan bahwa masyarakat Bali memiliki karakter mendasar yang tekun, ulet, gigih, loyal, serta lebih mengutamakan kewajiban ketimbang hak. Sifat jujur, santun, dan menghormati sesama inilah yang mengantarkan banyak putra-putri Bali sukses menduduki posisi strategis di ranah nasional, mulai dari lembaga hukum, kehakiman, TNI/Polri, hingga sektor transmigrasi. Namun, ia tidak menampik adanya pergeseran ekosistem sosial yang berpotensi mengikis nilai-nilai luhur tersebut. Oleh karena itu, penguatan nilai moral menjadi syarat mutlak dalam pendidikan generasi muda. “Kalau kemampuan kognitifnya yang membentuk profesionalisme itu nomor dua. Yang kita bangun manusia yang baik dulu. Pintar matematik, fisika, atau kimia tapi kalau tidak baik nanti bikin rusak. Pintar saja tidak cukup, baik saja kurang, harus dua-duanya,” tutur Koster. Koster berpesan agar para peserta memanfaatkan momentum Jamnas XII di Cibubur untuk menempa kompetensi afektif, kognitif, dan psikomotorik secara seimbang sebagai bekal melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi hingga dunia kerja.

BERITA TERKINI

IMG-20260808-WA0205

Lepas Kontingen Jamnas XII, Gubernur Koster Tekankan Pentingnya Karakter Unggul ‘Nak Bali’ Pramuka Dianggap Wahana Tepat Membentuk SDM Bali Unggul yang Berkarakter, Jujur, dan Berkelakuan Baik Denpasar, KabarBaliSatu Gubernur Bali Wayan Koster menggarisbawahi bahwa pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) Bali unggul tidak cukup hanya mengandalkan kecerdasan kognitif, melainkan harus mendahulukan pembentukan karakter, moral, dan jati diri sebagai Nak Bali. Hal tersebut disampaikan Gubernur Koster saat melepas Kontingen Kwarda Gerakan Pramuka Bali menuju Jamnas XII 2026 di Gedung Wiswa Sabha Utama, Denpasar, Jumat (7/8/2026). Menurut Koster, Gerakan Pramuka merupakan wahana pendidikan disiplin yang sangat sejalan dengan visi pembangunan Bali Nangun Sat Kerthi Loka Bali, khususnya dalam menyiapkan calon-calon pemimpin masa depan. “SDM Bali unggul itu yang utama dibangun adalah karakternya, jati dirinya, identitasnya sebagai Nak Bali. Karena nature-nya, original-nya orang Bali itu baik-baik,” ujar Koster di hadapan ratusan Pramuka Penggalang dan jajaran pengurus Kwarda Bali. Koster menjelaskan, rekam jejak peradaban dan sejarah membuktikan bahwa masyarakat Bali memiliki karakter mendasar yang tekun, ulet, gigih, loyal, serta lebih mengutamakan kewajiban ketimbang hak. Sifat jujur, santun, dan menghormati sesama inilah yang mengantarkan banyak putra-putri Bali sukses menduduki posisi strategis di ranah nasional, mulai dari lembaga hukum, kehakiman, TNI/Polri, hingga sektor transmigrasi. Namun, ia tidak menampik adanya pergeseran ekosistem sosial yang berpotensi mengikis nilai-nilai luhur tersebut. Oleh karena itu, penguatan nilai moral menjadi syarat mutlak dalam pendidikan generasi muda. “Kalau kemampuan kognitifnya yang membentuk profesionalisme itu nomor dua. Yang kita bangun manusia yang baik dulu. Pintar matematik, fisika, atau kimia tapi kalau tidak baik nanti bikin rusak. Pintar saja tidak cukup, baik saja kurang, harus dua-duanya,” tutur Koster. Koster berpesan agar para peserta memanfaatkan momentum Jamnas XII di Cibubur untuk menempa kompetensi afektif, kognitif, dan psikomotorik secara seimbang sebagai bekal melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi hingga dunia kerja.

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI