Barometer Bali | Klungkung – Bupati Klungkung, I Made Satria menerima peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta di Ruang Rapat Praja Mandala, Kantor Bupati Klungkung, Senin (22/6). Kehadiran para mahasiswa tersebut merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang akan dilaksanakan di Kecamatan Nusa Penida selama 50 hari.
Dosen Pembimbing Lapangan, Kurnia Widiastuti, menyebutkan, sebanyak 30 mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu akan mengikuti kegiatan KKN di Desa Jungutbatu dan Desa Lembongan. Mereka berasal dari Fakultas Teknik Arsitektur, Teknik Industri, Teknik Mesin, Pertanian, Teknologi Pangan, Pendidikan Dokter Koas, Keperawatan, Psikologi, Sosiologi, Hukum, hingga Manajemen. KKN tahun ini mengusung tema, Penguatan Hulu Hilir Pengelolaan Sampah. “Melalui tema tersebut, mahasiswa akan mengimplementasikan prototipe yang telah dikembangkan di kampus untuk diuji coba secara langsung pada skala rumah tangga, sekolah, maupun Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) yang ada di desa,” ujar Kurnia Widiastuti.
Sementara itu, Bupati Klungkung, I Made Satria menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta KKN UGM yang telah memilih Kabupaten Klungkung sebagai lokasi pelaksanaan program pengabdian masyarakat.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Klungkung, saya mengucapkan selamat datang dan terima kasih kepada Universitas Gadjah Mada yang telah memilih Klungkung, khususnya Nusa Penida, sebagai lokasi pelaksanaan KKN. Tema yang diangkat sangat relevan dengan program prioritas pemerintah daerah dalam penanganan sampah,” ujar Bupati Satria.
Bupati berharap para mahasiswa dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan untuk membantu masyarakat dalam meningkatkan kesadaran dan praktik pengelolaan sampah yang baik, mulai dari pemilahan hingga pengolahan.
Selain itu, mahasiswa juga diharapkan mampu menjalin komunikasi yang baik dengan masyarakat sehingga program yang dijalankan dapat diterima dan memberikan manfaat nyata bagi warga setempat.
“Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat, saya berharap berbagai inovasi yang dihasilkan selama pelaksanaan KKN dapat memberikan kontribusi positif dalam mendukung terwujudnya pengelolaan sampah yang berkelanjutan serta peningkatan kualitas lingkungan dan pariwisata di Kabupaten Klungkung,” pungkasnya. (rah)










