Di Pengujung Tahun, 3 PMI asal Jembrana Meninggal

Foto: Guna memastikan informasi PMI asal Jembrana meninggal dunia di Jepang, Kepala Bidang Penempatan dan Pengembangan Tenaga Kerja, Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian melakukan pengecekan ke rumah keluarga almarhum di Desa Penyaringan, Kamis (2/1/2025). (sumber: barometerbali/217)

Jembrana | barometerbali – Kabar duka kembali datang dari Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Jembrana, Bali. Seorang pekerja di peternakan babi di Jepang dikabarkan meninggal, Selasa (31/12/24) waktu setempat.

Dari informasi yang diperoleh, PMI yang meninggal di Jepang bernama I Komang Sudiarna (50) asal Lingkungan Bilukpoh, Kelurahan Tegalcangkring, Kecamatan Mendoyo. Korban meninggal setelah mengalami kecelakaan kerja di tempat bekerjanya di Jepang.

Berita Terkait:  Latihan Keadaan Darurat Bandara Ngurah Rai Libatkan 860 Personel, Uji Penanganan Kebakaran hingga Kecelakaan Pesawat

“Berdasarkan keterangan keluaga korban, yang bersangkutan meninggal dunia saat bekerja pada pengujung tahun 2024. Almarhum diketahui sudah bekerja di Jepang sejak tahun 2019 dengan skema mandiri,” terang I Putu Agus Arimbawa, Kabid Penempatan dan Pengembangan Tenaga Kerja (P3T) Disnakerperin Jembrana, saat dikonfirmasi Kamis (02/01/25).

Lanjut Agus Arimbawa, saat ini kasus meninggalnya PMI asal Jembrana di Jepang masih menunggu proses investigasi dari pihak kepolisian Jepang. Terkait dengan kepulangan jenazah almarhum, pihaknya belum berani memastikan karena masih menunggu proses investigasi.
“Selama menjalani investigasi, jenazah almarhum dititipkan di rumah sakit di Jepang. Untuk pemulangan jenazah belum bisa dipastikan,” ungkapnya.

Berita Terkait:  23 IKM Bali Terlibat Pameran Kriyanusa 2026, Putri Koster Dorong Kerajinan Bali Tembus Pasar Global

Agus Arimbawa menambahkan berdasarkan keterangan kakak korban yang juga bekerja di Jepang, untuk proses biaya di pihak kepolisian Jepang dan pemulangan jenazah rencananya ditanggung oleh perusahaan tempat almarhum bekerja.

“Atas komunikasi pihak keluarga dan rekan-rekan korban di Jepang, rencananya semua pembiayaan ditanggung oleh majikannya, termasuk biaya pengabenan,” jelas Agus Arimbawa.

Berita Terkait:  Tinggal Tanpa Izin di Bali Selama 2 Tahun 3 Bulan, Bule Rusia Baru Dideportasi

Di pengujung tahun 2024, sudah tiga PMI asal Jembrana meninggal dunia. Sebelumnya dua orang PMI juga meninggal dunia karena sakit yakni I Ketut Andika Yasa (26), asal Banjar Sarikuning, Desa Tukadaya, Kecamatan Melaya, meninggal dunia saat bekerja di kapal pesiar pada 23 November 2024 lalu dan Ni Putu Kariani (44), PMI asal Banjar Taman, Desa Tuwed, Kecamatan Melaya, meninggal di Turki, Sabtu (14/12/24) lalu. (217)

Editor: Ngurah Dibia

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI