Diduga Epilepsi Kumat, Penyebab Putu Nova Meninggal di Selokan

Foto: Tim SAR membongkar beton selokan untuk mengangkat jenazah Putu Nova Apriana (28) dari dalam selokan di belakang SMA PGRI Seririt, Kabupaten Buleleng, Jumat (9/12/2022) siang. (BB/sar)

Buleleng | barometerbali – Jenazah yang ditemukan terjepit di selokan belakang SMA PGRI Seririt, Kabupaten Buleleng, Jumat (9/12/2022) siang akhirnya terkuak identitasnya. Korban bernama Putu Nova Apriana (28), warga Desa Petemon, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng, Bali.

Putu Nova ditemukan tewas usai dua hari tak pulang. Korban ditemukan tak bernyawa di gorong-gorong depan rumah kos milik warga Desa Lokapaksa, Jumat (9/12/2022) sekitar pukul 13.45 Wita.

Paman korban bernama Ketut Nesa mengaku kehilangan korban sejak dua hari lalu setelah keluar dari rumah sekitar pukul 07.00 Wita.

Berita Terkait:  Koster Serahkan Seragam Pecalang di Desa Adat Buleleng, Tegaskan Peran Strategis Desa Adat

“Kami melakukan pencarian kemana-mana. Selain mengalami gangguan mental korban juga mengidap epilepsi,” jelasnya kepada wartawan di lokasi kejadian, Jumat (9/12/2022)

Bahkan sebelum mayatnya ditemukan Ketut Nesa mengaku sempat melihat bungkusan kresek yang biasa dibawa korban disekitar TKP tempat mayat korban ditemukan dalam gorong-gorong. Ia sempat mengkhawatir penyakit epilepsinya kumat.

“Kalau dilihat ciri-cirinya sudah jelas menggunakan celana warna coklat. Dari dulu saya khawatir dia (korban) akan mengalami seperti ini karena sakitnya itu (epilepsi),” tandasnya.

Menurut Nesa, keponakannya memang sering beraktivitas di area itu. “Nggak pernah ke mana-mana, memang di sini saja biasanya beraktivitas,” tegasnya.

Berita Terkait:  Wagub NTT Jhoni Asadoma, Dijadwalkan Akan Temui Sejumlah Kepala Daerah di Bali, Bahas Persoalan Diaspora NTT di Bali

Penemuan jenazah Nova berawal dari warga sekitar mencium bau busuk di sekitar gorong-gorong. Warga pun melaporkan hal tersebut ke Bhabinkamtibmas Kelurahan Seririt.

Basarnas kemudian membongkar beton selokan untuk mengangkat jenazah korban. Korban saat dievakuasi sudah dalam kondisi kaku dengan posisi telungkup.

“Kami dapat laporan dari Bhabinkamtibmas sekitar pukul 13.45 Wita, ada penemuan mayat, lalu kami membobol beton untuk mengevakuasi jenazah korban,” jelas Koordinator Pos SAR Buleleng Dudi Librana Ambarjaya.

Dalam keterangannya disebutkan bahwa proses evakuasi berlangsung kurang lebih 1 jam. Tim membobol beton membuat lubang agar bisa mengakses korban dan mengevakuasinya. Diperkirakan diameter saluran selokan tersebut sekitar setengah meter.

Berita Terkait:  Hujan Deras Picu Bencana di Nusa Penida, Bupati Klungkung Turun Langsung Tinjau Lokasi

“Kami membobol beton gorong-gorong dengan menggunakan teknik Collapse Structure Search and Rescue (CSSR) memerlukan waktu cukup lama disebabkan beton penutup gorong-gorong cukup tebal,” sambung Dudi.

Pada pukul 14.15 wita korban diangkat dari lubang dan selanjutnya dibawa menuju RSUD Kabupaten Buleleng menggunakan ambulans PMI.

Saat dimintai keterangan, Dudi Librana mengatakan korban adalah laki-laki dengan kondisi wajah sudah tidak dikenali, kemungkinan sudah beberapa hari meninggal dunia. Sampai dengan saat ini belum diketahui identitas korban.

Selama proses evakuasi berlangsung turut melibatkan Basarnas Bali (Pos SAR Buleleng), Polsek Seririt, Babinkamtibmas Seririt, BPBD Buleleng, Bhuana Bali Rescue, Tim Medis Puskesmas Seririt, PMI Buleleng dan masyarakat setempat. (BB/501/sar/ay)


BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI