Dorong Hasil Panen Melimpah, Bupati Kembang Ajak Petani Maksimalkan PM-AAS

WhatsApp Image 2026-09-24 at 19.45.59
PANEN BERSAMA - Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, dalam acara Panen Bersama Padi Penerapan PM-AAS (Pertanian Modern - Advanced Agricultural System) yang berlangsung di Subak Tibu Beleng, Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, Kamis (24/9). (Barometer Bali/Rah/Red)

Barometer Bali | Jembrana – Pemerintah Kabupaten Jembrana terus mendukung transformasi sektor pertanian menuju sistem modern guna meningkatkan produktivitas serta kesejahteraan petani. Hal tersebut disampaikan oleh Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, dalam acara Panen Bersama Padi Penerapan PM-AAS (Pertanian Modern – Advanced Agricultural System) yang berlangsung di Subak Tibu Beleng, Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, Kamis (24/9).

Sistem Pertanian Modern PM-AAS ini merupakan program strategis Kementerian Pertanian yang telah diterapkan di percontohan lahan seluas 100 hektar di 15 provinsi di Indonesia, mulai dari Sumatra, Kalimantan, Jawa, Bali, hingga Papua, salah satunya di Kabupaten Jembrana.

Rangkaian kegiatan diawali dengan panen padi bersama di lahan percontohan (demplot) dan dilanjutkan dengan sesi tatap muka serta dialog bersama para krama subak yang diikuti oleh Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian Prof. Dr. Ir. Fadjry Djufry, Direktur Pembenihan Tanaman Pangan Dr. Ir. Ladiyani Retno Widowati, Dandim 1617/Jembrana, para penyuluh pertanian (PPL) se-Kabupaten Jembrana, para tamu undangan serta Ketua Krama Subak se-Kabupaten Jembrana.

Berita Terkait:  Kunker Komisi II DPR RI Soroti Tata Kelola Aset Pemprov Bali, Koster Ungkap Optimalisasi Lahan Nusa Dua

Bupati Kembang menyampaikan optimismenya terhadap efisiensi dan efektivitas penerapan teknologi modern PM-AAS. Menurutnya, inovasi ini terbukti memberikan dampak peningkatan hasil panen yang sangat nyata.

“Dengan sentuhan teknologi dan perlakuan yang berbeda, hasilnya sangat jauh berbeda. Dari sisi biaya operasional kenaikannya hanya sekitar 15%, namun hasilnya bisa meningkat hingga 50%. Dari yang biasanya 6–7 ton per hektar, kini dapat mencapai 10 hingga 11 ton per hektar,” ujarnya.

Bupati Kembang menegaskan bahwa pemerintah pusat dan daerah telah menyiapkan berbagai fasilitas pendukung, mulai dari alsintan (combine harvester dan traktor), kepastian harga gabah yang menguntungkan, ketersediaan pupuk bersubsidi, pendampingan PPL, hingga dukungan penuh dari TNI dan Polri untuk mengawal ketahanan pangan.

Berita Terkait:  Lepas 658 Pelari, Wawali Arya Wibawa Apresiasi Ubung Kaja Run 2026

Ia juga menekankan pentingnya perubahan mindset dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia di kalangan petani, khususnya generasi muda.

“Petani sekarang harus keren dan mau meng-upgrade diri. Jika dulu kita mengolah tanah dengan tenggala (bajak tradisional) lalu berganti traktor, kini ada teknologi penanaman yang lebih baru lagi. Jangan ragu untuk mengikutinya,” tambahnya.

Sejumlah kendala yang dialami oleh para petani juga disampaikan langsung oleh Bupati Kembang terutama kesulitan air di musim kemarau saat ini, selain itu alih fungsi lahan juga mendapat perhatian khusus darinya.

“Kerja sama dengan petani juga kami harapkan. Apabila ada yang merubah lahan sawah untuk perumahan, segera tegur, lapor ke desa, lapor ke Polprades, lapor ke camat. Jangan dibiarkan, karena sekarang aturannya ketat. Jadi para petani sudah di-backup oleh juga TNI/Polri. Ini untuk ketahanan pangan kita,” tegasnya.

Berita Terkait:  Badung Tetapkan Raperda Perubahan APBD 2026

Dilain sisi, Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian, Prof. Dr. Ir. Fadjry Djufry, mengapresiasi kebersamaan kelompok tani di Subak Tibu Beleng yang mau menerapkan pola tanam berkelompok dan serentak guna menekan resiko serangan hama.

Sebagai bentuk komitmen pemerintah pusat, Prof. Fadjry Djufry menegaskan kesiapan untuk menyalurkan bantuan benih gratis secara berkelanjutan bagi petani di Kabupaten Jembrana.

“Petani yang mau menerapkan sistem PM-AAS ini akan dibantu benih gratis sebanyak 70 kg per hektar dari pemerintah. Berapa pun kuota yang diminta Pak Bupati untuk Jembrana, kami siap alokasikan dan berikan semuanya,” ujar Prof. Fadjry.

Melalui panen bersama dan sinergi antara pemerintah pusat, daerah, TNI/Polri, serta krama subak ini, Kabupaten Jembrana optimistis mampu menjadi salah satu lumbung pangan modern yang mandiri dan berkelanjutan di Provinsi Bali. (pro/rah)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI