Barometer Bali | Denpasar – Komisi III DPRD Bali meminta pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Denpasar Raya berjalan sesuai target waktu dan memenuhi standar kualitas.
Hal tersebut disampaikan saat Komisi III DPRD Bali melakukan kunjungan kerja ke lokasi pembangunan PSEL Denpasar Raya bersama Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup (KLH) Provinsi Bali, Senin (2/11/2026).
Ketua Komisi III DPRD Bali Nyoman Suyasa mengatakan kunjungan tersebut bertujuan memastikan proses pembangunan berjalan sesuai perencanaan, baik dari sisi waktu pengerjaan maupun kualitas konstruksi.
Berdasarkan paparan Dinas KLH dan kontraktor proyek, progres pembangunan hingga awal November 2026 telah mencapai 24 persen. Capaian itu dinilai cukup baik mengingat groundbreaking proyek dilakukan pada 8 Juli 2026.
“Baru 24 persen. Jadi sudah cukup cepat. Groundbreaking 8 Juli 2026, baru empat bulan sudah mencapai 24 persen,” kata Suyasa.
Ia menjelaskan, pekerjaan yang telah dilakukan meliputi penataan lahan dan pemasangan tiang pancang. Sejauh ini, pembangunan belum menghadapi kendala berarti. Hanya faktor cuaca hujan yang sedikit menghambat pekerjaan, terutama proses pengeboran untuk pemasangan tiang pancang.
Meski demikian, Suyasa meminta kontraktor tetap menjaga kecepatan pengerjaan tanpa mengabaikan kualitas bangunan. Ia berharap pembangunan PSEL Denpasar Raya dapat rampung pada 2027 dan mulai beroperasi pada awal 2028.
Menurut Suyasa, pembangunan fasilitas tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dalam membantu menyelesaikan persoalan sampah di Bali.
Sementara itu, Kepala Dinas KLH Bali Made Dwi Arbani mengatakan, PSEL Denpasar Raya nantinya memiliki kapasitas pengolahan hingga 1.500 ton sampah per hari.
Kapasitas tersebut diharapkan dapat mengolah sebagian besar sampah yang dihasilkan Kota Denpasar dan Kabupaten Badung. Kedua daerah tersebut rata-rata menghasilkan sekitar 1.900 ton sampah per hari.
Dengan demikian, masih terdapat sekitar 400 ton sampah per hari yang perlu ditangani melalui pengelolaan dari sumbernya.
“Kelebihan sampah itu akan dikelola dari sumbernya,” kata Arbani.
Ia berharap upaya pengurangan dan pemilahan sampah dari sumber tetap dilanjutkan meskipun PSEL Denpasar Raya nantinya telah beroperasi. Pengelolaan sampah sejak sumber dinilai tetap penting untuk mengurangi beban fasilitas pengolahan. (rian)










