Dua Pendaki Tersesat di Gunung Agung Ditemukan Selamat Setelah 4 Jam Pencarian

InCollage_20260909_204727534_inQ3V05T5O
Foto: Tim SAR Gabungan berhasil menemukan kedua pendaki dalam kondisi selamat pada Rabu (9/9/2026) sekitar pukul 13.30 Wita. (Barometer Bali/rah)

Barometer Bali | Karangasem – Operasi SAR terhadap dua pendaki yang dilaporkan tersesat di kawasan Gunung Agung, Kabupaten Karangasem, Bali, membuahkan hasil. Tim SAR Gabungan berhasil menemukan kedua pendaki dalam kondisi selamat pada Rabu (9/9/2026) sekitar pukul 13.30 Wita.

Sebelumnya, Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar menerima laporan mengenai dua pendaki yang tersesat di kawasan Gunung Agung pada Rabu pagi sekitar pukul 08.25 Wita. Keduanya diketahui berada di kawasan Gunung Agung sejak Selasa (8/9/2026) sekitar pukul 17.30 Wita dan mengalami kesulitan untuk kembali.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim SAR Gabungan langsung melakukan pencarian dengan menyisir sejumlah jalur yang diperkirakan menjadi lokasi keberadaan kedua pendaki.

Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem, Putu Handika Bhayangkara, mengatakan berdasarkan informasi mengenai posisi terakhir serta petunjuk yang ditemukan di lapangan, tim memperkirakan kedua pendaki berada di jalur menuju Telung Buana.

Berita Terkait:  Polda Bali Kirim Bantuan Untuk Korban Gempa Di Flores, NTT

Pada pukul 12.00 Wita, tim bergerak melewati kawasan Pura Telaga Mas. Sekitar 15 menit kemudian, sebanyak lima pemandu lokal menyusul dari arah Pura Pasar Agung, Selat, Karangasem, untuk membantu proses pencarian.

Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil. Sekitar pukul 13.30 Wita, SRU 1 melaporkan telah menemukan kedua pendaki di ketinggian sekitar 2.000 meter di atas permukaan laut (mdpl).

“Selama empat jam pencarian, pendaki dapat kami temukan di ketinggian 2.000 mdpl pada pukul 13.30 Wita dengan kondisi selamat dan hanya mengalami kelelahan,” ujar Putu Handika.

Kedua pendaki ditemukan berada di antara Sungai Lebih dan Sungai Telung Buana, kawasan Gunung Agung. Lokasi tersebut memiliki medan yang cukup ekstrem karena berada di kawasan curam dan di luar jalur pendakian resmi.

Berita Terkait:  Dirjen Imigrasi Pimpin Operasi Pengawasan Orang Asing di Bali, Lima WNA Diamankan

Proses evakuasi juga menghadapi tantangan akibat kondisi cuaca berupa hujan ringan dan kabut tebal yang menyebabkan jarak pandang terbatas. Tim harus bergerak secara hati-hati untuk memastikan keselamatan kedua pendaki maupun personel yang melakukan evakuasi.

Untuk mempercepat proses evakuasi, pada pukul 15.45 Wita sebanyak lima personel tambahan bergerak menuju lokasi untuk membantu tim yang berada di lapangan sekaligus membawa tambahan logistik.

Sementara itu, SRU 1 bersama kedua pendaki terus bergerak turun menuju Pura Pasar Agung.

Sekitar pukul 16.45 Wita, seluruh tim SAR Gabungan bersama kedua pendaki berhasil tiba di area parkir Pura Pasar Agung. Kedua pendaki kemudian mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis dari tim Puskesmas Selat Karangasem.

Setelah dipastikan dalam kondisi baik, kedua pendaki selanjutnya dijemput oleh rekan-rekannya untuk kembali menuju Denpasar.

Operasi pencarian dan evakuasi melibatkan berbagai unsur SAR Gabungan, di antaranya Pos SAR Karangasem, BPBD Kabupaten Karangasem, Babinsa Desa Sebudi, Bhabinkamtibmas Desa Sebudi, Polsek Selat, Damkar Karangasem, Puskesmas Selat beserta satu unit ambulans, serta sejumlah kelompok dan pemandu lokal.

Berita Terkait:  Libatkan 13 Negara, Gubernur Koster Buka Kompetisi Keamanan Siber Internasional C2C-CTF 2026

Tim yang turut membantu antara lain Pemandu KUPS Lokal Pasar Agung, Mudi Go To Mountain, KATA (Karangasem Trekking Association), Kelompok Pemandu Pengubengan, Pemandu Gunung Agung Lestari/Edelweis, serta rekan kedua korban.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya, mengimbau masyarakat, khususnya para pendaki, agar melakukan persiapan secara matang sebelum melakukan pendakian.

Pendaki juga diminta memperhatikan kondisi cuaca, menggunakan jalur pendakian resmi, serta tidak memaksakan diri ketika menghadapi kondisi yang berisiko.

“Tak kalah pentingnya harus didampingi oleh pemandu lokal bagi para pendaki pemula,” demikian imbauan I Nyoman Sidakarya. (ay/rah)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI