Barometer Bali | Nusa Penida – Operasi SAR terhadap tiga orang yang dilaporkan hilang setelah speed boat mengalami mati mesin di Perairan Manta Point, Nusa Penida, memasuki hari ketiga pada Senin (14/9/2026). Hingga pencarian berakhir, ketiganya belum ditemukan.
Tim SAR gabungan kembali mengerahkan KN SAR Arjuna 229 dan helikopter FINNS SGi Air Bali untuk melakukan penyisiran di lokasi yang telah ditentukan.
KN SAR Arjuna 229 lepas sandar dari Pelabuhan Benoa sekitar pukul 08.00 Wita menuju area pencarian dengan luas sekitar 45,2 NM². Sebanyak 25 personel terlibat dalam penyisiran tersebut.
Selama kurang lebih empat jam, kapal melakukan pencarian dengan mengitari perairan yang diperkirakan menjadi lokasi keberadaan korban. Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil.
Pencarian kemudian dilanjutkan melalui udara. Helikopter FINNS SGi Air Bali dikerahkan sekitar pukul 15.00 Wita dan melakukan penyisiran selama kurang lebih satu setengah jam. Namun, titik keberadaan korban juga belum berhasil ditemukan.
Kasi Operasi dan Siaga SAR, I Wayan Juni Antara, mengatakan area pencarian telah diplot berdasarkan perhitungan arah dan kecepatan angin serta arus laut.
“Kami sudah ploting area pencarian dengan perhitungan arah dan kecepatan angin serta arus, sesuai dengan perhitungan, namun pencarian dengan kedua alut yang bergerak belum memberikan hasil,” ujarnya.
Selain unsur SAR gabungan, belasan perahu dari kelompok nelayan juga turut membantu melakukan pencarian. Koordinasi dengan VTS Benoa juga telah dilakukan pada pagi dan sore hari.
Adapun tiga orang yang masih dalam pencarian yakni I Nyoman Budiana selaku kapten, serta Keristino Sahreza Avendi Da dan Niko Demios Landena sebagai ABK.
Juni Antara menjelaskan, laporan awal yang diterima tim SAR menyebutkan terdapat satu orang yang masih berada di dalam speed boat yang mengalami mati mesin pada Sabtu (12/9/2026). Namun, pada hari berikutnya pihak keluarga mengonfirmasi bahwa terdapat tiga orang di dalam speed boat tersebut.
Kondisi cuaca dan laut turut menjadi kendala dalam proses pencarian. Berdasarkan laporan tim di lapangan, kecepatan angin berkisar 12 knot dengan ketinggian gelombang laut mencapai 2 hingga 4 meter.
Operasi SAR rencananya kembali dilanjutkan pada Selasa (15/9/2026) pagi dengan melibatkan Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, FINNS SGi Air Bali, Polairud Polda Bali, Lanal Denpasar, kelompok nelayan, serta keluarga korban. (Red/Rah)











