Dua Perempuan Bali Wamen di Kabinet Prabowo Berlatar Belakang Wartawati

Kolase foto: Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka (kiri) sebagai Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Wakil Kepala BKKBN, sementara Ni Luh Enik Ermawati (kanan) akrab disapa Ni Luh Puspa, menjadi Wakil Menteri Pariwisata. (barometerbali/instagram)

Jakarta I barometerbali– Pasca-mengumumkan Kabinet Merah Putih, dan susunan nama menterinya, pada Minggu (20/10/2024) malam, Presiden Prabowo Subianto melanjutkan pengumuman nama wakil menteri, di mana dua di antaranya perempuan asal Bali diangkat sebagai wakil menteri (wamen) di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, (21/10/2024).

Dua wakil menteri tersebut yakni Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, S.Sos, ditunjuk sebagai Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Wakil Kepala BKKBN, dan Ni Luh Enik Ermawati, SE, akrab disapa Ni Luh Puspa, menjadi Wakil Menteri Pariwisata. Kebetulan, kedua wakil menteri perempuan tersebut berlatar belakang wartawati atau bergelut di bidang jurnalistik.

Kedua tokoh ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan, terutama dalam pengembangan pariwisata dan program kependudukan di Indonesia.

Isyana yang juga cucu dari tokoh spiritual sekaligus politisi Bali, alm Gedong Bagoes Oka ini akan membawa pengalaman luasnya dalam dunia media dan politik ke bidang yang dijabatnya pada kementrian.

Dirangkum dari berbagai sumber, Isyana yang lahir 13 September 1980 di Jakarta dari pasangan orang tua I Gusti Benkel Bagoes dan Meike Bagoes Oka ini, sebelumnya adalah seorang model, pembawa acara, penyiar berita, dan anggota dewan pembina Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Ia memulai kariernya dari modeling dengan meraih penghargaan juara favorit pilihan pembaca pada pemilihan Wajah Femina tahun 2000.

Suami dari George Albert Tulaar ini memulai karier jurnalistik sejak tahun 2003, setelah lulus dari jurusan hubungan internasional di Universitas Indonesia (UI). Saat itu, dia diterima sebagai reporter di Trans TV. Setelah sekitar satu tahun bekerja, Isyana pindah ke TV7 (sekarang Trans7) menjadi pembawa acara berita sambil tetap melakukan peliputan. Sejak tahun 2007, ia bergabung di RCTI sebagai pembawa acara berita dan produser program berita Seputar Indonesia. Pada awal tahun 2013, ia pindah ke Metro TV.

Berita Terkait:  Ekonomi Kerthi Bali Dipertegas, Gubernur Koster Fokuskan Koperasi pada Produk Asli Bali

Selama berkarir sebagai wartawati Isyana pernah meliput Tsunami Aceh, Bom Bali II hingga pemilihan presiden Amerika Serikat tahun 2008 yang dimenangkan oleh Barack Obama.

Isyana juga bertugas menjadi wartawati istana kepresidenan saat kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Deretan tokoh yang pernah diwawancarai Isyana antara lain George W. Bush saat menjabat sebagai Presiden Amerika Serikat, Hillary Clinton saat menjabat sebagai Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, bintang dan pelatih sepak bola Pep Guardiola, Cesc Fabregas, Robert Pires hingga Javier Zanetti.

Usai mengundurkan diri dari RCTI pada akhir 2013, Isyana menjadi presenter lepas sejumlah talkshow di berbagai televisi seperti Metro TV, Sindo TV, Kompas TV dan Fox Sports Asia.

Tahun 2014, Isyana bersama beberapa anak muda lainnya seperti Grace Natalie dan Raja Juli Antoni menginisiasi lahirnya Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Tahun 2015, Isyana mengirimkan surat terbuka ke kantor redaksi media-media di Jakarta yang menyatakan dirinya mundur dari dunia jurnalistik dan masuk ke dunia politik sebagai Ketua DPP PSI. Salah satu alasannya adalah terinspirasi almarhum neneknya, Gedong Bagoes Oka yang pernah menjadi anggota DPR dan anggota MPR untuk Utusan Golongan Hindu.

Dalam Pemilu 2019 Isyana bergabung dalam Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin. Isyana juga menjadi Calon Anggota Legislatif dari PSI untuk daerah pemilihan Banten III (Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan) dan termasuk dalam 10 besar perolehan suara teratas dengan 48,819 suara pribadi dan total akumulasi suara PSI di Banten III dengan 130,010 suara. Namun, suara nasional PSI yang tidak melampaui ”parliamentary threshold” sebesar 4 persen membuatnya tidak lolos menjadi anggota DPR-RI.

Sementara itu, Ni Luh Enik Ermawati juga berlatar belakang wartawati Kompas TV akan fokus pada permasalahan pariwisata di Bali, khususnya untuk menangani isu over tourism di daerah Bali Selatan.

Berita Terkait:  Pengawasan Rutin dengan Sidak, Satgas Pangan Polda Bali Sidak Incar Pedagang dan Distributor Nakal Jelang HBK

Ni Luh lahir 18 November 1986 di Banjar Dinas Bululada, Desa Selat, Kecamatan Sukasada, Buleleng dari orang tuanya Ketut Sulastra dan Nyoman Suwiadi. Ketika masih bayi berusia 3 bulan, keluarganya bertransmigrasi ke Sulawesi Barat mengikuti program PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III (Persero) untuk berkebun karet. Tetapi program itu tidak berhasil hanya beberapa tahun di sana dan akhirnya yang membuat saya dan keluarga harus mengadu nasib di Makassar, Sulawesi Selatan.

Kerja keras keluarga Sulastra di rantauan mengharuskan Ni Luh pada usia 7 tahun dikirim kembali ke Bali dan diasuh oleh kakeknya Ketut Sawitra (almarhum) dan neneknya Komang Ratning. Perempuan kecil ini pun bersekolah SD di Buleleng tepatnya di SDN 5 Selat. Jauh dari orang tua mengharuskan Ni Luh tumbuh menjadi anak yang mandiri sejak kecil. Terlebih kakek dan neneknya hanya seorang petani yang penghasilannya pas-pasan untuk mencukupi biaya hidup. 

Sebagai anak pertama dari tiga bersaudara, ia tumbuh besar dalam asuhan kakek dan neneknya. Ni Luh Puspa adalah nama panggilan dirinya waktu kecil dari kakek dan neneknya.

Di tengah kesulitan itu Puspa rajin membantu kakek nenek mengerjakan pekerjaan rumah hingga menyiapkan pakan ternak. Lalu saat menginjak bangku SMP, Puspa sempat diajak kembali ke Makassar dan bersekolah di sana, hingga tamat di SMPN 2 Malili, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan (Sulsel). Namun setelah tamat dia pun kembali ke Bali dan melanjutkan pendidikan di SMA Saraswati Buleleng. Saat kondisi ekonomi orang tuanya sudah stabil dan diangkat menjadi PNS di Pemda Makassar, Ni Luh Puspa kembali ke Makassar. Dia pun menyelesaikan pendidikan S1 Ekonominya di Makassar.

Sebelum terjun ke dunia jurnalistik, Ni Luh menempuh berbagai jenis pekerjaan untuk membantu keluarganya. Ketika menempuh sekolah menengah atas (SMA), Ni Luh sambil kerja sebagai pekerja rumah tangga (PRT). Ia memilih bekerja daripada mengambil beasiswa kuliah demi membantu sekolah adik. Selain ART, Ni Luh juga pernah menjadi sales keliling dan cleaning service. Kemudian, lanjut menabung hingga bisa kuliah dan mendapatkan pekerjaan yang lebih baik, bahkan sempat diejek karena sudah tua baru kuliah. Pada 2022, Ni Luh menjadi wartawati di Kompas TV.

Berita Terkait:  300 Personel Komunitas Bandara Ngurah Rai Bersihkan 2 Ton Sampah di Pantai Sekeh

Kiprah

Pada 2010, karier Ni Luh Puspa di dunia jurnalistik dimulai saat ia magang di sebuah radio lokal di Makassar. Berkat bimbingan dari Asdar Muis seorang sastrawan, Ni Luh makin mendalami dunia media massa. Ia juga pernah menjadi penyiar di RCTI Network Sulawesi Selatan, iNews Makassar, dan Kompas TV Makassar.

Ni Luh telah menggeluti bidang jurnalistik sejak 2010 silam. Awal bergabungnya dengan Kompas TV dimulai dari Kompas TV Brio Makassar.

Selain itu, Ni Luh juga kerap membagikan aktivitasnya ketika bekerja dan membagikan pengalamannya bekerja di dunia jurnalistik di media sosialnya.

Pada 2012, ia bergabung dengan Sun TV Makassar sebagai presenter. Ni Luh juga melanjutkan pendidikan di STIE Nobel Indonesia Makassar dan menyelesaikan studi pada 2016.

Pada 2018, Ni Luh mencapai pencapaian baru dalam kariernya dengan bergabung bersama Kompas TV. Namanya makin dikenal karena berdedikasi dalam dunia jurnalistik dan kemampuan berbicara yang luar biasa. Bahkan, ia dipercaya untuk membawakan program dengan namanya sendiri, NI LUH, yang membahas berbagai isu sosial, politik, dan budaya.

Penunjukan dirinya menjadi Wamen Pariwisata oleh Presiden Prabowo mendapat perhatian masyarakat, terutama di Bali, di mana harapan besar disematkan kepada kedua perempuan tersebut untuk memperjuangkan kepentingan daerah dan masyarakat.

Dengan keberadaan dua wakil menteri dari Bali, diharapkan akan terjadi pemerataan pengembangan pariwisata di seluruh pulau, serta penanganan isu-isu sosial yang lebih responsif.

Editor: Ngurah Dibia

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI