Energi Arus Laut Nusa Penida Diproyeksikan Jadi Pilar Baru Bali Mandiri Energi

IMG-20260630-WA0137
Sekretaris Daerah provinsi Bali, Dewa Made Indra, pada Selasa (30/6/2026)(Barometerbali/istimewa)

Barometer Bali | Denpasar – Potensi energi arus laut di Selat Nusa Penida diproyeksikan menjadi salah satu pilar baru dalam mewujudkan Bali Mandiri Energi. Melalui pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT), Pemerintah Provinsi Bali terus mendorong pemanfaatan sumber energi bersih yang berkelanjutan sebagai bagian dari implementasi Peraturan Gubernur Bali Nomor 45 Tahun 2019 tentang Bali Energi Bersih.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra, saat membuka Sosialisasi Pre-Feasibility Study Proyek Percontohan Energi Laut Terbarukan di Nusa Penida yang digelar pada Selasa (30/6/2026) di Four Star by Trans Hotel, Denpasar.

Menurut Dewa Made Indra, energi arus laut memiliki potensi besar untuk menjadi sumber energi alternatif yang dapat memperkuat ketahanan energi di Bali sekaligus mendukung kebijakan strategis Bali Mandiri Energi.

Berita Terkait:  Perkuat Birokrasi Berbasis Merit, Bupati Adi Arnawa Lantik 156 Pejabat di Badung

“Di sisi energi, salah satu kebijakan strategis pemerintah adalah Bali Mandiri Energi. Bahkan, Bapak Gubernur selalu mendukung penggunaan Energi Baru Terbarukan, termasuk penggunaan kendaraan listrik dan pemanfaatan PLTS atap pada instansi pemerintah, swasta, serta usaha pariwisata,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pengembangan energi arus laut harus dilakukan secara cermat melalui kajian yang komprehensif dengan memperhatikan berbagai aspek, seperti kelestarian lingkungan, aktivitas pariwisata, pelayaran, dan perikanan. Karena itu, partisipasi masyarakat, tokoh adat, serta pelaku pariwisata menjadi bagian penting dalam penyusunan studi kelayakan.

Berita Terkait:  Pemprov Bali Dorong Pemanfaatan Energi Arus Laut untuk Percepat Bali Mandiri Energi

“Kehadiran masyarakat Nusa Penida diharapkan dapat memberikan masukan terhadap pra-studi ini mengenai hal-hal yang perlu dipertimbangkan agar pengembangan proyek tidak mengganggu sektor lain sehingga masyarakat setempat dapat memperoleh manfaat yang maksimal,” katanya.

Sementara itu, Senior Research Scientist di University of Maryland, Prof. R. Dwi Susanto, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil studi USAID-SINAR bersama Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, terdapat 32 selat di Indonesia yang berpotensi dikembangkan sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Arus Laut (PLTAL), dan Selat Nusa Penida menjadi salah satu lokasi yang memiliki prospek sangat besar.

“Selat-selat di Indonesia sangat ideal untuk pengembangan energi arus laut. Teknologinya juga telah terbukti andal dan layak secara komersial. Selain itu, tidak mengganggu estetika, aktivitas nelayan, pelayaran, maupun pariwisata,” jelasnya.

Berita Terkait:  Klungkung Tampilkan Seni Sakral Barong Nongkling hingga Fragmen Tari "Pencok Saang" di Peed Aya PKB XLVIII

Melalui Pre-Feasibility Study ini, Nusa Penida diharapkan menjadi proyek percontohan yang mampu membuktikan kelayakan komersial energi arus laut sekaligus menjadi pijakan bagi pengembangan sumber energi bersih di masa depan. Sosialisasi tersebut juga bertujuan menyerap masukan dari pemerintah daerah, tokoh masyarakat, tokoh adat, dan pelaku pariwisata agar pengembangan EBT arus laut dapat berjalan secara berkelanjutan serta memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat dan mendukung terwujudnya Bali Mandiri Energi. (red)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI