Sempat Tertekan Geopolitik, Pariwisata Bali Kini Tumbuh Positif 0,4 Persen

IMG-20260815-WA0295
Wakil Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Indonesian Hotel General Manager Association (DPP IHGMA), Dr. Agus Made Yoga Iswara (Kana) didampingi oleh Dr. Agus Dei Segu, (kiri) pada Sabtu (15/8/2026)(Barometerbali/istimewa)

Barometer Bali | Denpasar – Pariwisata Bali mulai menunjukkan tren pemulihan sepanjang 2026. Hingga Juli 2026, total kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dan wisatawan Nusantara (wisnus) tercatat tumbuh positif 0,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Wakil Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Indonesian Hotel General Manager Association (DPP IHGMA), Dr. Agus Made Yoga Iswara, yang juga merupakan Ketua IHGMA Bali periode 2023-2026, mengatakan tren tersebut menjadi sinyal positif bagi industri pariwisata Bali.

Yoga menjelaskan, kunjungan wisman ke Bali selama Januari-Juli 2026 mencapai 3.944.415 kunjungan. Meski masih mengalami penurunan 0,9 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025, angka tersebut menunjukkan perbaikan karena selisihnya terus mengecil memasuki periode high season.

Sementara itu, kunjungan wisatawan Nusantara pada periode yang sama mencapai 5.905.120 kunjungan. Jumlah tersebut tumbuh 1,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Dengan demikian, jika digabungkan, pertumbuhan kunjungan wisman dan wisnus pada Januari-Juli 2026 berada pada posisi positif 0,4 persen.

“Kalau dibilang totalnya sudah positif 0,4 persen. Kami optimistis sampai akhir tahun 2026 ini, mudah-mudahan minimal performa Bali akan mirip dengan tahun lalu atau bahkan bisa lebih baik. Harapannya seperti itu karena sekarang kita sudah mulai mengejar,” kata Yoga Iswara di Maca Villas & Spa Bali, Seminyak, Badung, Sabtu (15/8/2026).

Berita Terkait:  Cocok untuk Healing! 7 Pantai Tersembunyi di Bali yang Wajib Masuk Itinerary Liburan Kamu 

Menurut Yoga, kondisi tersebut menunjukkan respons pasar terhadap Bali mulai kembali menguat. Padahal, pada periode Mei 2026, angka kunjungan masih mencatatkan minus yang cukup besar.

Ia mengungkapkan, penurunan kunjungan pada Februari-Maret 2026 salah satunya dipengaruhi situasi geopolitik dunia. Kondisi tersebut berdampak terhadap wisatawan dari kawasan Timur Tengah dan Eropa, terutama karena sebagian rute penerbangan menuju Bali menggunakan jalur transit di kawasan Timur Tengah.

“Jangan lupa, minus 0,9 persen itu merupakan perbandingan Januari-Juli saat ini dengan periode yang sama tahun lalu, sementara kita mengalami masalah geopolitik pada Februari. Kalau saat ini tidak ada masalah geopolitik, tentu akan berbeda lagi,” tuturnya.

Okupansi Hotel Tak Otomatis Naik
Yoga menjelaskan, peningkatan jumlah kunjungan wisatawan tidak serta-merta berbanding lurus dengan tingkat hunian hotel.

Menurutnya, kondisi industri akomodasi Bali saat ini mengalami sejumlah perubahan akibat proses penataan sektor pariwisata.

Ia menyebutkan, pada 2024 jumlah akomodasi resmi di Bali berada di kisaran 12.000 properti. Setelah dilakukan penataan dan sosialisasi agar akomodasi nonresmi menjadi resmi, jumlah tersebut meningkat menjadi sekitar 17.000 properti pada 2025.

Berita Terkait:  KUTAKITA Sundown Week: Perayaan Seni, Budaya, Kuliner Tepi Pantai, Persembahan Dua Destinasi Ikonik Kuta

“Jadi ada peningkatan signifikan dari 12.000 menjadi 17.000. Ada sekitar 5.000 tambahan akomodasi yang menjadi resmi,” ujar Yoga yang juga menjabat General Manager Maca Villas & Spa Bali.

Selain perubahan status akomodasi, kebijakan pemerintah yang mendorong platform online travel agent (OTA) melakukan penataan juga turut memengaruhi tingkat hunian.

“Jadi, yang nonresmi tidak di-listing di dalam platform mereka. Ini juga menyebabkan sebuah transisi dan perubahan,” jelasnya.

Meski demikian, tingkat hunian hotel di Kabupaten Badung pada periode Juni, Juli hingga Agustus 2026 disebut telah mencapai sekitar 80-90 persen. Tingginya okupansi tersebut sejalan dengan periode high season pariwisata Bali.

“Badung tingkat okupansinya mencapai 80-90 persen. Tetapi ini sudah menjadi common occupancy kita pada saat high season,” katanya.

Sementara itu, tingkat hunian di daerah lain seperti Gianyar, Bali Timur dan Bali Utara masih sedikit lebih rendah dibandingkan Kabupaten Badung.

Yoga berharap tren positif kunjungan wisatawan terus berlanjut hingga akhir tahun. Menurutnya, Agustus, September dan Oktober masih menjadi periode yang diharapkan mampu menjaga momentum pertumbuhan, sebelum memasuki low season pada November dan kembali meningkat pada Desember.

Berita Terkait:  Kepala PMD Dukcapil Bali Buka Pelatihan Posyandu ke-10, 111 Kader Buleleng Diperkuat Dukung Transformasi 6 SPM

“Seiring dengan jumlah wisatawan yang datang, yang tadi saya sampaikan dari Januari sampai Juli sudah mencapai posisi positif 0,4 persen, ini merupakan respons yang sangat bagus,” ujarnya.

Yoga juga melihat berbagai pekerjaan rumah pariwisata Bali mulai mendapatkan solusi. Menurutnya, persoalan yang sebelumnya berpotensi menghambat pertumbuhan pariwisata kini mulai ditangani melalui perencanaan dan kebijakan pemerintah.

“Memang banyak PR untuk pariwisata Bali, tetapi bagusnya PR-PR tersebut sekarang sudah mulai terurai, minimal sudah ada perencanaan, kemudian ada solusi-solusi yang disiapkan sehingga permasalahan tersebut tidak menjadi stagnan,” katanya.

Ia berharap kondisi eksternal juga tetap mendukung, terutama situasi geopolitik dan harga minyak dunia. Sebab, kedua faktor tersebut berpotensi memengaruhi harga tiket pesawat dan keputusan wisatawan untuk melakukan perjalanan.

“Yang menjadi kelemahan sekarang adalah mudah-mudahan geopolitik dunia tidak terlalu mengganggu. Harga minyak juga tidak terlalu meningkat, sehingga kenaikan harga tiket pesawat tidak terlalu memengaruhi rencana perjalanan wisatawan, baik mancanegara maupun Nusantara, khususnya ke Bali,” pungkas Yoga Iswara. (rian)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI