GHBC 2026 Lahirkan Bali Unity Declaration on Dharmanomics, Bali Jadi Tonggak Gerakan Ekonomi Global Berbasis Dharma

IMG-20260711-WA0154-780x470
Global Hindu Business Conference (GHBC) 2026 resmi melahirkan Bali Unity Declaration on Dharmanomics, di Universitas Hindu Indonesia (UNHI), Denpasar, Minggu (12/7/2026). (red/ilustrasi)

Barometer Bali | Denpasar – Global Hindu Business Conference (GHBC) 2026 resmi melahirkan Bali Unity Declaration on Dharmanomics, sebuah deklarasi internasional yang menegaskan komitmen bersama untuk membangun sistem ekonomi global yang berlandaskan nilai-nilai Dharma demi mewujudkan kemakmuran yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan.

Deklarasi tersebut disahkan pada penutupan GHBC 2026 di Universitas Hindu Indonesia (UNHI), Denpasar, Minggu (12/7), sekaligus menjadi tonggak lahirnya gerakan global Dharmanomics yang mengintegrasikan pertumbuhan ekonomi dengan etika, spiritualitas, pelestarian budaya, dan keberlanjutan lingkungan.

Konferensi internasional yang berlangsung pada 10–12 Juli 2026 itu mengusung tema “Towards Dharmanomics: Designing the Future” dan diikuti lebih dari 200 delegasi dari Indonesia, Malaysia, Singapura, Australia, India, Nepal, Uni Emirat Arab, dan Mauritius. Para peserta berasal dari kalangan pengusaha, investor, akademisi, profesional, organisasi kemasyarakatan, media, cendekiawan Hindu, hingga tokoh masyarakat.

Selama tiga hari penyelenggaraan, peserta mengikuti seminar internasional, forum bisnis, business matching, pameran, dan diskusi strategis yang membahas masa depan sistem ekonomi dunia yang lebih adil, beretika, dan berkelanjutan.

Mengusung semangat “One Dharma • One Humanity • Shared Prosperity”, deklarasi tersebut berangkat dari keyakinan bahwa kemakmuran sejati tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi atau akumulasi kekayaan, tetapi juga harus dibimbing oleh Dharma sebagai landasan moral, etika, dan tanggung jawab sosial.

Berita Terkait:  Stok Pertalite Kosong, Nelayan Bungkulan Terpaksa Sandarkan Perahu Tiga Hari

Melalui deklarasi ini, para delegasi menyepakati enam komitmen utama sebagai pedoman bagi pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, dan masyarakat internasional dalam membangun keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, keharmonisan sosial, pelestarian budaya, dan perlindungan lingkungan.

Komitmen pertama adalah memajukan Dharmanomics sebagai paradigma ekonomi global melalui pendidikan, promosi, penelitian, dan penerapan di berbagai sektor. Konsep ini diyakini mampu menjawab tantangan pembangunan abad ke-21 dengan menempatkan kesejahteraan manusia, pemerataan, dan harmoni dengan alam sebagai ukuran utama keberhasilan pembangunan.

Komitmen kedua menegaskan bahwa Dharmanomics harus diwujudkan melalui aksi nyata, bukan sekadar menjadi konsep akademik. Para peserta sepakat menyatukan pengetahuan, pengalaman, jejaring, dan sumber daya untuk menghadirkan program-program konkret yang memberikan dampak sosial, ekonomi, budaya, dan lingkungan.

Komitmen ketiga menekankan pentingnya memperkuat kolaborasi global melalui semangat saling percaya, penghormatan terhadap keberagaman, serta kemitraan yang setara. Para delegasi juga mengajak pemerintah, pelaku usaha, akademisi, organisasi masyarakat, dan generasi muda dari berbagai negara bergabung dalam gerakan Dharmanomics.

Berita Terkait:  Musim Layang-Layang Tiba, PLN Intensifkan Edukasi Demi Jaga Keandalan Listrik Bali

Komitmen keempat diwujudkan melalui peluncuran Bali Dharmanomics Pilot Project, yakni proyek percontohan yang menjadikan Bali sebagai laboratorium hidup penerapan Dharmanomics. Berbekal kekuatan filosofi Tri Hita Karana, Desa Adat, serta budaya gotong royong, Bali akan mengembangkan model pembangunan desa yang mandiri, tangguh, maju, dan sejahtera tanpa mengabaikan nilai budaya maupun spiritual. Model ini diharapkan dapat direplikasi di berbagai daerah dan negara.

Komitmen kelima adalah mewujudkan Creating Shared Prosperity for All, yakni mendorong sistem ekonomi yang mengutamakan kewirausahaan beretika, pemberdayaan masyarakat, penguatan ekonomi lokal, pelestarian lingkungan, serta pemerataan manfaat pembangunan bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk generasi mendatang.

Sementara itu, komitmen keenam berfokus pada investasi bagi generasi masa depan melalui pendidikan, pengembangan kepemimpinan, penelitian, inovasi, dan pemberdayaan masyarakat. Perguruan tinggi, lembaga penelitian, organisasi masyarakat, dan dunia usaha didorong melahirkan pemimpin yang menjunjung tinggi kebijaksanaan, integritas, kasih sayang, tanggung jawab, dan semangat pelayanan.

Berita Terkait:  SMSI Gelar FGD PFII di Bali, Dorong Indonesia Jadi Pusat Finansial Dunia

Selain enam komitmen tersebut, deklarasi juga menegaskan tekad bersama untuk membangun masa depan yang memadukan kemajuan ekonomi, harmoni sosial, martabat budaya, nilai-nilai spiritual, dan keberlanjutan lingkungan sebagai satu kesatuan yang tidak terpisahkan.

Para delegasi meyakini bahwa pembangunan yang hanya mengejar pertumbuhan ekonomi tanpa memperhatikan keseimbangan sosial dan lingkungan akan melahirkan ketimpangan dan krisis kemanusiaan. Sebaliknya, pembangunan yang berlandaskan Dharma diyakini mampu menciptakan kehidupan yang lebih adil, damai, dan berkelanjutan bagi seluruh umat manusia.

Melalui semangat “From Unity to Action, From Dharma to Shared Prosperity”, Bali Unity Declaration on Dharmanomics diharapkan menjadi titik awal lahirnya gerakan internasional yang menginspirasi pemerintah, dunia usaha, akademisi, organisasi masyarakat, dan komunitas global untuk membangun sistem ekonomi yang lebih manusiawi, berkeadilan, dan berkelanjutan.

Deklarasi ini sekaligus menegaskan posisi Bali sebagai pusat pengembangan gagasan dan praktik Dharmanomics dunia, sekaligus memperkuat peran Indonesia sebagai salah satu penggerak lahirnya paradigma baru pembangunan global yang menyeimbangkan kemajuan ekonomi dengan nilai-nilai Dharma dan kemanusiaan. (rah)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI