Barometer Bali | Denpasar – Gubernur Bali Wayan Koster menyambut kedatangan Panglima Kodam (Pangdam) IX/Udayana yang baru, Mayjen TNI Putra Widiastawa, di Base Ops Lanud I Gusti Ngurah Rai, Bali, pada Selasa (20/10/2026). Kehadiran putra daerah asal Buleleng tersebut diharapkan semakin memperkuat sinergi TNI dan pemerintah daerah dalam menjaga keamanan serta kondusivitas Pulau Dewata.
Mayjen TNI Putra Widiastawa tiba didampingi sang istri, Ny. Desak Putra Widiastawa, yang menjabat sebagai Ketua Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Daerah IX/Udayana.
Penyambutan ditandai dengan tradisi Tepung Tawar sebagai bentuk penghormatan dan ucapan selamat datang kepada Pangdam IX/Udayana yang baru. Prosesi berlangsung khidmat setelah diawali dengan penampilan Tari Sekar Jagad.
Tradisi Tepung Tawar mengandung makna ungkapan syukur sekaligus doa untuk memohon keselamatan dan perlindungan Tuhan Yang Maha Esa. Prosesi ini juga menjadi simbol harapan agar pejabat yang baru dapat menjalankan tugas dengan lancar serta terhindar dari berbagai rintangan.
Acara penyambutan turut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Bali, para pejabat utama Kodam IX/Udayana, serta pengurus Persit KCK Daerah IX/Udayana.
Mayjen TNI Putra Widiastawa resmi menjabat Pangdam IX/Udayana menggantikan Mayjen TNI Piek Budyakto, yang mendapat penugasan baru sebagai Pangdam V/Brawijaya.
Serah terima jabatan keduanya dilaksanakan bersama sejumlah pergantian jabatan Pangdam di Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad), Jakarta, pada Jumat (16/10/2026). Upacara tersebut dipimpin Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Tandyo Budi Revita.
Sebagai putra daerah Bali, Mayjen TNI Putra Widiastawa diharapkan dapat melanjutkan kesinambungan kepemimpinan Kodam IX/Udayana, meningkatkan profesionalisme prajurit, serta memperkuat kerja sama dengan pemerintah daerah, Polri, dan masyarakat.
Mayjen TNI Putra Widiastawa juga menyatakan kesiapannya untuk bekerja sama dengan jajaran pimpinan daerah di Bali, khususnya Gubernur Wayan Koster. Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk menjaga keamanan, stabilitas, dan kondusivitas wilayah Bali.
Dalam kesempatan itu, Mayjen Putra turut menyebut Gubernur Wayan Koster sebagai senior atau kakak kelasnya. Keduanya diketahui pernah menempuh pendidikan di sekolah menengah yang sama di Singaraja. Koster sendiri berasal dari Desa Sembiran, Kabupaten Buleleng.
Kedekatan sebagai sesama putra daerah tersebut diharapkan menjadi salah satu jembatan untuk memperkuat koordinasi dan sinergi dalam mendukung keamanan serta pembangunan Bali. (red)










