Harganas ke-33 di Jembrana, Bupati Kembang Soroti Ancaman Gawai dan Krisis Pengasuhan

InCollage_20260629_153849517_BFKXHhGc7v
Foto: Bupati Kembang saat membacakan sambutan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN dalam Upacara Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 di Taman Pecangakan, depan Kantor Bupati Jembrana, Senin (29/6). (barometerbali/rah)

Barometer Bali | Jembrana – Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, menyoroti disrupsi teknologi digital dan pergeseran nilai sosial yang masuk tanpa permisi ke ruang keluarga melalui gawai di genggaman anak-anak.

Tantangan berat dihadapi keluarga modern saat ini di tengah ‘Era VUCA’, sebuah lanskap global yang dicirikan oleh perubahan cepat (Volatility), ketidakpastian (Uncertainty), kerumitan (Complexity), dan kebingungan arah (Ambiguity).

Hal tersebut disampaikan Bupati Kembang saat membacakan sambutan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN dalam Upacara Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 di Taman Pecangakan, depan Kantor Bupati Jembrana, Senin (29/6).

Berita Terkait:  Hadiri Penilaian Lapangan Lomba Bali Swacitta Nugraha 2026, Bupati Satria Apresiasi Inovasi Pelestarian Terumbu Karang di Desa Ped Nusa Penida

“Jika institusi keluarga rapuh, arus zaman ini akan dengan mudah menggilas masa depan mereka. Maka, ketangguhan keluarga bukanlah pilihan alternatif, melainkan keharusan mutlak dan urgensi nasional” ujarnya.

Lebih lanjut, Pihaknya memberikan pesan khusus bagi para figur ayah. Perbaikan kualitas SDM dinilai mustahil jika beban pengasuhan hanya diletakkan di pundak ibu semata.

Berita Terkait:  Rapat Paripurna DPRD, Bupati Kembang Tegaskan Opini WTP Bukan Akhir, Melainkan Amanah Sejahterakan Warga Jembrana

“Kehadiran fisik dan kedekatan emosional para ayah adalah penentu kestabilan struktur kepribadian anak,” tegasnya.

Ia juga meminta orang tua membatasi waktu layar (screen time) anak dan lebih aktif membangun dialog secara fisik. “Jangan biarkan masa depan dan pola pikir anak-anak kita dikuasai oleh algoritma digital. Peluk anak-anakmu, ajak mereka berdialog,” imbuhnya.

Di akhir sambutan, Bupati Kembang menyoroti maraknya patologi sosial akhir-akhir ini seperti tawuran pelajar, perundungan (bullying), pergaulan bebas, hingga jeratan narkoba. Menurutnya, rentetan kasus tersebut merupakan alarm darurat bahwa fungsi keluarga sedang mengalami malafungsi akibat absennya figur orang tua.

Berita Terkait:  Bali Jagadhita VII Dorong Ekonomi Hijau dan Investasi Berkelanjutan di Bali

“Anak-anak yang terjerumus dalam kekerasan atau narkoba sering kali adalah mereka yang kurang kasih sayang di rumah, sehingga mencari pelarian semu di jalanan,” kata Bupati Kembang.

Ia pun mengajak seluruh ASN dan masyarakat Jembrana untuk merapatkan barisan menjadikan rumah sebagai tempat teraman. (pro/rah)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI