Denpasar | barometerbali – Pesawat seringkali menjadi tempat yang nyaman untuk berpergian, namun ada aturan, etika, dan pertimbangan kepraktisan tertentu yang perlu diperhatikan, terutama dalam pemilihan sepatu yang kita pakai.
Beberapa jenis sepatu sebaiknya dihindari ketika naik pesawat, agar perjalananmu lebih nyaman, aman, dan tidak ribet.
Berikut enam jenis alas kaki yang sebaiknya tidak dipakai saat melakukan perjalanan menggunakan pesawat:
1 High heels
Meski terlihat glamor, namun high heels bukanlah pilihan yang bijak di pesawat.
Selain tidak nyaman, jika terjadi keadaan darurat, sulit untuk bergerak cepat dengan sepatu ini.
“Sepatu hak tinggi terkenal memiliki bentuk jari kaki yang kecil, sehingga kaki dan jari-jari kaki dapat dengan mudah menjadi kram atau membengkak karena sirkulasi yang kurang lancar selama duduk di pesawat,” jelas Mauricio Garcia, MD, seorang ahli bedah ortopedi dan manajer proyek senior untuk Hyper Arch Motion.
Julie Schottenstein, DPM, seorang ahli penyakit kaki di The Schottenstein Center, mencatat bahwa selain tidak nyaman, sepatu hak tinggi juga dapat menimbulkan bahaya keselamatan jika terjadi turbulensi atau keadaan darurat.
“Sepatu hak tinggi mungkin sulit untuk dipakai bergerak dengan cepat,” ujar Julie.
2. Sepatu dengan ujung runcing atau ketat
Sebaiknya hindari sepatu dengan ujung runcing atau ketat, seperti pointy-toe shoes.
Selain bisa membuat jari kaki terasa tertekan selama penerbangan, hal ini juga bisa mengganggu sirkulasi darah.
“Sepatu yang ketat di kaki atau menekan jari-jari kaki dapat terasa seperti cengkeraman buruk di udara, terutama selama penerbangan yang lama ketika kaki cenderung membengkak karena berkurangnya sirkulasi,” jelas Garcia.
“Sepatu sempit tidak memberikan ruang gerak yang dibutuhkan kaki dan jari-jari kaki , yang dapat menyebabkan ketidaknyamanan yang signifikan selama penerbangan,” lanjutnya.
3. Sepatu baru
Meskipun menggoda untuk memakai sepatu baru, ini bisa menjadi kesalahan saat naik pesawat.
Sepatu baru cenderung lebih kaku dan bisa menyebabkan nyeri atau bahkan lecet.
“Mengenakan sepatu baru di pesawat berisiko karena kita belum tahu bagaimana dan di mana sepatu itu akan bergesekan dengan kaki saat kamu berjalan di bandara-terutama jika kamu harus bergegas untuk melakukan penerbangan lanjutan,” kata Gracia.
4. Sendal jepit dan selop
Pilihan yang populer di cuaca hangat, namun sebaiknya hindari memakai flip-flops dan sendal di pesawat.
Selain kurangnya perlindungan, kaki juga bisa menjadi dingin karena AC pesawat.
“Sendal jepit tidak memiliki penyangga lengkungan yang dapat membuat kaki terasa lelah setelah berjalan melalui terminal bandara.”
“Tanpa bahan pelindung di bagian atas, memakai sendal jepit di pesawat dapat membuat kaki terasa dingin dan tidak nyaman untuk waktu yang lama, ditambah lagi sendal jepit dapat membahayakan keselamatan jika terjadi keadaan darurat di dalam pesawat,” kata Garcia.
5. Sepatu boot tinggi
Sepatu boot sampai lutut mungkin nyaman dipakai di darat, namun di pesawat bisa menjadi penghambat pergerakan.
Selain itu, saat melepasnya untuk melewati pemeriksaan keamanan, prosesnya pun bisa menjadi lebih merepotkan.
“Duduk dalam waktu lama di pesawat dapat mendorong stasis darah di kaki kita, memakai sepatu bot dapat mengunci otot betis yang menyebabkan potensi pembekuan darah,” kata Schottenstein.
6. Sepatu yang tertutup
Terakhir, pastikan sepatu yang Anda pilih bisa “bernafas”.
Artinya, pilihlah sepatu dengan material yang memungkinkan sirkulasi udara baik.
Ini membantu menghindari kaki yang lembab dan tidak nyaman. (ari)











