Intip Hotel Capella Ubud Dinobatkan Jadi Terbaik di Dunia, Apa Istimewanya?

BARO MEI F 41
Hotel Capella Ubud dinobatkan jadi terbaik di dunia. (barometerbali/dok.Capella Ubud)

Barometerbali.com | Gianyar – Capella Ubud di Bali dinobatkan sebagai hotel terbaik di dunia tahun 2020 dalam daftar tahunan bergengsi The World’s Best Awards versi majalah Travel + Leisure.

Ada apa saja sih di sana?

Terletak di jantung hutan hijau yang rimbun, Capella Ubud menjadi hotel unik yang menyatu dengan keasrian alam di sekitarnya.

Dikutip dalam website resmi Capella Hotels, tema hotel dan resornya terinspirasi oleh para pemukim awal Eropa tahun 1800-an yang dirancang oleh arsitek Bill Bensley pada tahun 2018.

Bensley adalah seorang arsitek lulusan Harvard Graduate School of Design, Amerika Serikat.

Berita Terkait:  Rekomendasi 10 Tempat Wisata Halal di Bali untuk Liburan Bersama Keluarga

Dia menghabiskan masa kecilnya dengan berkemah sehingga membangun penginapan dengan nuansa tenda adalah keinginannya sejak lama.

Arsitek ini juga punya studio di Bali yang didirikannya sejak 1990 lalu.

Capella Ubud merupakan salah satu hotel mewah yang didesain Bensley selain Hotel Intercontinental, Danang, Vietnam.

Hotel yang terletak di Desa Keliki, Kecamatan Tegalalang ini memiliki lima tipe kamar dan menawarkan 22 vila mewah di hutan belantara Ubud.

Meski terletak di tengah hutan, hotel terbaik di dunia ini justru dilengkapi dengan fasilitas mewah berupa gym indoor dan outdoor, kolam jacuzzi sampai spa.

Berita Terkait:  Rayakan 13 Tahun, Pramana Experience Luncurkan Berlima Boutique Resort di Ubud

Jika dilihat, hotel ini bentuknya mirip seperti rumah pohon yang dilengkapi dengan pemandangan indah dengan sungai hingga hamparan sawah serta pohon-pohon besar yang mengelilingi hotelnya.

Capella Ubud resort juga memiliki beberapa restoran yakni Mads Lange, Api Jiwa, The Mortar and Pestle Bar dan The Camp Fire.

Dalam situs web pribadinya, Bensley menyebut pembangunan Capella Ubud sebagian besar memakai jasa perajin lokal.

Setiap vila memakai kayu jati terbaik yang bisa bertahan puluhan tahun.

Lantai kayu jati itu disebut buatan perajin kayu dari Jawa Tengah.

Berita Terkait:  Dongkrak Pariwisata Klungkung, Wabup Tjok Surya Kunjungi Inovasi Destinasi Hits 'Obelix' di Yogyakarta

Pengerjaan pintu-pintu berukiran khas Bali pun melibatkan seniman lokal.

Bensley menyebut dibutuhkan waktu setahun untuk menyelesaikan pintu-pintu yang berukiran indah itu.

Bahkan, restoran yang dimiliki Capella Ubud juga bisa dipesan dan langsung diantarkan ke rumah.

Di masa pandemi ini, Capella Ubud juga mendonasikan sebagian hasil dari penjualan makanannya untuk membantu keluarga lokal di Desa Keliki yang terkena dampak Covid-19.

Dilihat dari Tripadvisor, pengunjung yang ingin bermalam di Capella Ubud ini perlu merogoh kocek mulai dari Rp 12 juta-an per malam. (ari)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI