Barometer Bali | Denpasar – Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Bali yang awalnya direncanakan digelar pada 23 Mei 2025 di Nusa Dua resmi ditunda. Penundaan ini bukan karena dinamika politik internal di mana Ketua DPD Golkar Bali Sugawa Korry (SGK) disebut-sebut “digoyang” anggota DPR RI Gde Sumarjaya Linggih (GSL) alias Demer untuk merebut kursi Ketua DPD Golkar Bali melainkan murni karena Ketua Umum DPP Golkar Bahlil Lahadalia berhalangan hadir.
Ketua Steering Committee (SC) Musda Golkar Bali, Drs. Dewa Made Suamba Negara, M.Si, menepis spekulasi bahwa penundaan Musda terkait persaingan dua tokoh senior Golkar Bali, I Nyoman Sugawa Korry (SGK) dan Gde Sumarjaya Linggih (GSL). “Penundaan ini tidak ada kaitannya dengan unsur politis. Intinya semata-mata karena kesibukan Ketua Umum,” tegasnya
Suamba menjelaskan bahwa kehadiran Bahlil dianggap penting oleh seluruh kader di Bali. Ketua umum kami (Bahlil, red) berkeinginan menghadiri Musda Golkar di berbagai daerah, termasuk Bali. Sebagaimana yang dikomitmenkan oleh Ketum DPP Golkar di seluruh Indonesia, beliau ingin hadir secara langsung di 38 provinsi,” jelasnya saat konferensi pers di DPD Golkar Bali, Rabu (21/5/2025).
Informasi penundaan diterima mendadak. “Tiba-tiba semalam pukul 23.45 Wita, Pak Ketua DPD Golkar Bali (Sugawa Korry, red) menerima telepon dari Pak Sekjen, bahwa dengan kesibukan Ketum, karena Pak Ketum juga menteri, beliau kemungkinan besar tidak bisa hadir,” terang Suamba yang didampingi Ketua Organizing Committee (OC) Dr. drh. Komang Suarsana, MMA, Bendahara Golkar Bali Komang Takuaki Banuartha dan Wakabid Media dan Penggalangan Opini (MPO) I Putu Gede Indriawan Karna (Iwan Karna, red).
Ia juga memastikan Musda tetap akan dilaksanakan dalam waktu yang akan disesuaikan dengan jadwal Bahlil. “Kami sudah sepakat bahwa Ketua Umum akan hadir. Untuk DPP juga seluruhnya akan mendampingi. Dalam tradisi Golkar, Ketua Umum selalu hadir di setiap Musda,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua OC Komang Suarsana mengungkapkan bahwa persiapan teknis Musda sudah hampir rampung. “Kami sudah melakukan persiapan mungkin sudah lebih dari 90 persen, termasuk pembayaran, surat undangan, dan seluruh kelengkapan,” ujar Mang Kos.
Namun, hingga kini belum ada tanggal pengganti yang ditetapkan. “Musda Golkar Bali yang sedianya tanggal 23 Mei ditunda sampai batas waktu yang belum ditentukan. Bisa 3-4 hari lagi, bisa sebulan, tergantung kesiapan Ketum bersama DPP Golkar,” tutupnya.











