Jelang Peringati Hari Jadi Kota Semarapura ke-34, Wabup Tjok Surya Tekankan Peran Desa Adat dalam Moderasi Beragama dan Pemberantasan Narkoba

IMG-20260423-WA0025_QMFyAuI79r
Foto: Wakil Bupati Klungkung, Tjokorda Gde Surya Putra mewakili Bupati Klungkung membuka Seminar Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Klungkung yang berlangsung di Taman Yadnya, Desa Sidayu, Kecamatan Banjarangkan, Kamis (23/4). (barometerbali/rah)

Barometer Bali | Klungkung – Wakil Bupati Klungkung, Tjokorda Gde Surya Putra mewakili Bupati Klungkung membuka Seminar Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Klungkung yang berlangsung di Taman Yadnya, Desa Sidayu, Kecamatan Banjarangkan, Kamis (23/4). Kegiatan yang digelar oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Klungkung ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Puputan Klungkung ke-118 serta HUT Kota Semarapura ke-34.

Seminar kali ini mengangkat tema strategis, yaitu: “Peran Desa Adat dalam Moderasi Beragama serta Optimalnya Implementasi Perarem Lepas Anti Narkoba oleh Desa Adat. Adapun tujuan dari kegiatan ini yakni untuk memperkuat implementasi moderasi beragama di lingkungan masyarakat dan mengoptimalkan implementasi Perarem Lepas Anti Narkoba oleh Desa Adat.

Berita Terkait:  Bupati Satria Hadir Beri Semangat dan Bantu Korban Kebakaran di Banjar Sengguan

Dalam sambutan Bupati Klungkung yang dibacakan Wabup Tjok Surya menyampaikan bahwa di era milenial saat ini, masyarakat sangat dipengaruhi oleh media sosial dan eskalasi global. Moderasi beragama dipandang sebagai kebijakan nasional yang krusial untuk mencegah intoleransi dan radikalisme. “Moderasi beragama adalah konsep keseimbangan. Ini adalah cara pandang, sikap, dan tindakan yang selalu mengambil posisi di tengah, berperilaku adil, dan tidak berlebihan dalam beragama,” tegasnya.

Berita Terkait:  Puncak Karya IBTK di Besakih, Bupati Klungkung Hadiri dan Doakan Keselamatan Umat

Selain itu, Wabup Tjok Surya juga menyambut baik dan mengapresiasi atas diselenggarakannya seminar ini. Melalui tema diatas peran desa adat dalam mengoptimalkan Perarem Lepas Anti Narkoba menjadi sangat krusial. Perarem ini bukan sekadar aturan hukum adat, melainkan instrumen perlindungan bagi generasi muda kita dari pengaruh radikalisme dan gaya hidup negatif yang merusak.

Berita Terkait:  Buka Pemilihan Duta Genre 2026, Bupati Satria Dorong Peran Remaja dalam Pembangunan Berbasis Kesehatan

“Melalui kegiatan seminar ini saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengobarkan semangat Dharmaning Kesatria Mahottama, Kesetiaan dan Kesatuan Prawira Raksa Buana yang merupakan ruh dari semangat perjuangan Puputan Klungkung. Dengan semangat ini, diharapkan Klungkung dapat mengatasi ancaman ketertiban dan mewujudkan masyarakat yang harmonis dan sejahtera,” harapnya. (rah)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI