Kampanyekan ‘Jancuk’ dalam Konteks Positif Lewat Gelaran Gebyar Jancukan

IMG-20250429-WA0011_1Sz0Bml83C
Foto: Komunitas Arek Jancukan akan menggelar gawe besar bertajuk ‘Gebyar Jancukan’. (Barometerbali/redho)

Barometerbali | Surabaya – Komunitas Arek Jancukan akan menggelar gawe besar bertajuk ‘Gebyar Jancukan’, bekerja sama dengan ini Surabaya.com. Hal ini dikatakan Achmad Pramudito, pimpinan redaksi media online tersebut, Senin (28/4).

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan ada kesepahaman terkait makna positif dalam kata ‘jancuk’ maupun ‘jancukan’ yang melekat sebagai ciri khas Kota Surabaya.

Ada empat kegiatan utama di gelaran ‘Gebyar Jancukan’, yaitu Lomba ‘Ekspresikan Jancukanmu’, Lomba Cak & Ning ala GM Hotel, Lomba Masak, dan Lomba Band.

Achmad Pramudito mengaku bahwa upaya menghapus stigma kata jancuk dan jancukan ini memang tidak mudah.

“Tetapi harus kita mulai dari sekarang,” tegas sosok yang akrab disapa mas Pra ini saat diterima Ikhsan, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Surabaya di ruang kerjanya, Kamis (24/4/2025).

Berita Terkait:  Groundbreaking JEC Sanur, Koster Sebut Health Tourism Bisa Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Bali

Hadir bersama Djadi Galajapo dan Dito Chrisdianto sebagai pemrakarsa ‘Gebyar Jancukan’, mas Pra menyatakan,”Maka kami ajak seluruh lapisan masyarakat untuk bergerak bersama mengkampanyekan makna positif jancuk dan jancukan.”

Di kesempatan itu, Djadi menekankan bahwa jancuk dan jancukan harus jadi semangat positif yang melekat dalam karakter arek Suroboyo. “Jangan pakai jancuk untuk mengumpat dan mengolok-olok dalam konteks negatif,” paparnya.

Karena, lanjut pelawak senior Kota Surabaya ini, kata jancuk dan jancukan mengandung spirit positif untuk mengungkapkan persahabatan, penghormatan, dan kekaguman dalam kehidupan sehari-hari.
Di sisi lain, Djadi yang sudah merilis sejumlah judul buku ini mengatakan, diksi jancukan merupakan singkatan ‘Jujur, Adil, Nasionalis, Cerdas, Ulet, Kreatif, dan Anti Korupsi’.

Berita Terkait:  Laskar Jenggolo: Konflik Elit Sidoarjo Ciderai Publik, Islah Tak Hapus Pidana

Sementara Dito mengungkapkan ‘Gebyar Jancukan’ akan diawali dengan kampanye melalui akun media sosial ‘Arek Jancukan’, baik di Instagram, TikTok, Facebook, maupun YouTube.

“Kami manfaatkan semua media sosial untuk mendukung kampanye positif ini. mari kita gemakan spirit ‘jancuk’ maupun ‘jancukan’ dalam konteks positif arek-arek Suroboyo,” tandas mantan GM Hard Rock FM Surabaya yang belakangan aktif sebagai mentor/pendampingan UMKM ini.

Dosen Universitas Negeri Surabaya ini menambahkan, kampanye melalui media sosial ini, akan melibatkan akademisi, budayawan, dan sejumlah tokoh masyarakat di semua lapisan.

Berita Terkait:  Hasil Poling Grup WA Jadi Sorotan, Dr. dr. Andre Yulius, M.H.: Jangan Lagi Tergiur Money Politics Saat Memilih Pemimpin

Dalam pertemuan yang berlangsung gayeng tersebut, Ikhsan yang didampingi staf Dinas Kominfo Kota Surabaya menyatakan apresiasinya atas gagasan positif melalui ‘Gebyar Jancukan’.

Mantan Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya ini juga sepakat untuk menyediakan piala sebagai apresiasi bagi para pemenang lomba di ‘Gebyar Jancukan’ nantinya.

“Ini kegiatan positif dan unik. Maka pialanya pun harus berbeda dari lainnya. Nanti tim Kominfo yang akan menyiapkan,” ujarnya.

Antusiasme Ikhsan juga diperlihatkan ketika Arek Jancukan menyerahkan kaus atribut bertuliskan ‘Jancukan’. “Bentar saya juga punya udeng biar lengkap sekalian,” celetuknya begitu usai memakai kaus ‘Jancukan’. (Redho)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI