Lahan Bambu Terbakar di Jembrana, Pemadam Habiskan 16.500 Liter Air

Screenshot_20261011_222604_InCollage - Collage Maker
TERBAKAR - Petugas Damkar Jembrana memadamkan kebakaran lahan bambu di Lingkungan Awen, Kelurahan Lelateng, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, Minggu (11/10/2026) sore. (Barometer Bali/Dika)

Barometer Bali | Jembrana – Kebakaran melanda lahan yang ditumbuhi pohon bambu seluas sekitar 15 are di Lingkungan Awen, Kelurahan Lelateng, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, Minggu (11/10/2026) sore. Empat unit armada pemadam kebakaran dikerahkan untuk menjinakkan api yang membakar area tersebut.

Kebakaran diketahui sekitar pukul 15.16 Wita oleh Ni Ketut Sunarti, yang saat itu sedang membersihkan ladang. Ia melihat api berkobar di kebun belakang rumahnya, kemudian segera melaporkan kejadian tersebut ke Mako Pemadam Kebakaran (Damkar) Jembrana.

Berita Terkait:  Pemkab Tabanan Tinjau Korban Kebakaran di Pujungan, Salurkan Bantuan dan Imbau Warga Waspada

Merespons laporan itu, petugas yang sedang bersiaga langsung menuju lokasi. Sebanyak empat armada diterjunkan, yakni Altora penembak, Hino penembak, tangki merah, dan tangki silver.

Proses pemadaman berlangsung sekitar 2,5 jam dengan menghabiskan kurang lebih 16.500 liter air. Upaya tersebut dilakukan untuk mengendalikan kobaran api agar tidak meluas ke area sekitarnya.

Kasat Pol PP Kabupaten Jembrana, I Ketut Eko Susila Artha Permana, mengatakan pengerahan personel dan armada merupakan bentuk respons cepat terhadap laporan masyarakat.

Berita Terkait:  Fraksi Gerindra-PSI Soroti Tebang Pilih Tata Ruang dan Transparansi PWA di Bali

“Begitu menerima laporan, personel yang sedang siaga langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan pemadaman. Kami berupaya agar api segera dikendalikan sehingga tidak merembet ke area lain,” terangnya.

Hingga proses penanganan berakhir, penyebab kebakaran masih belum diketahui. Petugas mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran, terutama di kawasan yang dipenuhi vegetasi kering dan tanaman bambu.

Berita Terkait:  Imigrasi Ngurah Rai Deportasi 18 WNA dalam Sepekan, 10 Diantaranya Terlibat Prostitusi

Eko Susila juga mengimbau warga untuk tidak membakar sampah sembarangan maupun membuka lahan dengan cara dibakar, khususnya ketika kondisi lingkungan kering.

“Jangan menyepelekan api sekecil apa pun. Jika melihat tanda-tanda kebakaran, segera laporkan kepada petugas agar bisa ditangani secepat mungkin,” tegasnya.

Ia menambahkan, keterlibatan masyarakat dalam memberikan informasi secara cepat sangat penting untuk mempercepat penanganan sekaligus mencegah kebakaran meluas ke kawasan lain. (dika)

 

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI