Barometer Bali | Denpasar – Konsulat-Jenderal (Konjen) Australia di Bali memperingati Hari Olahraga Internasional untuk Pembangunan dan Perdamaian 2026 dengan kegiatan pelatihan Australian Rules Football (AFL) bagi pelajar SMA Muhammadiyah 1 Denpasar, Selasa (8/4/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan hubungan masyarakat (people-to-people contact) antara Australia dan Indonesia melalui jalur pendidikan dan olahraga.
Konsul-Jenderal Australia di Bali, Jo Stevens, hadir langsung menyaksikan sesi pelatihan AFL yang dipandu tim pelatih Bali Geckos di bawah koordinasi Rick Olarenshaw. Sebanyak 30 siswa mengikuti kegiatan tersebut dengan antusias.
Dalam keterangannya, Jo Stevens menegaskan olahraga memiliki peran strategis sebagai sarana mempererat hubungan antarbangsa.
“Pemerintah Australia berkomitmen memajukan kawasan Indo-Pasifik yang damai, stabil, dan makmur. Olahraga memberi kita kesempatan untuk memperkuat dan memperdalam hubungan antar masyarakat serta mendorong saling pengertian dan kolaborasi,” ujarnya.
Kegiatan ini juga menegaskan komitmen kemitraan pendidikan Australia–Indonesia melalui Program BRIDGE (Building Relationships through Intercultural Dialogue and Growing Engagement), yang telah diikuti SMA Muhammadiyah 1 Denpasar sejak tahun 2009.
Program BRIDGE sendiri didanai Pemerintah Australia melalui Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia dan dikelola oleh Asialink Education – Universitas Melbourne. Sejak 2008, program ini telah membangun 254 kemitraan sekolah di kedua negara serta meningkatkan kompetensi global guru melalui pembelajaran lintas budaya.
Kepala SMA Muhammadiyah 1 Denpasar, Imam Muhtarom, menyampaikan apresiasi atas perhatian Konsulat-Jenderal Australia di Bali serta dukungan komunitas Bali Geckos dalam menghadirkan pengalaman olahraga internasional bagi siswa.
Menurutnya, pelatihan AFL bukan hanya memperkenalkan olahraga khas Australia, tetapi juga membuka wawasan global pelajar Bali.
“Anak-anak sangat antusias mengikuti pelatihan ini. Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut untuk memperkuat kerja sama pendidikan internasional,” ujarnya.
Sebagai informasi, Hari Olahraga Internasional untuk Pembangunan dan Perdamaian diperingati setiap 6 April oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa sebagai momentum menegaskan peran olahraga dalam mendorong perubahan sosial, pembangunan masyarakat, serta memperkuat perdamaian dunia. (red)











