Koster dan Adi Arnawa Mulai Proyek Jalan Strategis, Kemacetan Badung Selatan Ditarget Terurai

Screenshot_20260728_102930_WhatsAppBusiness
Gubernur Bali Wayan Koster bersama Bupati Badung Wayan Adi Arnawa resmi memulai pembangunan Jalan Lingkar Selatan (JLS) serta Shortcut Berawa–Umalas–Kedampang–Teuku Umar Barat melalui seremoni groundbreaking di kawasan Labuan Sait–Jalan Pedati, Desa Pecatu, Senin (27/7/2026). (barometerbali/red)

Barometer Bali | Badung – Pemerintah Provinsi Bali bersama Pemerintah Kabupaten Badung resmi memulai pembangunan Jalan Lingkar Selatan (JLS) serta Shortcut Berawa–Umalas–Kedampang–Teuku Umar Barat melalui seremoni groundbreaking di kawasan Labuan Sait–Jalan Pedati, Desa Pecatu, Senin (27/7/2026). Proyek strategis ini digadang-gadang menjadi solusi jangka panjang untuk mengatasi kemacetan yang selama ini membayangi kawasan wisata Badung Selatan.

Prosesi peletakan batu pertama dipimpin Gubernur Bali Wayan Koster bersama Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa. Peresmian ditandai dengan penekanan sirene bersama Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta, Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti, dan Sekretaris Daerah Badung Ida Bagus Surya Suamba.

Dalam sambutannya, Gubernur Wayan Koster menegaskan persoalan kemacetan di Badung Selatan tidak bisa lagi ditunda penanganannya. Menurutnya, kawasan tersebut merupakan pusat aktivitas pariwisata Bali yang setiap hari dipadati masyarakat dan wisatawan sehingga membutuhkan infrastruktur jalan yang memadai.

“Kawasan Badung Selatan merupakan pusat pariwisata yang dipadati aktivitas masyarakat maupun wisatawan. Kemacetannya sudah berlangsung lama sehingga harus diselesaikan agar pariwisata Badung dan Bali tetap berkualitas serta memiliki daya saing yang berkelanjutan,” ujar Koster.

Berita Terkait:  Kebijakan Koster Diakui Dunia, Bloomberg Philanthropies Dukung Bali Menuju Net Zero Emission 2045

Ia mengapresiasi keberanian Pemerintah Kabupaten Badung merealisasikan proyek Jalan Lingkar Selatan yang dinilai sebagai langkah strategis untuk menjawab kebutuhan infrastruktur di kawasan wisata.

“Langkah pembangunan Jalan Lingkar Selatan yang merupakan inisiatif Bupati Badung, Wakil Bupati Badung, dan Ketua DPRD Badung sangat saya dukung. Pembangunan ini harus selesai sesuai target waktu dengan hasil yang berkualitas,” katanya.

Koster menekankan pembangunan infrastruktur harus dilakukan sesegera mungkin karena penundaan hanya akan meningkatkan biaya. Ia juga mengajak masyarakat memberikan dukungan penuh agar proyek dapat berjalan lancar dan manfaatnya segera dirasakan, terutama dalam memperlancar mobilitas masyarakat serta meningkatkan kualitas destinasi wisata Bali.

Selain membangun jalan baru, Koster juga mendorong penataan kawasan wisata seperti Kuta melalui pembenahan taman, trotoar, dan ruang publik agar memberikan pengalaman yang lebih nyaman bagi wisatawan.

Berita Terkait:  Apel Siaga Pilah Sampah Dipusatkan di Bali, Gubernur Koster Ajak Tuntaskan dari Sumber

“Kawasan Kuta harus terus dipercantik, mulai dari taman hingga pedestrian, sehingga wisatawan semakin nyaman dan pariwisata Bali benar-benar naik kelas,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menjelaskan pembangunan Jalan Lingkar Selatan memiliki total panjang sekitar 29,95 kilometer dengan nilai investasi lebih dari Rp3 triliun. Pembiayaan proyek bersumber dari pinjaman sekitar Rp2 triliun melalui PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI) dengan skema bunga rendah, ditambah dukungan APBD Badung lebih dari Rp511 miliar.

Menurutnya, pembangunan akan dilakukan secara bertahap. Tahap pertama pada 2026–2027 meliputi pembangunan Jalan Lingkar Selatan dan penataan Simpang Siligita sepanjang 10,89 kilometer dengan anggaran lebih dari Rp2 triliun. Selanjutnya, tahap kedua pada 2027–2029 akan membangun ruas sepanjang 19,94 kilometer dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp2,6 triliun.

Berita Terkait:  Badung Mulai Ground Breaking JLS dan Shortcut Berawa–Umalas–Kedampang–Teuku Umar Barat, Proyek Rp 2,9 Triliun Ditargetkan Urai Kemacetan Kawasan Wisata

“Banyak akses baru yang akan kita bangun. Target kami, pada akhir tahun 2027 persoalan kemacetan di kawasan ini sudah dapat teratasi,” kata Adi Arnawa.

Pada tahap awal, pembangunan mencakup sejumlah ruas prioritas di Kecamatan Kuta Selatan, di antaranya Jimbaran Hijau–Jimbaran, Pantai Balangan–Jimbaran Hijau, Jalan Pedati–Pantai Balangan, Labuan Sait–Pedati, Pecatu–Pura Kulat–Labuan Sait, Jalan Uluwatu–Pasar Desa Adat Pecatu, hingga ruas Pecatu–Jalan Melasti.

Selain itu, Pemkab Badung juga akan membangun Shortcut Berawa–Umalas–Kedampang–Teuku Umar Barat di Kecamatan Kuta Utara yang meliputi ruas Banjar Semer–Teuku Umar Barat dan Jalan Subak Sari (Batu Bolong)–Umalas–Jalan Semer sepanjang sekitar 4,78 kilometer.

Melalui pembangunan jaringan jalan tersebut, Pemerintah Kabupaten Badung berharap konektivitas antarkawasan wisata semakin baik, kepadatan lalu lintas berkurang secara signifikan, serta daya saing pariwisata Bali sebagai penggerak utama perekonomian daerah semakin meningkat. (red)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI