Koster Kerahkan 12.942 Mahasiswa Bangun Desa, Bali Perkuat Gerakan Desa Kerthi Sejahtera

Screenshot_20260716_082531_Photo Editor
Gubernur Bali Wayan Koster meluncurkan Program Pengabdian Masyarakat Desa Kerthi Bali Sejahtera dengan melibatkan 12.942 mahasiswa dan 953 dosen pembimbing dari 39 perguruan tinggi untuk mengabdi di desa-desa se-Bali di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Provinsi Bali, Rabu (15/7/2026). (barometerbali/red)

Barometer Bali | Denpasar – Gubernur Bali Wayan Koster meluncurkan Program Pengabdian Masyarakat Desa Kerthi Bali Sejahtera dengan melibatkan 12.942 mahasiswa dan 953 dosen pembimbing dari 39 perguruan tinggi untuk mengabdi di desa-desa se-Bali.

Program yang diluncurkan di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Provinsi Bali, Rabu (15/7/2026), itu menjadi gerakan kolaboratif terbesar antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi dalam mempercepat pembangunan berbasis desa.

Peluncuran program tersebut menandai penguatan implementasi Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana dalam Bali Era Baru, dengan menempatkan desa sebagai pusat pembangunan sekaligus penggerak kesejahteraan masyarakat Bali.

Dalam sambutannya, Gubernur Wayan Koster menegaskan bahwa pembangunan Bali tidak boleh hanya bertumpu pada kawasan perkotaan maupun destinasi wisata, tetapi harus dimulai dari desa sebagai fondasi kehidupan masyarakat.

“Kita ingin memastikan pembangunan Bali tidak hanya berpusat di kota atau kawasan pariwisata, melainkan bertumbuh dari akar rumputnya, yaitu desa,” tegas Koster.

Berita Terkait:  Koster: Energi Hijau Bali Bukan Sekadar Ikuti Regulasi, tapi Amanat Leluhur

Menurutnya, keberhasilan pembangunan daerah hanya dapat dicapai melalui kolaborasi seluruh elemen, mulai dari pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas hingga media. Karena itu, Program Desa Kerthi Bali Sejahtera dirancang sebagai wadah sinergi untuk menghadirkan solusi nyata bagi berbagai persoalan di tingkat desa.

Koster menjelaskan, desa merupakan ruang utama tempat budaya Bali dijaga, lingkungan dilestarikan, sekaligus tempat lahirnya karakter masyarakat Bali. Melalui program ini, nilai-nilai Sad Kerthi diintegrasikan ke dalam kegiatan pengabdian masyarakat sehingga pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi selaras dengan arah pembangunan Pemerintah Provinsi Bali.

Ia menilai keterlibatan hampir 13 ribu mahasiswa merupakan kekuatan intelektual yang luar biasa apabila diarahkan untuk membantu masyarakat menyelesaikan persoalan riil di lapangan.

Kepada para mahasiswa, Koster berpesan agar menjadikan pengabdian sebagai ruang belajar sekaligus ruang berkarya. Ia meminta mahasiswa hadir sebagai pembelajar yang rendah hati, pemecah masalah, inovator, dan calon pemimpin masa depan yang memiliki integritas serta kepedulian sosial.

Berita Terkait:  Menhub dan Gubernur Koster Bahas Revitalisasi Pelabuhan Celukan Bawang hingga Program Water Taxi

Titiang (saya, red) berharap semua mahasiswa mampu meninggalkan jejak pengabdian yang nyata, bukan sekadar laporan kegiatan,” pesannya.

Program Pengabdian Masyarakat Desa Kerthi Bali Sejahtera juga diarahkan untuk mempercepat berbagai program prioritas Pemprov Bali, mulai dari pengelolaan sampah berbasis sumber, Gerakan Bali Bersih Sampah, pengurangan plastik sekali pakai, pelestarian danau, sungai, mata air dan laut, penguatan pertanian organik, penggunaan produk lokal Bali, pemberdayaan UMKM desa, pelestarian adat, seni, budaya, bahasa, aksara, kain tenun Bali, hingga Program Satu Keluarga Satu Sarjana.

Koster optimistis sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat akan menjadi kekuatan besar untuk mewujudkan desa yang maju, lingkungan yang lestari, ekonomi yang mandiri, serta kebudayaan Bali yang semakin kokoh.

Berita Terkait:  Gubernur Koster Bacakan Pesan Megawati pada The 3rd World Civilizations Harmony Forum

“Apabila gerakan ini dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan, kita akan mampu mewujudkan desa yang maju, masyarakat yang sejahtera, lingkungan yang lestari, ekonomi yang berdikari, dan kebudayaan Bali yang semakin kokoh,” ujar Koster.

Sementara itu, Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, Prof. I Ketut Adnyana, menyatakan pemerintah pusat mendukung penuh program yang digagas Gubernur Koster. Menurutnya, inisiatif tersebut sejalan dengan kebijakan Kemendiktisaintek yang mendorong pengabdian masyarakat berdampak langsung terhadap pembangunan.

Ia mengungkapkan, kementerian juga tengah menyiapkan program Mahasiswa Berdampak yang berorientasi pada transformasi sosial melalui keterlibatan aktif mahasiswa dalam menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat.

“Kami mendukung penuh program Bapak Gubernur karena sejalan dengan program di direktorat kami. Pemerintah pusat juga memberi perhatian besar terhadap persoalan sampah dan siap mengoptimalkan berbagai program untuk mendukung pembangunan Bali,” kata Prof. Adnyana. (red)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI