Lima Orang Warga Binaan Lapas Kerobokan Raih Gelar Teologi

IMG-20260128-WA0154
Lima orang Warga Binaan secara resmi diwisuda pada jenjang Diploma 1 (D1) Program Studi Teologi Sekolah Tinggi Teologi (STT) Anugrah Indonesia di Aula Atas Lapas Kelas IIA Kerobokan, Rabu, (28/1/2026) (Barometerbali/istimewa)

Barometer Bali | Denpasar – Pendidikan merupakan fondasi utama dalam pembinaan mental dan spiritual Warga Binaan. Sejalan dengan dukungan terhadap program akselerasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas), Lapas Kelas IIA Kerobokan terus berkomitmen mewujudkan transformasi nyata melalui akses pendidikan tinggi.

Langkah strategis ini membuktikan bahwa tembok penjara bukanlah penghalang untuk menimba ilmu, sekaligus menjadi upaya konkret dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter meski berada dalam masa pembinaan.

Berita Terkait:  Gubernur Koster Dorong Sinergi Riset Perguruan Tinggi di Bali untuk Pembangunan Daerah

Momentum bersejarah ini terlaksana pada Rabu, 28 Januari 2026, bertempat di Aula Atas Lapas Kelas IIA Kerobokan. Sebanyak lima orang Warga Binaan Lapas Kerobokan secara resmi diwisuda pada jenjang D1 Program Studi Teologi Sekolah Tinggi Teologi (STT) Anugrah Indonesia.

Kegiatan ini merupakan buah kolaborasi sinergis antara Lapas Kerobokan, Lapas Perempuan Kelas IIA Kerobokan, Yayasan Indonesia Bangkit dan Bersinar, serta STT Anugrah Indonesia. Prosesi sakral pengalungan medali dan penyerahan ijazah turut disaksikan oleh perwakilan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Bali.

Berita Terkait:  Hadiri Buka Puasa Bersama, Wagub Giri Prasta Motivasi Umat Muslim Jaga Toleransi sebagai Kekuatan Bernegara

Kepala Lapas Kelas IIA Kerobokan, Hudi Ismono, menyampaikan apresiasi mendalam atas pencapaian lima orang warga binaan tersebut.

“Wisuda ini bukan sekadar seremoni, melainkan bukti tekad kuat Warga Binaan untuk memperbaiki diri. Ilmu teologi yang didapat diharapkan menjadi kompas moral dan bekal iman yang kokoh saat mereka kembali bereintegrasi ke masyarakat,” ujar Hudi.

Berita Terkait:  Jelang Bulan Suci Ramadan 1447 H, Lapas Kerobokan Adakan Bersih-Bersih di Pasar Kerobokan

Lebih jauh, Ia menyampaikan bahwa jeruji besi boleh membatasi raga, namun tidak pernah bisa membelenggu asa dan cita-cita; karena setiap jiwa berhak atas kesempatan kedua untuk bersinar kembali.***

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI