Menyemai Asa Digital dari Ruang Kelas Selemadeg: Kisah Ni Wayan Sri Yasmini Menembus Anugerah Bali Swacitta Nugraha 2026

Ni Wayan Sri Yasmini Anugrah Swacita 20262026-08-15 at 22.51.54
Foto: Kepala SMP Negeri 1 Selemadeg Ni Wayan Sri Yasmini, S.Pd., M.Pd. saat menerima piagam Anugerah Bali Swacitta Nugraha Provinsi Bali Tahun 2026 untuk Kategori Inovasi Teknologi Bidang Ekonomi Kreatif dan Digital di Gedung Wiswa Sabha Utama Kantor Gubernur Bali pada Jumat, 14 Agustus 2026. (barometerbali/rah)

Barometer Bali | Singasana –  Suasana anggun menyelimuti Gedung Wiswa Sabha Utama Kantor Gubernur Bali pada Jumat pagi, 14 Agustus 2026. Di tengah deretan penerima penghargaan peringatan Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali yang berbusana adat teratur, Ni Wayan Sri Yasmini, S.Pd., M.Pd. melangkah mantap menuju panggung penghormatan.

Senyum hangat tak lepas dari wajah Kepala SMP Negeri 1 Selemadeg ini saat piagam Anugerah Bali Swacitta Nugraha Provinsi Bali Tahun 2026 untuk Kategori Inovasi Teknologi Bidang Ekonomi Kreatif dan Digital resmi diserahkan ke pangkuannya.

Penghargaan tersebut bukan sekadar angka atau deretan kalimat di atas kertas bersertifikat. Bagi Sri Yasmini, trofi itu adalah buah manis dari perjalanan panjang menembus dinding-dinding konvensional sekolah. Sebuah pembuktian bahwa inovasi pendidikan yang berdampak nyata tidak harus lahir dari sekolah pusat kota, melainkan bisa tumbuh subur dari kawasan Selemadeg, Kabupaten Tabanan.

Gagasan mendasar inovasi ini bermula dari pengamatan sehari-hari Sri Yasmini terhadap para siswanya. Di era di mana smartphone berada di setiap genggaman remaja, ia melihat dua tantangan besar yang saling bertolak belakang, kecanduan media sosial tanpa arah, serta kecenderungan siswa yang memendam masalah pribadi karena takut akan stigma lingkungan.

Berita Terkait:  Bupati Satria Serahkan Bantuan Sosial Tidak Direncanakan bagi Warga Terdampak Bencana di Klungkung

“Kami tidak bisa menutup mata bahwa anak-anak hari ini tumbuh di era digital. Pilihan kita hanya dua: membiarkan mereka terseret arus negatif, atau memberi mereka wadah yang aman untuk berkarya sekaligus mengasah jiwa kreativitasnya sejak dini,” ujar finalis guru SMP berprestasi tingkat nasional 2017 ini pada Sabtu, 15 Agustus 2026.

Dari titik itulah gagasan “Sahabat Selsa Bimbingan Konseling dan Ekonomi Kreatif” (Sahabat Selsa Ekonomi Kreatif dan Digital) lahir. Melalui wadah inovatif ini, Sri Yasmini mengintegrasikan dua pilar vital, layanan konsultasi Bimbingan Konseling (BK) yang ramah dan adaptif, serta ruang eksplorasi potensi ekonomi kreatif digital bagi para siswa.

Melalui program Sahabat Selsa, ruang BK di SMPN 1 Selemadeg tidak lagi dipandang sebagai “ruang eksekusi” bagi anak-anak bermasalah, melainkan bertransformasi menjadi klinik tempat bertukar ide dan pendampingan minat bakat.

Berita Terkait:  Sekda Bali Apresiasi Pemenang Lomba dan Penerima Penghargaan Hari Jadi Provinsi Bali ke-68

Para siswa diajak mengenali potensi diri, merancang karya kreatif, hingga mempelajari pemasaran digital dengan memanfaatkan ruang sinergi bersama UMKM lokal di kawasan Selemadeg.

“Lewat Sahabat Selsa, anak-anak diajarkan bahwa HP di tangan mereka bisa menjadi alat ekonomi kreatif mulai dari membuat desain, membuat konten positif, hingga membantu pemasaran produk UMKM di sekitar sekolah. Hasilnya luar biasa, anak-anak menjadi lebih percaya diri dan memiliki sudut pandang baru tentang peluang karir masa depan,” tutur Sri Yasmini.

Melalui pendampingan ini, proses bimbingan konseling menjadi jauh lebih komunikatif dan tepat sasaran berbasis data kebutuhan siswa, sekaligus membekali mereka keterampilan digital yang relevan dengan perkembangan zaman.

Capaian manis ini tidak diraih dalam sekejap. Tim juri Provinsi Bali telah turun langsung melakukan verifikasi dan penilaian lapangan di SMPN 1 Selemadeg pada 2 Juni 2026 lalu untuk melihat efektivitas program secara riil.

Berita Terkait:  Wabup Tjok Surya Minta Agen Perlinsos Lanjutkan Perjuangan Pendataan hingga Akhir Agustus

Dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Tabanan juga menjadi motor penggerak utama. Kehadiran Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Tabanan I Gusti Made Darma Ariantha saat penyerahan penghargaan di Wiswa Sabha menegaskan komitmen daerah dalam mengawal inovasi-inovasi pendidikan lokal menuju level provinsi.

“Penghargaan Anugerah Bali Swacitta Nugraha ini bukanlah akhir, melainkan pengingat dan motivasi bagi kami di SMPN 1 Selemadeg. Kami ingin membuktikan bahwa dari pinggiran Tabanan, kita sanggup mencetak generasi yang cerdas secara emosional, adaptif secara teknologi, dan mandiri secara ekonomi,” pungkas Sri Yasmini.

Dengan senyum terkembang dan piagam di tangan, Sri Yasmini kembali ke Selemadeg membawa semangat baru. Inovasi Sahabat Selsa kini telah menjelma menjadi bukti nyata bahwa pendidikan Bali yang unggul berawal dari keberanian seorang pendidik untuk merangkul perubahan zaman. (tmc/rah)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI