Pelayanan Pos Kesehatan 24 Jam di Kawasan Besakih Bantu Pemedek Selama Karya Ida Bhatara Turun Kabeh

IMG-20260415-WA0194
Pelayanan kesehatan yang tersedia selama 24 jam di Pura Besakih Selama karya IBTK tahun 2026.(Barometerbali/istimewa)

Barometer Bali | Karangasem – Keberadaan pos kesehatan di kawasan suci Besakih terus memberikan manfaat signifikan bagi masyarakat, khususnya para pemedek yang mengikuti rangkaian upacara karya. Pelayanan kesehatan yang tersedia selama 24 jam ini menjadi bentuk komitmen pemerintah dalam memastikan keamanan dan kenyamanan umat.

 

Pos kesehatan di Besakih sejatinya telah lama hadir dalam setiap pelaksanaan karya. Namun, dalam tiga tahun terakhir, pengelolaannya berada di bawah koordinasi Pemerintah Provinsi Bali dengan melibatkan seluruh UPTD puskesmas se-Bali. Kolaborasi ini memperkuat kualitas serta cakupan layanan kesehatan yang diberikan di lokasi.

Berita Terkait:  Buka Seminar Nasional, Wayan Koster Soroti Ancaman Ideologi Transnasional di Bali

 

“Pelayanan di pos kesehatan berlangsung tanpa henti selama 24 jam dengan sistem operan antarpetugas untuk memastikan layanan tetap optimal. Hal ini memungkinkan masyarakat memperoleh akses layanan kesehatan kapan saja, baik pagi, siang, maupun malam hari,” ungkap Ni Putu Eny Trisnawati, salah satu tenaga kesehatan yang bertugas di pos kesehatan tersebut, Rabu (15/4).

 

Adapun layanan yang tersedia meliputi pemeriksaan kesehatan dasar, seperti pengecekan tekanan darah, penanganan keluhan ringan seperti pusing, mual, dan muntah, serta penanganan cedera ringan akibat aktivitas di lapangan, seperti terkilir atau jatuh. Selain itu, pos kesehatan juga melayani sulinggih, pemangku, panitia, dan seluruh pemedek yang membutuhkan bantuan medis. Untuk kasus yang memerlukan penanganan lebih lanjut, petugas juga melakukan rujukan ke rumah sakit.

Berita Terkait:  Bali Diguncang Kasus Kekerasan Seksual, Tiga Orang WNA Jadi Korban

 

Antusiasme masyarakat terhadap keberadaan pos kesehatan ini sangat positif. Mengingat banyak pemedek datang dari berbagai daerah di Bali, bahkan sejak dini hari, kehadiran layanan kesehatan di lokasi sangat membantu dalam menangani keluhan yang muncul selama kegiatan berlangsung.

 

“Di kawasan Besakih terdapat tiga titik pos kesehatan yang tersebar secara strategis, yakni di Perantenan Suci (dekat Penataran), Bencingah, dan Manik Mas. Penyebaran ini bertujuan untuk memudahkan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan di tengah padatnya aktivitas upacara,” terang Eny.

Berita Terkait:  Mudik 2026 via Gilimanuk Terparah, Hampir 500 Ribu Orang Menyeberang ke Jawa

 

Ke depan, pos kesehatan ini diharapkan dapat terus memberikan pelayanan yang optimal bagi seluruh masyarakat yang tangkil maupun panitia yang bertugas. Mengingat jarak fasilitas kesehatan formal yang relatif jauh dari lokasi, keberadaan pos kesehatan menjadi elemen penting dalam mendukung kelancaran dan keamanan pelaksanaan karya di Besakih. (Red)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI