Pemkab Badung Gelontor Rp70 Miliar Atasi Krisis Air Bersih Kuta Selatan

IMG-20261105-WA0146
KRISIS AIR BERSIH - Bupati Badung Adi Arnawa usai mengikuti rapat paripurna ke-10 DPRD kabupaten Badung, pada Kamis (5/11/2026).(Barometerbali/rian)

Barometer Bali | Badung – Pemerintah Kabupaten Badung terus berupaya mengatasi persoalan keterbatasan air bersih di wilayah Kuta Selatan. Salah satu langkah yang ditempuh yakni menyiapkan penyertaan modal sebesar Rp70 miliar kepada Perumda Air Minum Tirta Raharja Utama.

Bupati Badung, Adi Arnawa, mengatakan, persoalan air bersih di Badung Selatan menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Kondisi geografis serta meningkatnya aktivitas pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di kawasan tersebut menjadi faktor yang turut meningkatkan kebutuhan air bersih.

“Terus terang saja, debit air yang masuk ke selatan masih terbatas. Tetapi, kita juga tahu seiring dengan pembangunan infrastruktur, pertumbuhan ekonomi dan pembangunan di sana sangat masif. Tentu ini berdampak terhadap peningkatan kebutuhan air bersih,” ujarnya usai mengikuti rapat paripurna ke-10 DPRD Badung, pada Kamis (5/11/2026).

Berita Terkait:  Putri Anak dan Putri Remaja Asal Denpasar Wakili Bali ke Tingkat Nasional

Menurutnya, penyertaan modal tersebut diarahkan untuk mendukung pembangunan jaringan perpipaan sekaligus mempercepat penyediaan air baku agar dapat dialirkan ke wilayah Badung Selatan.

Pemerintah daerah juga mendorong Perumda Air Minum Tirta Raharja Utama melakukan berbagai langkah alternatif dalam memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.

Selain mengoptimalkan pemanfaatan air permukaan, perusahaan daerah tersebut mulai mengembangkan teknologi pengolahan air laut atau Sea Water Reverse Osmosis (SWRO).

Berita Terkait:  ASITA Bali Usung Pariwisata Regeneratif, Budaya dan Lingkungan Jadi Perhatian

“Ke depan, kita juga mendorong diversifikasi sumber air bersih. Sekarang PDAM sudah melakukan langkah-langkah secara paralel, termasuk penerapan SWRO. Saat ini masih dalam proses, baik perizinan maupun pembangunan infrastrukturnya,” jelasnya.

Adi Arnawa berharap, berbagai upaya tersebut dapat memberikan hasil nyata secara bertahap pada 2027. Ia juga meminta masyarakat bersabar karena penyelesaian persoalan air bersih membutuhkan proses dan pembangunan infrastruktur.

Berita Terkait:  Buka Musprov Apklindo, Wabup Badung Prioritaskan Perusahaan Asli Bali

“Kita yakin secara bertahap persoalan air di Badung Selatan ini bisa kita atasi. Saya tahu masyarakat membutuhkan air, dan itu wajar. Karena itu, pemerintah sedang berupaya memenuhi kebutuhan air bersih di Badung Selatan,” tegasnya.

Ia menambahkan, persoalan air bersih menjadi salah satu perhatian pemerintah daerah mengingat kebutuhan masyarakat terus meningkat seiring perkembangan kawasan Badung Selatan. (rian)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI