Pemkab Klungkung Kucurkan Rp200 Juta Dana BKK untuk Setiap TPST

IMG-20260602-WA0030_Maa90X239s
Foto: Bupati Klungkung, I Made Satria didampingi Wakil Bupati Klungkung, Tjokorda Gde Surya Putra saat memberikan arahan kepada seluruh jajaran pemerintah desa  di ruang rapat Praja Mandala Kantor Bupati Klungkung, Selasa (2/5). (barometerbali/rah)

Barometer Bali | Klungkung – Komitmen yang tinggi dan kerjasama yang solid menjadi motivasi Bupati Klungkung, I Made Satria didampingi Wakil Bupati Klungkung, Tjokorda Gde Surya Putra saat memberikan arahan kepada seluruh jajaran pemerintah desa untuk memaksimalkan pemanfaatan dana Bantuan Keuangan Khusus (BKK) dalam penanganan masalah sampah di ruang rapat Praja Mandala Kantor Bupati Klungkung, Selasa (2/5).

Berdasarkan keputusan terbaru, sebanyak 42 desa pengelola Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di Klungkung masing-masing menerima kucuran dana sebesar Rp200 juta. Langkah ini diambil sebagai bagian dari komitmen besar Pemkab Klungkung dalam mewujudkan desentralisasi pengelolaan sampah berbasis hulu atau dari sumbernya langsung.

Berita Terkait:  Wujudkan Layanan Kesehatan Berkualitas, Bupati I Made Satria Dorong Penguatan UHC di Klungkung

Dalam arahannya, Bupati Satria menegaskan bahwa dana BKK ini bukan sekadar bantuan operasional rutin, melainkan instrumen kebijakan strategis untuk mendorong kemandirian desa. Desa didorong untuk menjadi garda terdepan dalam menyelesaikan persoalan sampah di wilayahnya masing-masing. “Permasalahan sampah tidak akan selesai jika kita hanya mengandalkan teknologi di hilir. Kuncinya ada pada kesadaran kolektif dan penguatan tata kelola di tingkat desa. Dana BKK ini harus menjadi stimulus perubahan perilaku masyarakat untuk mulai memilah sampah dari rumah,” ujar Bupati Satria.

Berita Terkait:  Program “Satria Peduli”, Wujud Nyata Dukungan Pemkab Klungkung untuk Lintas Agama

Bupati Satria juga menargetkan penguatan sistem di tingkat desa ini dapat berjalan beriringan dengan optimalisasi TOSS (Tempat Olah Sampah Setempat) Center Karangdadi Kusamba yang kini tengah digenjot kapasitasnya menggunakan teknologi modern seperti pyrolysis dan pengolahan menjadi Refuse Derived Fuel (RDF). Selain itu, Bupati juga memperkenalkan teknologi pirolisis. Teknologi ini merupakan metode pemusnahan sampah melalui proses dekomposisi termal tanpa oksigen, yang tidak hanya mereduksi volume sampah secara signifikan, tetapi juga mengubahnya menjadi produk bernilai guna seperti arang yang nantinya dapat dimanfaatkan kembali.

Berita Terkait:  Antisipasi Dampak Abrasi Pantai Monggalan, Wabup Tjok Surya Pimpin Rakortas Percepatan Pembangunan Rumah Deret

“Saya berharap masyarakat juga semakin bersemangat dalam memilah sampah dari rumah. Teknologi sudah ada, dukungan pemerintah siap, sekarang tinggal sinergi kita dan paling penting tingkatkan kesadaran bersama untuk mewujudkan Klungkung bersih dan asri,” pungkasnya.

Hal senada juga disampaikan Wabup Tjok Surya agar nantinya dana BKK ini bisa digunakan dengan penuh rasa tanggung jawab untuk mengelola sampah. “Jadi melalui pertemuan ini Kepala Desa agar bersama-sama bersinergi dan berkolaborasi terutama dalam hal terpenting tolong gunakan anggaran dana ini dengan rasa tanggung jawab untuk mengelola sampah dengan sebaik-baiknya,” harapnya. (rah)

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI