Barometer Bali | Klungkung – Bupati Klungkung, I Made Satria, secara resmi menerima jajaran civitas akademika dan mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) dalam agenda Presentasi Hasil dan Penarikan Mahasiswa KKN-PPM UGM Periode II Tahun 2026, di Ruang Rapat Kantor Bupati Klungkung, Jumat (7/8).
Acara tersebut menandai berakhirnya rangkaian pengabdian Kuliah Kerja Nyata – Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) UGM yang telah dilaksanakan selama 50 hari di Desa Jungutbatu dan Desa Lembongan, Kecamatan Nusa Penida.
Dalam kesempatan tersebut, tim KKN-PPM UGM memaparkan laporan akhir yang berfokus pada Penguatan Pengelolaan Sampah Hulu-Hilir Berbasis Ekonomi Sirkular. Program kerja ini mencakup empat pilar utama:
- Pendampingan masyarakat dalam pengelolaan sampah mandiri dengan sasaran rumah tangga, sekolah, serta sektor hotel, restoran, dan kafe (horeka).
- Pengembangan pertanian terpadu guna mendukung efisiensi zero waste sekaligus ketahanan pangan lokal.
- Penerapan teknologi pengolahan sampah residu pada tahap hulu hingga hilir.
- Gerakan promosi kesehatan sebagai strategi Quick Win menuju kawasan bebas sampah
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN-PPM UGM Nusa Penida 2026, Ir. Kurnia Widiastuti, menyampaikan apresiasi mendalam atas dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Klungkung.
“Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas pendampingan dan kerja sama yang diberikan selama mahasiswa kami menjalankan program. Ini menjadi kesempatan belajar yang luar biasa bagi para mahasiswa,” ujar Kurnia. Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan maupun kekhilafan para mahasiswa selama berinteraksi dengan warga setempat.
Bupati Klungkung, I Made Satria, menyambut positif seluruh rekomendasi serta masukan yang dirumuskan oleh tim mahasiswa UGM. Ia menegaskan bahwa Pemkab Klungkung sangat tertarik untuk menindaklanjuti program-program inovatif tersebut ke dalam kebijakan nyata.
“Terima kasih kepada adik-adik mahasiswa UGM yang telah mengedukasi masyarakat Nusa Penida. Pariwisata merupakan sektor utama kami, dan alangkah baiknya jika potensi alam yang ada turut dibarengi dengan pengembangan wisata edukasi, khususnya terkait pengelolaan sampah,” ungkap Bupati Satria. Ia menambahkan bahwa hasil riset dan formulasi program UGM akan dijadikan referensi penting bagi Pemkab Klungkung. Pemerintah daerah berkomitmen untuk membuka pintu kerja sama yang lebih luas dengan UGM di masa mendatang, termasuk dalam menyusun model edukasi pengelolaan sampah bagi para wisatawan.
Turut hadir dalam kegiatan penarikan tersebut Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Kabupaten Klungkung Dewa Komang Aswin, Camat Nusa Penida I Kadek Yoga Kusuma, serta jajaran Rektorat UGM. (rah)










