TERLETAK di Dusun Wonoasih, Desa Bumiharjo, Kecamatan Glenmore, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Petirtan Beji Gumuk Kancil merupakan destinasi spiritual yang memikat bagi umat Hindu dan pencari ketenangan batin. Diyakini sebagai petilasan Rsi Markandeya, tempat ini menawarkan pengalaman melukat yang mendalam di tengah suasana alam yang asri.
Perjalanan Menuju Kesucian
Berada di kaki Gunung Raung, lokasi ini dapat dicapai dengan perjalanan sekitar satu jam dari pusat kota Banyuwangi. Setibanya di area parkir dekat pura, pengunjung melanjutkan perjalanan kaki sejauh 100 meter melalui hutan pinus yang menyejukkan, menciptakan suasana yang mendukung proses penyucian diri.
Ritual Melukat yang Sakral
Proses melukat dimulai di Pancoran Solas, yang terdiri dari sebelas mata air suci. Setiap pancoran digunakan untuk berkumur, meraup, dan meminum airnya sebagai simbol pembersihan diri. Selanjutnya, pemedek melanjutkan ke Pancoran Dasa Mala, yang memiliki sepuluh pancoran dan diyakini mampu menyembuhkan berbagai penyakit nonmedis.
Kisah Kesembuhan dan Keajaiban
Banyak kisah tentang kesembuhan setelah melukat di tempat ini. Beberapa pengunjung mengaku mendapatkan pawisik atau petunjuk spiritual untuk datang ke Beji Gumuk Kancil, dan setelah melukat, mereka merasakan perubahan positif dalam hidupnya.
Struktur Pura dan Pelinggih
Di area petirtan, terdapat beberapa pelinggih yang didedikasikan untuk berbagai dewa dan dewi, termasuk Dewi Sri, Dewi Parwati, Saraswati, Dewi Gayatri, Rsi Markandeya, Dewi Gangga, dan Dewa Ganesha. Keberadaan pelinggih ini menambah kekhusyukan dalam bersembahyang dan memperkuat koneksi spiritual pengunjung.
Warisan Budaya dan Alam
Petirtan Beji Gumuk Kancil tidak hanya menawarkan pengalaman spiritual, tetapi juga memperkaya pengetahuan tentang warisan budaya dan alam Banyuwangi. Dengan suasana yang tenang dan pemandangan alam yang indah, tempat ini menjadi destinasi yang ideal bagi mereka yang mencari kedamaian dan pemulihan diri. (red)











