Barometer Bali | Buleleng — Di kawasan pesisir Kalibukbuk-Lovina, Kabupaten Buleleng, Bali, upaya menjaga kehidupan laut dilakukan dari bawah permukaan. Fragmen-fragmen karang ditanam pada struktur yang ditempatkan di dasar laut untuk membantu memulihkan ekosistem terumbu karang yang mengalami kerusakan.
Upaya tersebut dikembangkan melalui Bank Coral Banyumilir, program konservasi yang diinisiasi Yayasan Banyumilir Manik Segara. Program ini tidak hanya berfokus pada pemulihan terumbu karang, tetapi juga mengajak masyarakat pesisir terlibat dalam menjaga lingkungan laut serta mengenalkan kekayaan bahari kepada generasi muda.
Pengembangan program tersebut kembali mendapat dukungan melalui Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Bali melalui program PLN Peduli. Bantuan tahap kedua diserahkan di Basecamp Banyumilir Foundation, Banjar Dinas Celukbuluh, Buleleng, Senin (28/9).
Hingga saat ini, telah dikembangkan lebih dari 100 struktur bank coral di bawah laut. Struktur tersebut menjadi media untuk penanaman dan transplantasi fragmen karang, sekaligus bagian dari upaya mengembalikan fungsi ekosistem terumbu karang yang mengalami kerusakan akibat berbagai tekanan lingkungan.
Namun, upaya pemulihan tidak berhenti pada struktur dan fragmen karang yang berada di bawah laut. Di daratan, masyarakat pesisir juga dilibatkan untuk menjadi bagian dari proses konservasi.
Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) dan nelayan lokal mendapatkan pelatihan keterampilan teknis untuk melakukan penanaman fragmen karang serta turut menjaga kawasan konservasi. Hingga saat ini, program Bank Coral Banyumilir telah memberikan manfaat kepada lebih dari 200 masyarakat pesisir, pelaku wisata, dan generasi muda di wilayah setempat.
Ketua Yayasan Banyumilir Manik Segara, I Ketut Wiryadana, mengapresiasi dukungan PLN yang diberikan secara berkelanjutan untuk pengembangan program konservasi Bank Coral Banyumilir.
Menurutnya, dukungan tersebut turut memperkuat upaya yayasan dalam mengembangkan konservasi yang berjalan bersama dengan pemberdayaan masyarakat pesisir.
“Konservasi tidak cukup hanya dengan menanam karang. Masyarakat juga perlu dilibatkan dan memiliki pengetahuan serta keterampilan untuk menjaga lingkungan laut secara berkelanjutan,” ujar I Ketut Wiryadana.
Semangat menjaga laut juga diperkenalkan melalui kegiatan edukasi. Bank Coral Banyumilir mengembangkan berbagai kegiatan, mulai dari pengenalan ekosistem laut dan dampak perubahan iklim, kegiatan snorkeling edukatif bagi pelajar, hingga pemanfaatan teknologi _virtual reality_ (VR) untuk memperkenalkan kehidupan bawah laut kepada masyarakat.
Bagi masyarakat Kalibukbuk, keberlanjutan ekosistem laut memiliki kaitan erat dengan kehidupan sehari-hari. Kawasan pesisir yang menjadi ruang hidup masyarakat juga menjadi bagian penting dari aktivitas pariwisata yang berkembang di wilayah Lovina.
Kepala Desa Kalibukbuk, Ketut Suka, mengatakan program konservasi Bank Coral Banyumilir memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat sekaligus menjadi sarana edukasi untuk meningkatkan kesadaran dalam menjaga ekosistem laut.
“Program ini sangat bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Sejalan dengan konsep Pemerintah Provinsi Bali, bagaimana kita bersama-sama mengajak masyarakat untuk menjaga lingkungan laut. Program ini secara langsung menjadi sarana edukasi untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya menjaga kelestarian laut,” ujar Ketut Suka.
Ia menjelaskan, keberlanjutan ekosistem laut memiliki keterkaitan erat dengan kehidupan masyarakat di wilayah pesisir, mengingat sebagian besar masyarakat setempat bergantung pada sektor pariwisata.
Senior Manager Komunikasi dan Umum PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Bali, Imbar Susanto, mengatakan dukungan terhadap program tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan TJSL PLN yang diarahkan untuk memberikan manfaat bagi lingkungan sekaligus memperkuat kapasitas masyarakat.
“PLN tidak hanya menjalankan tugas untuk menjaga keandalan kelistrikan, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk turut mendukung keberlanjutan lingkungan dan kehidupan masyarakat di sekitar wilayah kerja. Melalui program TJSL, kami berupaya mendorong inisiatif yang memiliki manfaat nyata dan dapat terus berkembang bersama masyarakat,” kata Imbar.
Ia menambahkan, kolaborasi dengan Yayasan Banyumilir menjadi bagian dari upaya PLN dalam mendukung pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal, khususnya dalam menjaga ekosistem pesisir dan memperkenalkan pentingnya kelestarian laut kepada generasi muda.
“Yang kami harapkan bukan hanya keberlanjutan programnya, tetapi juga semakin kuatnya peran masyarakat sebagai penjaga lingkungan di wilayahnya sendiri. Ketika konservasi, pemberdayaan masyarakat, dan edukasi dapat berjalan bersama, manfaatnya akan lebih panjang,” ujarnya.
Melalui kolaborasi tersebut, upaya menjaga terumbu karang di Kalibukbuk-Lovina tidak hanya dilakukan untuk memulihkan ekosistem laut, tetapi juga untuk memastikan masyarakat memiliki pengetahuan dan peran dalam menjaganya. Dari struktur bank coral di bawah laut hingga edukasi bagi generasi muda, konservasi dikembangkan sebagai upaya bersama untuk menjaga keberlanjutan pesisir Buleleng. (pln/rah)











