Rebut Makanan Korban, AF Tega Habisi Nyawa Nenek

Foto: Suasana rumah duka korban penganiayaan hingga meninggal dunia di Desa Pulukan Pekutatan, Jembrana, Sabtu (15/6/2024). (Sumber: barometerbali/dika)

Jembrana | barometerbali – Peristiwa tragis menimpa seorang nenek di Desa Pulukan, Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana, Bali. Saudah ditemukan tewas mengenaskan di halaman rumahnya, Jumat (14/6/24). 

Korban diduga dibunuh menggunakan benda tumpul oleh pelaku yang masih satu desa dengan korban.

Warga yang mengetahui aksi penganiayaan berujung korban meninggal dunia sempat melakukan pengejaran terhadap pelaku pembunuhan. Usai menganiaya nenek Saudah, pelaku melarikan diri.

Berita Terkait:  DPRD Bali Apresiasi Kinerja 1 Tahun Koster, Soroti Krisis Lingkungan dan Dorong Perda 30 Persen Ruang Hijau

Polisi dari Polsek Pekutatan dan Polres Jembrana yang bergerak cepat berhasil menangkap pelaku pembunuhan dalam waktu singkat. Pelaku diketahui bernama AF diamankan Sabtu dini hari (15/06/24)

Kasat Reskrim Polres Jembrana, AKP Sang Ketut Arya Pinatih, saat dikonfirmasi awak media membenarkan peristiwa pembunuhan tersebut dan menyatakan bahwa AF (Agus Fendi) telah diamankan dan sedang menjalani pemeriksaan intensif.

“Pelaku sudah kita amankan dan saat ini masih diperiksa secara intensif,” ungkapnya.

Berita Terkait:  Sidang Pledoi Togar Situmorang, Kuasa Hukum Tuding Pelapor “Dirty Hand”

Menurut AKP Arya Pinatih, motif penganiayaan adalah masalah ekonomi. Pelaku melihat Saudah membawa makanan dan berusaha merampasnya, namun Saudah berusaha mempertahankan diri. Pelaku kemudian memukul Saudah dengan benda tumpul hingga tewas.

“Dugaan sementara motif ekonomi, pelaku berusaha mengambil barang korban, lalu melakukan penganiyaan hingga korban meninggal dunia, semua masih kita dalami,” jelasnya.

Kasus penganiayaan tersebut mendapat perhatian Kapolres Jembrana AKBP Endang Tri Purwanto. Kapolres bersama jajaran pejabat utama Polres Jembrana melayat ke rumah duka dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban.

Berita Terkait:  Diduga Kriminalisasi Wartawan, Advokat Rikha Permatasari Kritik Polres Mojokerto: Jangan Gunakan Kewenangan Berlebihan

Kapolres Jembrana AKBP Endang Tri Purwanto menyatakan keprihatinannya atas kejadian tragis ini dan berharap keluarga korban diberi kekuatan serta ketabahan.

“Kami hadir di sini untuk memberikan dukungan moril kepada keluarga dan masyarakat. Semoga kejadian seperti ini tidak terulang kembali di masa depan,” pungkas AKBP Endang.

Reporter: Dika

Editor: Ngurah Dibia

BERITA TERKINI

Barometer Bali merupakan portal berita aktual masyarakat Bali. Hadir dengan semangat memberikan pedoman informasi terkini seputar sosial, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, pemerintahan, pariwisata, budaya dan gaya hidup. Visi kami sebagai barometer informasi terbaru masyarakat Bali. Misi kami menyuarakan kebenaran dan menyajikan berita independen, berimbang dan bermanfaat.

Member of:

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI

smsi

Member of:

smsi

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA (SMSI) PROVINSI BALI