Barometer Bali | Tabanan – RS Kasih Ibu Tabanan menggelar Forum Group Discussion (FGD) bersama Serikat Media Siber Indonesia Kabupaten Tabanan dan Serikat Media Siber Indonesia Provinsi Bali pada Jumat (8/5/2026). Kegiatan tersebut menjadi wadah membangun sinergi antara rumah sakit dan insan media dalam penyampaian informasi kesehatan yang edukatif dan terpercaya kepada masyarakat.
FGD yang berlangsung di aula RS Kasih Ibu Tabanan dibuka langsung Direktur RS Kasih Ibu Tabanan, Ni Gusti Ayu Made Sri Pujarini. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut sebagai langkah awal memperkuat kolaborasi antara rumah sakit dan media siber di Kabupaten Tabanan.
Menurutnya, media memiliki peran strategis dalam membantu masyarakat memperoleh informasi kesehatan yang benar dan mudah diakses, khususnya di era digital saat ini.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap informasi mengenai layanan kesehatan di RS Kasih Ibu Tabanan dapat tersampaikan dengan baik kepada masyarakat. Media digital menjadi sarana penting agar masyarakat lebih mudah mengakses berbagai informasi dan layanan medis yang tersedia,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Sales dan Marketing RS Kasih Ibu Group, A.A. Diah Ratna Dewi memaparkan berbagai layanan unggulan yang dimiliki rumah sakit, mulai dari layanan pre-hospital hingga pelayanan medis di rumah sakit.
“RS Kasih Ibu tergolong rumah sakit tipe C yang memiliki layanan unggulan kepada masyarakat yang hendak berobat sebelum dirujuk, termasuk layanan medis bagi masyarakat yang membutuhkan penanganan di mana pun,” jelasnya.
Dalam pemaparannya, Sekretaris SMSI Kabupaten Tabanan, I Nyoman Arta Wirawan memaparkan strategi komunikasi publik rumah sakit. Ia menekankan pentingnya komunikasi yang terarah, transparan, dan responsif guna membangun kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan.
“Media online merupakan media yang kredibel dalam mendukung publikasi RS Kasih Ibu Tabanan, tidak hanya terkait layanan medis tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk mengedukasi masyarakat melakukan pola hidup sehat,” ujarnya.
Menurut Arta, pengelolaan komunikasi publik yang profesional penting dilakukan, terutama dalam menyampaikan layanan kesehatan, edukasi medis, hingga respons terhadap isu yang berkembang di tengah masyarakat.
Selain itu, Ketua SMSI Provinsi Bali, Emanuel Dewata Oja dengan topik media relations dan tinjauan hukum pers. Emanuel yang juga anggota Dewan Kehormatan PWI Bali menyoroti pentingnya hubungan kelembagaan yang sehat antara media dan institusi pelayanan publik.
Ia menilai hubungan media tidak hanya soal publikasi, tetapi juga menyangkut keterbukaan informasi, kepercayaan, serta pemahaman terhadap prinsip jurnalistik yang menjunjung etika, akurasi, dan keberimbangan.
FGD tersebut sekaligus menjadi momentum memperkuat literasi informasi kesehatan di tengah derasnya arus informasi digital. Media siber dinilai memiliki peran penting dalam membantu masyarakat memperoleh informasi kesehatan yang benar sekaligus menangkal penyebaran informasi yang tidak terverifikasi.
Ketua SMSI Kabupaten Tabanan, I Wayan Ariasa menyampaikan apresiasi kepada manajemen RS Kasih Ibu Tabanan yang telah menginisiasi FGD tersebut sebagai tindak lanjut kerja sama yang sebelumnya telah ditandatangani di Kantor Bupati Tabanan.
Acara turut dihadiri jajaran manajemen rumah sakit, pemilik media online, serta sejumlah undangan lainnya. (red)










